Setelah selesai melakukan interogasi yang lumayan memakan banyak waktu, akhirnya Rafif dan Zyrach memutuskan untuk kembali ke BIN. Mereka hendak memberikan banyak waktu untuk Kevin berpikir bahwa tindakannya memang sudah benar dengan tidak berbicara mengenai fakta pengedaran yang meresahkan banyak masyarakat.
Kini keduanya telah sampai di sebuah gedung bergaya monoton dengan karyawan berpakaian rapi tampak keluar-masuk membawa tas kerja. Tidak sedikit dari mereka berbicara melalui sambungan radio pada earpiece yang terpasang sempurna.
“Tadi lo kelihatan emosi banget sama Kevin. Memangnya kalian berdua pernah satu kampus?” tanya Rafif mendadak penasaran sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, kemudian melenggang santai mengikuti langkah kaki gadis cantik yang ada di sampi