Selesai melakukan pertemuan bersama sahabatnya yang membahas banyak hal, akhirnya Rafif pun kembali pulang. Lelaki itu tampak merebahkan tubuhnya di sofa panjang sembari meletakkan tangan kanannya di atas kedua mata yang tertutup rapat.
Bayangan kejadian hari ini berputar begitu saja, termasuk Zyrach yang mendadak mulai mengusik perasaan tenang Rafif. Entah kenapa wajah gadis itu benar-benar terpaku dalam pikirannya.
Jelas saja Rafif tidak bisa mengendalikan perasaannya sendiri, tetapi memang tidak dapat dipungkiri lelaki itu mulai merasakan gelenyar aneh yang hampir memenuhi relung hati kosong miliknya.
Perasaan berbunga-bunga saat memikirkan seseorang memang tidak pernah Rafif rasakan kembali setelah kepergian Reni. Bahkan lelaki itu sempat mengira bahwa dirinya tidak akan merasakan k