Selesai dari melihat perusahaan yang akan jatuh pada tangan Rafif, akhirnya lelaki itu pun kembali ke Jakarta. Membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk menempuh berkilo-kilo meter akibat permintaan sang kakak yang mengatakan bahwa lelaki itu dicari oleh Lizian.
Rafif mengendarai mobil jeep miliknya dengan begitu sabar dan sesekali menyalakan lampu sein untuk menepikan tubuh demi meneguk air mineral agar kerongkongannya tidak semakin kering.
Sejenak lelaki itu memberhentikan diri di rest area rumah makan untuk melakukan makan siang sekaligus memberi kabar pada seseorang yang mungkin sudah panik.
“Nasi ayam kremes satu tanpa sayur asem, dan tolong tambahkan sambal ijo. Minumnya teh manis saja,” pinta Rafif kepada satu pelayan yang berdiri di depan pintu.
“Baik, silakan ditunggu,” jawab