Selesai berbincang mengenai kedatangan Rafif yang terkesan mendadak, akhirnya lelaki itu pun mengelilingi perusahaan dengan ditemani oleh seorang petinggi yang selama ini menjadi tangan kanan Regina.
Memang tidak dapat dipungkiri keduanya cukup canggung untuk bercengkrama, terlebih Rafif jarang berbicara pada siapa pun dan terkesan sebagai seseorang yang dingin dan misterius terhadap orang baru.
Selama ini Rafif hidup dalam kepura-puraan demi menjaga image polisi yang harus ramah pada siapa pun. Walau tidak dapat dipungkiri bahwa sikap seperti bunglon itulah yang membuat Rafif merasa kurang nyaman. Dan berusaha tetap ramah tanpa meninggalkan kesan buruk.
“Selama Bu Regina memberikan wewenang penuh kepada saya, perusahaan memang langsung dirubah total. Karyawan, para petinggi, dan bebera