Setelah berkendara beberapa saat, keduanya pun sampai di kantor yang menjadi penghubung dua kakak beradik tersebut. Meskipun terkadang sulit bertemu, tetapi Rafif benar-benar menyempatkan diri untuk mampur ke tempat sang kakak hanya untuk sekedar menyapa.
Namun, sayangnya wanita itu terkadang tidak ada dan pergi melakukan rapat ataupun pertemuan bisnis lainnya. Sehingga membuat Rafif merasa kehilangan sekaligus bahagia. Sebab, sesibuk apa pun Regina dalam pekerjaannya, wanita itu akan selalu meluangkan waktu untuk sang adik.
Meskipun Regina dan Rafif bukanlah kakak beradik kandung pada umumnya, tetapi kedekatan mereka berdua benar-benar melebihi layaknya dalam kandungan yang sama. Regina dan Rafif melengkapi satu sama lain, dan melupakan benang merah yang menjadi pembatas di antara kedua