“Rafif!”
Sayup-sayup seorang lelaki yang terlelap itu pun mendengar namanya dipanggil dari kejauhan. Membuat Rafif mengerjap pelan menetralkan penglihatannya yang mendadak gelap, lalu meraba nakas di sampingnya untuk mengambil benda pipih berwarna hitam tersebut.
Sejenak Rafif mengusap wajahnya dan bersandar pada sandaran tempat tidur. Ternyata sudah hampir malam membuat lelaki itu bangkit dengan melangkah gontai keluar kamar menemui seorang wanita yang sibuk mencari-cari dirinya.
“Kak, gue di atas!” jawab Rafif bersandar pada pembatas lantai atas membuat Regina yang berada di bawah langsung mendongak.
“Turun, Raf! Kita makan malam dulu sebelum berangkat,” titah Regina kembali menyibukkan diri dengan barang bawaan dan melenggang pergi ke arah dapur.
Sejenak Rafif mengembuskan napasnya