Beberapa menit membiarkan Hafa dan Lizian berganti pakaian, keduanya pun langsung mendekati Zyrach. Gadis yang sudah mengenakan mantel hitam itu tampak mengoperasikan sesuatu di laptop, sedangkan Beryl tampak menatap tanpa ekspresi.
Sejenak Hafa yang merasa canggung pun menghentikan langkahnya. Ia benar-benar tidak mengenal siapa pun, selain Lizian. Meskipun tidak dapat dipungkiri ia mengenal Zyrach, tetapi tidak seperti ketika dirinya mengenal Rafif yang sama sekali tidak merasa canggung.
“Tidak apa-apa. Tenang saja ada gue di sini,” bisik Lizian menenangkan gadis yang berada di belakangnya.
Hafa menarik napas panjang, lalu mengembuskannya secara perlahan. Ia berusaha menghilangkan kegugupannya karena benar-benar bingung harus bersikap seperti apa di depan orang-orang yang tidak terlal