Keadaan canggung tampak menyelimuti Hafa dan Lizian. Keduanya melepaskan ciuman tepat di menit pertama dengan sebuah suara mengejutkan mereka. Jelas saja kini baik Hafa maupun Lizian tidak ada yang berani membuka suara seakan pita suara keduanya hancur akibat ciuman penuh memabukkan tersebut.
Sesekali Hafa melirik ke arah lelaki yang ada di sampingnya dengan ragu. Ia ingin sekali mengajak berbicara, tetapi lidahnya terasa kelu. Ciuman tadi benar-benar membekas sampai bibirnya terasa berdenyut akibat ulah Lizian.
Sedangkan Lizian tampak bergelut dengan perasaannya sendiri untuk memikirkan apa yang dilakukan tadi benar-benar lancang. Bahkan ia sampai tidak percaya bahwa Hafa menerima begitu. Membuat Lizian semakin menyalahkan dirinya sendiri.
“Uhm ... Zian, gue mau tanya,” celetuk Hafa me