Dengan bersusah payah Hafa dan Lizian pun melepaskan diri. Kini keduanya berdiri saling berhadapan memastikan situasi di luar sudah berada di dalam kendalinya, walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa keduanya tidak membawa senjata apa pun, selain pisau kecil yang tersembunyi di balik pakaian milik Hafa.
“Hafa, lo baik-baik aja, ‘kan?” tanya Lizian memastikan bahwa gadis yang ada di hadapannya tidak terluka lebih parah, meski bagian pergelangan tangannya benar-benar mengenaskan dengan luka akibat kasarnya tambang.
Akan tetapi, Hafa yang seakan sudah biasa biasa menerima luka tersebut hanya menatap sesaat seakan tidak terjadi apa pun. Bahkan gadis itu sama sekali tidak meringis saat Lizian berusaha melihat dan memastikan bahwa pergelangan tangan Hafa baik-baik saja.
“Tentu saja gue baik-bai