“Veera, apa yang harus kita lakukan? Menculik dua personil polisi sama saja kita membuat LUCA hancur.”
Perkataan yang terlontar dari Tuan Robert benar-benar mengusik benak Veera. Gadis cantik yang memiliki profesi sama seperti keduanya itu pun tampak menatap kosong ke arah pintu ruangan. Tidak ada yang bersuara sedikit pun membuat Veera semakin berpikir keras, kecuali seorang lelaki berotot besar yang sudah berkicau layaknya burung tanpa lelah.
“Mereka tidak akan berani melaporkan diriku,” sinis Veera begitu percaya diri.
Sontak hal tersebut membuat Tuan Robert mengernyit bingung, lalu menoleh ke arah seorang lelaki muda yang berada di sampingnya. Kaysan mengangguk pelan seakan mengiakan perkataan Veera memang benar adanya.
“Oke, kalau kalian berdua begitu percaya diri mengatakan bahw