Di sebuah ruangan gelap tanpa jendela dengan dua orang tampak diikat di atas kursi dengan begitu kencang. Hafa dan Lizian tampak ditutup bagian mata dengan selembar kain hitam tersimpul kencang menutup seluruh pandangan keduanya agar tidak bisa melihat apa pun. Sedangkan kedua tangan dan kaki mereka terikat kencang mengikuti sandaran serta kaki kursi. Jelas saja tambang tebal seakan tidak bisa dilepaskan itu melilit sempurna.
Salah satu dari keduanya bergerak lebih dulu dengan mulai menggerakkan kedua tangannya yang terikat kencang. Hafa menggeliat pelan, lalu menyadari keberadaannya yang gelap dengan sebuah kain menutup sempurna. Kemudian, gadis itu menggerakkan tangannya yang ternyata ikut diikat kencang.
“Apa yang terjadi?” tanya Hafa dalam hati sembari berusaha mencium aroma ruangan