“Pimpinan Vald, ada surat dari kepolisian.”
Ell menyerahkan sebuah amplop formal berwarna putih dengan kop bertuliskan alamat kepolisian metropolitan Jakarta. Membuat Theo yang meliriknya langsung mengangguk pelan, Kemudian, memberikan kode pada Ell untuk menaruhnya di sisi meja kosong.
Setelah itu, pengawal yang menjadi rekan Rafif pun melenggang keluar. Langkah Ell tampak mengarah pada seorang lelaki yang tengah sibuk mengikat tali sepatu sembari terduduk di salah satu bangku pabrik.
“Tuan Rafif, setelah pulang dari sini kamu ingin ke mana?” tanya Ell mendudukkan diri tepat di samping rekan kerjanya.
Rafif menoleh sesaat untuk memastikan bahwa seseorang yang berada di sampingnya adalah Ell, dan bukan orang lain. Sebab, ia masih dalam suasana hati terburuk sehingga tidak ingin melihat