“Fa, gimana situasi di kantor?”
Sebuah suara walkie talkie terdengar memecahkan keheningan sebuah ruang unit apartemen milik salah satu tetangga Reni yang kebetulan masih berada di dalam, bahkan wanita tersebut menyaksikan seluruh adegan yang terjadi.
Namun, sayang sekali wanita itu tampak sangat ketakutan untuk mengatakan secara gamblang, karena merasa hidupnya akan terancam ketika mengatakan hal yang sejujurnya pada polisi, termasuk mengatakan bahwa Vesenia-lah yang membunuh Reni dengan begitu kejam. Meski bukan secara tindakan, tetapi melalui verbal yang memicu perasaan marah seseorang.
“Gue hampir enggak bisa handle lagi, Zian. Wartawan benar-benar memaksa kita untuk mengeluarkan pernyataan,” jawab Hafa terdengar putus asa. Sebab, ia baru saja mendapatkan laporan dari Nailaraa yang