“Rafif, jangan bilang selama ini lo bekerja di bawah Pimpinan Vald untuk menyelidiki semua kasus LUCA?”
Sebuah pertanyaan yang sangat Fairel takuti itu pun akhirnya terlontar begitu saja. Akan tetapi, kali ini Regina terlihat serius dan tidak main-main terhadap ucapannya sendiri.
Rafif menundukkan kepalanya menghindari tatapan menyeramkan dari Regina yang sama sekali tidak lelaki itu inginkan. Atau lebih tepatnya ia belum siap bertemu dengan wanita itu lagi.
Kini keduanya sudah berada di salah satu kafe tertutup untuk membicarakan semuanya lebih lanjut. Awalnya Regina hendak mengajak sang adik untuk segera kembali pulang, tetapi sayang sekali Rafif menolak dan memilih tempat lain.
Akhirnya, di sinilah mereka berdua. Di sebuah kafe yang tidak jauh dari pemakaman, meskipun kecil tetap bi