Malam yang gelap dan dihiasi genangan air akibat hujan deras mengguyur salah satu daerah administrasi Jakarta bagian Barat. Rerumputan hijau nan basah itu tampak dihinggapi oleh belakang dan capung membuat lengkungan kebahagiaan terbit begitu saja.
Sudah masuk pada musim penghujan membuat beberapa daerah mungkin akan terlibat bencana. Salah satunya Jakarta yang mungkin akan terkena banjir akibat saluran air dan tanah mulai ditutupi oleh beton hingga aspal. Membuat tidak ada lagi saluran penyerapan air yang mampu menampung cukup banyak.
Seorang gadis cantik berpakaian hoodie berwarna cream itu pun menarik tudung sampai menutupi seluruh wajahnya, lalu memeluk kedua kaki sembari menatap langit gelap yang dipenuhi oleh kilatan cahaya tanpa guntur.
Kegiatan menenangkan itu nyatanya membuat salah satu personil lain merasa tidak percaya sekaligus bingung akibat mendapati Zyrach yang sudah dalam posisi tersebut sejak turun hujan sampai reda.
“Zyrach, apa yang lo lakuin sekarang?” tanya Grubby mendekat, lalu mengernyit bingung mendapati teman sekaligus senior-nya saling terdiam sayu sekaligus bosan yang sudah lama sekali berada di markas tanpa melakukan apa pun, selain itu Pimpinan Abd juga sedang mempersiapkan rencana untuk Guardian. Sehingga semua yang ada di markas benar-benar tidak melakukan apa pun.
“Enggak ada,” jawab Zyrach mengembuskan napasnya panjang. “Mungkin kita akan menjadi penjaga markas untuk menggantikan beberapa personil BIN yang mengambil cuti sekaligus memberhentikan diri akibat suatu alasan pribadi.”
“Mengapa kamu bisa berkata seperti itu? Bukankah jauh lebih baik kita tidak memiliki kegiatan? Itu artinya tindak kejahatan sudah semakin membaik dan sudah tidak ada lagi yang meresahkan warga Jakarta,” ucap Grubby tersenyum senang dan ikut menghadap pada hamparan pepohonan yang begitu luas sembari menggantungkan kedua kakinya menyembul pada jendela terbuka lebar.
“Memang bisa dikatakan cukup bersyukur, tetapi kita bekerja untuk menangkap pengikut LUCA, bukan? Mengapa aku merasa kita benar-benar santai sampai tidak menyadari bahwa saking santainya kita lupa berlatih,” sindir Zyrach mendesis pelan.
Sedangkan Grubby yang mendengarnya hanya mengangguk menyetujui. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa lelaki itu merasa tidak percaya sekaligus tidak mengerti. Sebab, sudah lama sekali mereka berhenti berlatih dan lebih mengistirahatkan tubuh dengan menyibukkan diri pada berbagai pekerjaan yang ada.
Saat keduanya asyik berbincang tiba-tiba suara berat nan sek*si terdengar mengalun indah membuat seorang lelaki yang datang itu pun menjadi tatapan sombong bagi kurang, yang mungkin mengetahui hal tersebut.
“Zyrach, apa yang kamu lakukan di sini? Bukan sudah memiliki janjian, jadi jangan bersikap kasar padaku. Kalau kamu menginginkan jam malam, maka sudah waktunya untuk kembali. Karena sebentar lagi Pimpinan Abd untuk mengumpulkan semua materi dan sudah membusuk dalam jangka waktu yang cukup lama,” sahut Beryl tersenyum tipis.
Ketika anggota Guardian sedang meributkan tentang rencana yang terselubung dari kertas hasil penggambaran itu pun mengembuskan napasnya panjang. Lain halnya dengan Pimpinan Vald yang baru saja selesai mennghubungi seseorang.
“Maafkan kami, Pimpinan Vald. Kami berjanji lain kali tidak akan terjadi seperti ini lagi,” sesal empat pengawal bertubuh kekar dengan otot bisep mulai menghiasi tubuh indahnya.
Theo mendesis tidak percaya, lalu menatap tajam pada pengawal yang benar-benar ceroboh dan hampir saja menghancurkan seluruh bisnis miliknya. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa keselahan pengikut LUCA akan menjadi tergantung jawab Rafif.
“Di mana Vesenia?” tanya Theo tidak masuk akal, sebab lelaki sama sekali tidak menyadari bahwa keberadaannya di Valder Logistic dan pabrik.
“Nona ...,” jawab salah satu dari mereka dengan meringis pelan. “Bukankah sedang berada di pabrik, Pimpinan Vald? Karena sekarang kamu sedang berada di Valder Logistic.”
Seketika Theo menyari kebod*hannya dan mengembuskan napas panjang. Kemudian, berpura-pura tidak terjadi apa pun. Dan mengancingkan jas formalnya kembali.
“Selesaikan semua pekerjaan di sini, aku ingin melihat pabrik lebih dulu,” titah Theo melenggang pergi bersama pengawal kepercayaannya yang berwajah serius nan datar.
Memang tidak ada yang pernah tersenyum pada pengikut LUCA. Sebab, sebagian dari mereka benar-benar tidak dapat ditebak sampai tidak menyadari bahwa mereka nyatanya bagian dari organisasi gelap tersebut.
Setelah itu, Theo pun melenggang pergi dengan beberapa pengawal mengikuti dari belakang. Tentu saja lelaki itu hendak menghampiri sang kekasih yang sudah bekerja kembali. Padahal ia sudah meminta wanita tersebut agar berhenti bekerja dan memilih untuk tetap diam di mansion.
Akan tetapi, sayang sekali Vesenia memang tidak pernah mau untuk tetap berdiam diri. Nyatanya wanita itu selalu melarikan diri dan berakhir dengan beberapa hal yang mungkin akan terjadi, yaitu menjalankan pabrik kembali dan mengunjungi Rainbow Night Club.
Tak lama kemudian, mobil mewah yang ditumpangi oleh Theo pun sampai di sebuah pabrik memproduksi makanan. Lelaki itu menatap dengan alis bertaut silau, lalu mengkode pada pengawal di sampingnya untuk memberikan kacamata hitam yang sudah dipersiapkan sejak tadi.
“Kalian berdua lihatlah situasi di dalam. Aku ingin langsung mengunjungi Vesenia,” titah Theo melenggang santai.
Akhirnya, Theo pun benar-benar melenggang sendirian di dalam pabrik yang cukup besar. Karena mampu menampung puhan mobil box sekaligus beberapa kontainer. Membuat lelaki itu terkesan sedang menikmati indahnya alam.
Sesampai di ruangan sang kekasih, Theo pun langsung mengkode pada Vesenia tanpa memberikan tanpa instruksi yang jelas. Karena ia benar-benar dibuat tidak percaya melihat kekasihnya begitu menikmati kehidupan sebagai pekerja keras.
“Vesenia, apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Pimpinan Vald dengan setengah berbisik.
Mendengar hal tersebut Vesenia membalikkan tubuhnya bingung, lalu mengernyit tidak percaya menatap sang kekasih berdiri tepat di ambang pintu ruangan miliknya. Jelas saja Vesenia langsung berlari dan hinggap begitu saja dengan kedua kaki saling memeluk erat.
“Bagaimana bisa kamu datang, sayang? Bukankah katanya sedang melakukan pemanasan,” tanya Vesenia memiringkan kepalanya tidak percaya, lalu kembali memeluk tubuh Thep untuk melepaskan seluruh dahaga tanpa air. Ia benar-benar merindu.
“Tidak terlalu banyak, jadi aku bisa menyempatkan diri untuk datang,” jawab Vesenia menggeleng pelan semnari menatap bahagia banyak orang karena tidak semua orang mengerti bahasa jawa.
“Kalau begitu, kamu bisa membantu banyak hal,” balas Veseneia menggesek hidungnya yang terlalu besar.
Sedangkan Theo melenggang masuk sembari memegang kedua paha Vesenia agar berubah menjadi tenang akibat wanita itu memiliki kebiasaan manja layaknya anak kecil. Membuat Theo tidak bisa berpaling pada wanita yang menggemaskan sekaligus sek*si dalam waktu bersamaan.
“Baiklaaah ... kita berdua akan menghabiskan waktu di pabrik. Karena suatu kebetulan yang terjadi cukup sulit. Apalagi Valder Logistic memiliki banyak hubungan yang sangat rumit,” canda Theo mendudukkan tubuh sang kekasih di meja kerja, lalu menatapnya dalam-dalam seakan menyiratkan sesuatu.