Setelah kemarin adegan kekacauan yang dilakukan Han Yuxia mereda. Sang pengacau Han Yuxia tengah meminum teh di halamannya dengan sangat bosan.
"Yu Yi. Ouwhh … Kenapa hari ini sangat membosankan, hanya duduk saja andai kakiku bisa berjalan." Yu Yi yang berada di samping Han Yuxia pun tidak bisa untuk tidak menangis. 'Putri anda memang bisa berjalan.' Yu Yi sangat bingung dengan isi pikiran nonanya ini. Dia begitu cantik dan berbakat namun, juga sangat pandai dalam membuat kebohongan dengan wajah lurus.
"Jiejie!" Seseorang berteriak dari luar. Han Yuxia sudah bisa menebak siapa yang datang ke halamannya pagi-pagi. "Jiejie, kenapa jiejie tega mengacuhkan Zhu'er …." Yahh, orang tersebut adalah adik ketujuh kekaisarannya sekaligus adik sedarahnya, Pangeran Han Yuzhu.
"Berhentilah bersikap kekanak-kanakan Zhu’er," ucap pria yang berdiri disamping Han Yuzhu yang tak lain adalah saudara laki-laki, Han Yuzhen. "Aku tidak bicara padamu gege," cibir Han Yuzhu yang berjalan ke arah Han Yuxia dengan senyum mengembang.
"Apa yang kamu inginkan Zhu’er?" Han Yuxia yang mengerti arti tatapan dan senyuman itu pun bertanya. "Jiejie, bagaimana kalau kita keluar istana hari ini aku sangat bosan tinggal di istana …," Han Yuzhu berkata dengan penuh nada memelas.
"Baiklah, aku setuju. Aku juga bosan di istana hari ini," jawaban Han Yuxia sangat memenuhi harapan Han Yuzhu yang membuatnya tersenyum lebar. "Jiejie, apa kamu tau hari ini adalah festival tahunan istana pasti akan ada banyak orang." Han Yuxia mengangguk.
"Zhen’er, apa kamu ingin ikut?"
"Tentu." Han Yuzhen menjawab dengan cepat. Han Yuzhu yang mendengar jawaban saudara keduanya mencibir, "Bukankah kau sibuk gege." Han Yuzhen tertawa degan cibiran dari adik ketujuhnya. "Yah, aku memang sibuk tapi itu bisa diurus nanti."
Setelah ajang debat berlalu mereka bersiap-siap untuk pergi ke Festival Tahunan yang diadakan di ibukota. Han Yuxia mengenakan hanfu berwarna putih, Han Yuzhen mengenakan pakaian berwarna biru dan Han Yuzhu mengenakan jubah berwarna biru tua. ~Yah, kalo dibilang sih mereka ini couple~
Han Yuxia ditemani oleh 2 pelayannya, Yu Yi dan Yu Er dan penjaganya yaitu kedua pangeran yang tampan. Namun, para pangeran tidak keberatan dijadikan penjaga oleh saudari tertua mereka malah mereka sendirilah yang menginginkannya. Mereka bertiga hanya memakai pakaian biasa agar tidak menimbulkan kericuhan karena kedatangan keluarga kekaisaran. Mereka menyamar sebagai penduduk biasa atau mungkin lebih mirip seorang keluarga penjabat karena entah kenapa, pakaian biasa yang mereka pakai tetap saja menimbulkan aura tinggi.
Mereka sangat menikmati jalan-jalan kali ini. Karena, tidak adanya gangguan yang muncul mungkin belum. Han Yuxia hanya menuruti keinginan Han Yuzhu yang selalu berhenti pada stan-stan penjual makanan disela-sela perjalanan mereka yang membuat Han Yuzhen mendengus kesal "Bisakah kita tidak berhenti terus?" Han Yuzhu menjawab dengan amat singkat, "Tidak."
Han Yuxia yang melihat kelakuan kedua saudaranya tidak bisa tidak tersenyum sambil mengelengkan kepalanya. Melihat Han Yuzhen dan Han Yuzhu masih berdebat Han Yuxia melihat sekeliling festival. Han Yuxia merasakan adanya tatapan yang selalu memperhatikannya dia mengikuti instingnya dan menangkap tatapan orang tersebut. Tatapan yang dimiliki oleh seorang pria yang mengenakan jubah putih dengan topeng yang menghiasi wajahnya. Han Yuxia mulai berpikir kapan dirinya pernah menyinggung seseorang.
Melihat saudarinya termenung Han Yuzhu menepuk saudarinya, "Kak apa kamu baik-baik saja?" Tepukan Han Yuzhu sukses membuat Han Yuxia tersadar dan menjawab, "Aku baik-baik saja."
"Bagaimana kalau kita ke toko sebelah sana," ajak Han Yuzhen yang di setujui oleh keduanya.
Di sisi lain...
Pria yang tatapannya bertemu dengan Han Yuxia terkejut sejenak lalu memanggil bawahannya, "Baimu!" Segera seorang dengan pakaian hitam mendekat dan berbicara, "Ya, Yang Mulia."
"Apakah kau mengetahui siapa hadis yang duduk di kursi roda itu?" Pria bertopeng penasaran dengan gadis cantik yang duduk di kursi roda yang tak lain adalah Han Yuxia.
"Hamba kira gadis tersebut adalah salah satu dari keluarga pejabat di ibukota kekaisaran ini. Apakah, Yang Mulia ingin hamba untuk menyelidikinya?" Baimu bingung dengan tuannya yang tiba-tiba menanyakan seorang gadis. Walaupun gadis itu dapat dibilang cantik. Namun, gadis tersebut cacat dan gadis tersebut tidak akan cocok untuk pangeran kerajaan mereka. Sebenarnya, kedatangan mereka kali ini ke Kekaisaran Hunxe karena perintah dari yang mulia kaisar untuk pangeran kesembilan, mengambil putri resmi dari Kekaisaran Hunxe. Kaisar menetapkan perintah untuk pangetan agar meminang salah satu putri Kaisar Hunxe untuk tujuan perdamaian dan yang menjadi kandidatnya yang cocok untuk pangeran mereka adalah putri kedua Hunxe, Putri Han Min Ning yang terkenal di Kekaisaran Hunxe.
"Tidak perlu."
"Yang Mulia, hamba hanya mengingatkan bahwa Pangeran akan memasuki istana Kekaisaran Hunxe jam 6 untuk acara perjamuan kerajaan." Setelah mengatakan hal tersebut Baimu kembali berdiri di belakang tuannya yakni pangeran paling berpengaruh di Kekaisaran Heqiao, pangeran kesembilan Xuan Tian Jun.
"Jiejie ini untuk mu," ucap Han Yuzhu sambil menyerahkan sebuah anting putih yang sangat cantik. "Ini adalah anting yang sudah aku pesan khusus dari pengerajin setelah aku mengetahui bahwa aku mempunya kakak perempuan sedarah." Han Yuxia yang mendengar ucapan adik ketujuhnya sangat tersentuh dan mengambil anting tersebut. Seakan Han Yuzhen tidak mau kalah dia pun memberikan Han Yuxia sebuah hiasan kepala yang juga berwarna putih. "Saudari aku juga mempunyai hadiah ini untuk mu." Sambil menyerahkan kotak lalu melanjutkan, "Ini adalah hiasan kepala yang juga secara khusus aku minta untukmu. Sebenarnya, aku ingin memberikannya ketika aku kembali dulu.
Namun, kamu tidak ada di istana maka dari itu aku menunggu waktu yang tepat untuk memberikannya." Perasaan Han Yuxia menjadi hangat karena perlakuan kedua saudaranya kepadanya. "Terima kasih," ucapnya sambil tersenyum yang membuat kedua saudaranya ikut tersenyum. Orang-orang yang dekat dengan mereka bertiga mendengar pembicaraannya dan menjadi tersentuh dengan tindakan dan perkataan kedua saudara kepada saudarinya dengan penuh cinta walau saudari mereka lumpuh. Mereka pun menghabiskan waktu mereka dengan sangat-sangat menyenangkan tanpa gangguan apapun hingga tibalah dimana waktu untuk mereka kembali untuk acara perjamuan yang akan dilaksanakan di istana. Mereka bertiga pun kembali ke istana. Sampai di istana, kedua pangeran mengantarkan Han Yuxia terlebih dahulu ke kediamannya. Di depan istana, Han Yuzhu berkata kepada Han Yuxia, "Jiejie, untuk acara nanti Zhu’er mohon untuk jiejie memakai hanfu berwarna hijau, ya …." Han Yuxia yang mendengarnya pun tidak bisa tidak tersenyum lalu mengangguk setuju. Disisi lain, Han Yuzhen cemberut lalu mencibir, "Kalian enak sekali memakai pakaian yang sama sedangkan aku tidak bisa memakainya karna harus memakai pakaian resmi putra mahkota." Han Yuxia dan Han Yuzhu yang mendengar ucapan Han Yuzhen merasa sedih lalu Han Yuxia berkata, "Zhu’er, kurasa kita tidak bisa menyakiti hati saudara kedua kita jadi untuk samaannya di lain waktu. Aku akan memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh pelayan." Han Yuzhu mengerti dan tidak egois lagi lalu berkata, "Jiejie benar, kurasa untuk saat ini kita memakai pakaian yang sudah disiapkan saja." Han Yuzhen juga menimpali, "Maaf, karena aku kita tidak jadi memakai pakaian berwarna sama." Han Yuxia dan Han Yuzhu menggelengkan kepalanya kemudian Han Yuxia menjawab, "Ini bukan salahmu Zhen'er jadi jangan seperti itu, OK." Han Yuzhen mengangguk. Setelah itu kedua pangeran pun kembali ke istana mereka masing-masing untuk bersiap diri.