Malam harinya, di istana sudah banyak sekali orang yang hadir untuk perjamuan. Orang-orang tersebut adalah para pejabat istana dan lainnya serta perwakilan dari negara-negara lain. Para pangeran maupun putri telah hadir di tempat perjamuan namun ada yang belum hadir yaitu Han Yuxia dan Han Yuzhu sedangkan Han Yuzhen sudah hadir sedari tadi karena merupakan pangeran mahkota jadi secara tidak langsung kaisar mengutusnya untuk menyambut utusan-utusan negara lain.
"Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri memasuki aula perjamuan," ucap seorang kasim mengumumkan kedatangan kaisar. Semua orang yang ada di aula pun memberi hormat kepada kaisar dan permaisuri. Kaisar datang bersama dengan permaisuri dan para selir di belakangnya lalu kemudian duduk di kursi naga.
Setelah memberi hormat seperti biasa para utusan akan memberikan hadiah kepada kaisar dan menyampaikan niatnya datang ke Kekaisaran Hunxe. Banyak dari utusan datang memberi hadiah dan mengajukan putri-putri mereka untuk di nikahi oleh kaisar maupun para pangeran entah itu menjadi selir kaisar atupun pangeran. Adapun para utusan yang datang dengan niat untuk meminang putri Kekaisaran Hunxe salah satunya adalah kerajaan Heqiao.
"Salam Kaisar, saya adalah utusan dari Kekaisaran Heqiao, pangeran kesembilan Heqiao Xuan Tian Jun," ucap Xuan Tian Jun yang membuat kaisar sedikit terkejut karena utusan yang datang kali ini merupakan pangeran dari Kekaisaran Heqiao sendiri. "Terima kasih. Pangeran sudah datang ke festival tahunan Kekaisaran Hunxe kali ini," ucap Kaisar.
Setelah acara memberi hadiah saat ini adalah adalah acara yang sangat paling dinanti oleh para anak muda dimana pemuda maupun gadis dapat memilih pasangan mereka. Han Minning adalah salah satu dari para gadis yang sangat bersemangat dengan acara ini terutama setelah melihat utusan dari kerajaan Heqiao dia sudah menargetkan bahwa pangeran Xuan Tian Jun harus menjadi tunangan dan suami masa depannya. Ketika Han Min Ning ingin mendekati pangeran Xuan Tian Jun sesosok bayangan merah yang duduk di kursi roda datang dan di dorong oleh seorang pemuda berpakaian merah yang dipadukan dengan hitam. Han Min Ning menggretakkan giginya sambi berucap, "Han Yuxia dan Han Yuzhu." Dengan mata penuh kesal dia menghampiri kedua sosok tersebut. "Kakak perempuan pertama dan adik laki-laki ketujuh kalian datang," ucapnya dengan nada halus dan lemah lembut namun dengan sorot mata yang penuh dengan kebencian. "Tentu kami datang!" Han Yuxia berkata lalu meminta Han Yuzhu untuk mendorong kursi rodanya menuju kedepan dimana Kaisar duduk. "Salam hormat Ayah Kekaisaran, semoga Ayah diberi umur panjang," ucap Han Yuxia yang duduk di kursi roda dan Han Yuzhu yang sedikit membungkuk. Kaisar melambaikan tangannya lalu berkata dengan bahagia, "Putriku Xia'er dan putraku Zhu'er aku senang kalian mau datang ke perjamuan ini duduklah." Han Yuxia dan Han Yuzhu pun menangguk lalu duduk di tempat yang sudah disediakan tempat yang mana selama bertahun-tahun kosong dan menjadi tanda tanya bagi orang yang hadir.
"Yang Mulia Kaisar, maaf hamba tidak sopan tapi, apakah hamba boleh tau siapa kedua orang tersebut?" Ucap seorang utusan yang membuat pertanyan dalam benak semua orang akan segera terjawab. Kaisar memaklumi utusan tersebut dan mungkin semua orang karena putra-putrinya ini memanglah tidak pernah menghadiri acara perjamuan istana manapun berbeda dengan putri kedua dan putra mahkota serta anak-anak Kaisar lainnya. "Gadis tersebut adalah putri pertama Kaisar ini, adapun pemuda yang mendorong nya adalah putra ketujuh Kaisar." Kaisar memperkenalkan kedua anaknya dengan bangga walau dimatanya tersirat kesedihan akan kondisi putrinya. Seketika aula perjamuan mendadak hening setelah pengakuan Kaisar. Xuan Tian Jun yang sedari tadi memperhatikan Han Yuxia mengerutkan alisnya, tidak heran bahwa wajah gadis tersebut familiar ternyata gadis tersebut adalah gadis yang dia temui di luar istana tadi siang. Xuan Tian Jun melengkungkan bibirnya tersenyum lalu berkata, "Kau akan jadi milik pangeran ini!" Han Min Ning yang mendengarnya pun tidak bisa untuk tidak semakin membenci Han Yuxia dalam hatinya. 'Han Yuxia kau akan ku hancurkan wajah sok polosmu itu.'
Han Yuxia merasakan tatapan yang tidak mengenakan pun melihat sekeliling hingga tatapan nya jatuh pada Han Min Ning, saudari keduanya yang melihatnya penuh dengan kebencian. Han Yuxia menyeringai kejam karena tak lama lagi balas dendamnya akan tercapai cepat atau lambat. Kebencian yang dilihatnya di mata Han Min Ning membuktikan bahwa dirinya semakin dekat dengan akhir adapun ratu saat ini dia harus berhati-hati dalam rencananya karena posisi ratu sangatlah sulit untuk diberantas. Namun, Han Yuxia bukanlah orang yang takut tentang hal itu, malah sebaliknya dia semakin semangat untuk membalaskan segala yang pernah terjadi padanya juga adik laki-laki keduanya tak lama lagi dialah yang nenjadi target setelah Han Min Ning. Ratu yang sebenarnya memiliki kebencian dalam hatinya namun masih bisa untuk mengendalikannya pun berbicara kepada Han Yuxia. "Xia'er kapan kamu kembali? Kenapa kamu tidak pernah mengunjungi ibu?" Ratu mengucapkannya dengan nada lembut yang membuat Han Yuxia, Han Yuzhen, dan Han Yuzhu ingin muntah darah. ‘Ratu! Tatapan mata dan hatimu yang penuh kebencian itu tidak cocok dengan kata-kata yang lemah lembut tersebut.’ Namun, Han Yuxia menjawab, "Maafkan putri ini Ibu. Karena, belum sempat untuk mengunjungi Ibu dilain waktu putri ini pasti akan mengunjungi Ibu. Adapun Nenek Kekaisaran, cucu ini sangat tidak sopan karena belum memberi hormat dengan layak." Janda Permaisuri sangat senang dengan perkataan Han Yuxia lalu berkata, "Tidak apa-apa Xia'er, kamu dapat mengunjungi nenek besok." Ucapnya dengan senyuman Han Yuxia hanya mengangguk.
Han Yuzhu disisi lain, menggoda saudara laki-laki pertamanya. "Kak, apakah kamu sudah mendapatkan pasangan?" Han Yuzhen menjawab dengan kesal. "Aku masih muda buat apa mencari pasangan sekarang! Lagipula aku belum menemukan yang sama persis seperti saudari Yuxia!" Han Yuzhu yang mendengar jawaban kakaknya tersebut cengo lalu berkata dalam hatinya kak ada banyak wanita yang ada mengantri di belakangmu menunggu untuk dilirik namun, kamu mengabaikannya dan kamu ingin mencari yang sama persis seperti kakak perempuan. Sepertinya lebih baik kamu tidak menikah saja. Han Yuxia yang juga mendengar percakapan saudaranya tersebut hanya menggelengkan kepalanya, kemudian berpikir kapan kedua saudaranya tersebut berhenti untuk berdebat satu sama lain. "Kak, lebih baik kau tidak menikah kalau begitu," ucap Han Yuzhu yang membuat Han Yuzhen mencibir, "Lalu, apakah kau sendiri sudah menemukan pasangan?" Pertanyaan Han Yuzhen membuat Han Yuzhu membeku lalu mengelengkan kepalanya. "Belum. Aku belum menemukan yang menjadi kriteria pilihanku."
"Seperti apa kriteriamu?" Tanya Han Yuxia yang penasaran. Lalu Han Yuzhu menjawab, "Yang sama seperti Jiejie sendiri!" Ucapan tersebut sukses membuat orang disekitarnya menganga terutama Kaisar sendiri dan dalam hati berkata, "Kalo pilihan dari kedua putraku seperti kakak perempuan mereka. Dimana mereka akan menemukannya? Apakah mereka akan melajang seumur hidup mereka?" Sambil mengusap dahinya.