`Kak kenapa kau begitu nekat!' Han Yuzhu merasa cemas. Tindakan apa yang dilakukan oleh kakaknya di pengadilan beberapa saat lagi.
Saat ini, walau masih mencemaskan tidakan kakaknya. Tapi, tetap saja Han Yuzhu mematuhi perintah kakaknya untuk mendorong kursi roda ke pengadilan yang di ikuti oleh kedua pelayan Han Yuxia yakni Yu Yi dan Yu Er.
Di dalam pengadilan kaisar beserta pangeran mahkota, mentri maupun penjabat tengah mendiskusikan masalah-masalah yang ada di kerajaan.
"Yang Mulia, apa pendapat anda tentang kekeringan yang melanda daerah bagian timur?"
"Hm- Pangeran menurutmu bagaimana?" Kaisar tanpa basa-basi melemparkan pertanyaan yang di ajukan salah satu penjabat kepada pangeran mahkota Han Yuzhen.
"Bagaimana keadaan daerah yang mengalami bencana kekeringan saat ini?" Han Yuzhen bertanya kepada penjabat untuk bisa memberikan solusi tentang bencana kekeringan.
Penjabat hendak menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh pangeran mahkota. Tiba-tiba kasim menyerukan kedatangan pangeran ketujuh. "Pangeran ketujuh kapan anda kembali?" Tanya salah satu perdana menteri setelah melihat Han Yuzhu memasuki aula sesi pengadilan.
Namun, Han Yuzhu mengacuhkan pertanyaan menteri tersebut. Han Yuzhu melangkah sambil mendorong kursi roda Han Yuxia ke tengah-tengah ruangan. "Semoga Ayah Kaisar di beri umur panjang," ucap Han Yuzhu sedangkan kaisar berdiri secara tiba-tiba setelah melihat gadis berpakaian putih yang duduk di kursi roda yang didorong oleh putra ketujuhnya.
"Xia'er …," Kaisar berkata dengan lirih. Namun, masih bisa didengar oleh menteri di sampingnya. "Maaf Yang Mulia, maksud anda, Xia'er adalah putri pertama?" Tanya mentri itu kaget dengan nada yang lumayan keras hingga seluruh orang di ruangan mendengarnya. Banyak bisikan-bisikan dari para penjabat tentang putri pertama yang lumpuh dan seketika ruangan yang tenang menjadi ricuh akibat omongan-omongan pejabat.
"Hufhhh~ Zhu'er. Betapa menyebalkannya pria tua yang duduk diatas kursi naga itu. Bahkan dia membisikan namaku yang berharga," ucapan Yuxia membuat seluruh orang yang hadir bahkan pangeran mahkota, pangeran ketujuh dan pengeran lainnya terkejut sedangkan kaisar yang mendengar perkataan putrinya juga terkejut karena memanggil kaisar dengan sebutan "pria tua".
Sebelum kaisar dapat berbicara Han Yuxia mendahuluinya sambil menguap ringan. Kemudian berkata, "Hoamm~ Zhu'er aku sudah bosan disini pengadilan sangat sangat membosankan. Ayo kita kembali tidak ada yang menarik disini." Sekali lagi semua orang di ruangan tersebut terkejut lalu memekik di dalam hati.
"Ya Tuhan. Apakah putri pertama habis memakan hati macan atau menyuntikan darah ayam. Kenapa putri berani memanggil kaisar dengan sebutan pria tua bahkan mengatakan bahwa pengadilan sangat membosankan!"
Han Yuzhu yang sudah selesai mengumpulkan kesadarannya pun mengangguk. Memutar kursi roda Han Yuxia untuk meninggalkan aula pengadilan. Tapi sebelum itu, kaisar sudah menghentikan mereka. "Zhu hentikan!"
"Xia'er, apakah kamu tidak mau berbicara dengan ayah setelah mengasingkan diri?" kaisar berjongkok di depan kursi roda Yuxia sambil berusaha untuk menggenggam tangan putri pertamanya yang pernah dia lupakan kehadirannya. Sebelum tangan kaisar menggapai tangan Han Yuxia, Han Yuxia sudah lebih dulu menghindari tangan kaisar. "Yang Mulia Kaisar, apa hak saya sehingga kaisar sangat menyesal dan menyentuh tangan saya. Saya rasa itu tidak pantas." Han Yuxia menghela nafas pelan. "Saya hanya putri dari seorang ayah yang melupakan saya dan ibu yang telah mati meninggalkan saya lebih awal," ucapan Han Yuxia yang sarkastik tepat mengenai rasa tersakit dalam hati kaisar.
"Xia'er, maafkan ayah …," ucap kaisar lirih yang hanya dapat didengar oleh Han Yuxia dan Han Yuzhu. Namun, Han Yuxia tidak mengucapkan satu kata pun kepada kaisar. Menoleh Han Yuzhu dengan keras kepala berkata, "Zhu'er, apa pendapatmu? Apakah seorang kaisar terhormat pantas berlutut di depanku yang merupakan seorang anak perempuan yang ditinggalkan dan dilupakan?" Han Yuzhu menggelengkan kepalanya tidak setuju. "Kurasa tidak pantas."
Han Yuxia mendengar jawaban Han Yuzhu mengangguk setuju. Han Yuxia melihat kaisar lagi. "Kaisar, saya harap anda berdiri untuk tetap mempertahankan kedudukan dan wibawa anda." mendengar ucapan putrinya kaisar hanya menirutinya untuk berdiri agar putrinya tidak semakin membencinya.
"Zhu'er, aku sudah lelah. Ayo kembali." Zhu hanya mengikuti perintah kakaknya dan.pergi meninggalkan kaisar dan sesi pengadilan yang sudah pengap penuh kekacauan. Ahh- mungkin setelah ini ada kekacauan di istana setelah sesi pengadilan berakhir. Bagaimana tidak? Kaisar yang berdiri dan berlutut di depan putri pertama yang terlupakan. Rumor yang selama ini berkembang dimana putri kedua yang sangat dicintai berakhir. Diambil alih oleh putri pertama sekali lagi.
Putri Pertama Han Yuxia yang merupakan putri dari mendiang Ratu Ye Meili. Ratu yang sangat dicintai oleh kaisar. Sama seperti tahta pangeran mahkota yang jatuh ke tangan pangeran pertama, Han Yuzhen yang tak lain adalah saudara kembar dari putri pertama. Han Yuzhen juga merupakan putra kaisar yang amat dicintai bahkan segala kesalahan yang pernah di lakukan Han Yuzhen dimasa lalu ditutup rapat oleh kaisar.
Kericuhan terjadi antara fraksi pangeran mahkota dan Pangeran Han Minyuan atas perebutan tahta. Fraksi Pangeran Minyuan sangat cemas karena cinta kaisar yang besar kepada Pangeran Han Yuzhen. Beberapa waktu lalu pangeran ketujuh Han Yuzhu yang merupakan adik satu ibu pangeran mahkota kembali. Sekarang kakak perempuan mereka kembali. Mereka bertanya-tanya apakah kekuatan dari anak-anak ratu yang sekarang tetap stabil atau bahkan sebaliknya.
Setelah kejadian di aula pengadilan beberapa waktu lalu sudah menyebar di istana dan tersebar luas. Ratu yang mendengar berita itu sangat kesal dan marah dilampiaskan ke para pelayan pribadinya.
"Kenapa? Kenapa anak itu kembali lagi!" ratu menggeram marah. "Tidak cukupkah kau mengambil hak anakku menjadi putra mahkota dan sekarang putrimu ingin mengambil hak putriku sebagai putri yang paling terhormat di dicintai!" ratu meraung marah. ‘Ya, ini adalah salahmu saudari. Karena, kau aku kehilangan kaisar dan ratu yang dicintai di harem istana. Sekarang anak-anakmu juga ingin merebut segala yang seharusnya anak-anak ku dapatkan...Ye Mei Li ini semua salahmu. Andai kau mati sebelum kau melahirkan mereka maka kehidupan putra-putri ku akan sangat sempurna.’
Berita itu juga telah sampai pada selir-selir kekaisaran yang ada di harem istana beserta dengan para pangeran dan putri. Berita telah menyebar kurang dari satu hari dimana kaisar berlutut di depan kursi roda putri pertama dan bahkan tidak menghukum putri pertama juga rumor dimana pertarungan tahta dan cinta kaisar antara putra-putri mendiang ratu dan putra-putri yang sekarang.