Penjaga gerbang Manor Lotus Biru sangatlah tersentuh melihat kedua pangeran sangat berusaha untuk membujuk saudari mereka, Putri Han Yuxia. Penjaga gerbang tersebut bukanlah sembarang penjaga sebenarnya penjaga maupun pelayan di manor tersebut sebenarnya sangat kuat dan memiliki jejak kultivasi yang tinggi bahkan lebih tinggi dari pengawal kekaisaran. Semua orang yang tinggal di Manor Lotur Biru sudah sangat setia bahkan mengabdikan diri mereka kepada Putri Han Yuxia.
"Maaf pangeran, apakah anda ingin masuk ke manor?" Tanya penjaga dengan hormat dan sopan karena kedua pangeran tersebut adalah saudara sedarah dan sangat menyayangi putri.
"Ekhm ... Ayo kita masuk Zhu'er," ucap Han Yuzhen yang sudah berjalan terlebih dahulu memasuki manor Han Yuzhu mengikuti di belakangnya dan mencibir kakak laki-laki nya tersebut karna menganggap Manor Lotur Biru seperti Manor Bunga Pedang manor milikinya sendiri.
Di dalam manor kedua saudara tersebut dikejutkan oleh seorang gadis yang tengah duduk di kursi roda sambil memandang taman yang dipenuhi bunga dan kupu-kupu.
"Jiejie?!" Han Yuzhu dan Han Yuzhen berbicara serempak. Han Yuxia tersenyum hangat kepada kedua pemuda yang berdiri di depan pintu lalu berkata dengan nada tenang dan lembut. "Kenapa apakah kalian tidak senang melihatku?" Han Yuzhu dan Han Yuzhen mengelengkan kepala mereka dengan mata mereka dipenuhi air mata.
"Kalian terlalu cengeng." Han Yuxia mengejek kedua pemuda tersebut dengan nada lembut tanpa ada niat untuk mengejek.
"Kurasa, pemuda disamping Zhen'er memiliki banyak pertanyaan untukku," Han Yuxia berkata sambil melihat Han Yuzhu yang memiliki ekspresi wajah yang sulit diartikan dan dibalas senyuman oleh Han Yuxia yang membuat Han Yuzhu mengangguk karena mengerti apa arti tersirat dari senyuman yang diberikan oleh Han Yuxia.
"Saudari, dia adalah adik laki-laki kita Han Yuzhu jangan kau tetap menggodanya dengan sebutan pemuda." Han Yuzhen menarik Han Yuzhu mendekat ke arah Yuxia. "Zhu'er, dia adalah putri pertama sekaligus saudara sedarah kita, Han Yuxia."
Han Yuxia tersenyum melihat wajah tampan adiknya itu "Jika ada yang ingin kamu tanyakan, tanyakan saja nanti mengerti." Han Yuzhu mengangguk patuh atas ucapan kakak perempuannya.
"Baiklah. Karena, kita sudah berkumpul kembali bagaimana kalau kita makan siang terlebih dahulu aku sangat lapar," ucap Han Yuzhen sambil mengelus-elus perutnya. Han Yuzhu dan Han Yuxia yang mendengar perkataan Han Yuzhen tertawa mulai mengejek saudara kedua mereka itu.
"Han Yuzhen kau apakah begini sikap seorang pangeran mahkota," ucap Han Yuxia ditengah tawanya, Han Yuzhu pun melanjutkan, "Kak kau memang tak tau malu hahaha dimana? Dimana wajah dingin mu saat di luar tadi hahaha." Han Yuzhen yang mendengar ejekan dari saudari kembar dan adiknya cemberut. Namun, setelah itu sebuah senyum menawan yang tak pernah dia perlihatkan keluar. Senyum tanpa paksaan yang sulit dan mustahil dia berikan. Senyum langka tersebut dia keluarkan ketika dirinya berusia 5 tahun dan sekarang sudah 1 dekade berlalu yang akhirnya membuat senyum itu kembali dalam dirinya.
"Yu Yi, Yu Er tolong suruh para pelayan untuk menyiapkan makan siang untuk kami."
"Mengerti," ucap Yu Yi dan Yu Er lalu pergi meninggalkan 3 orang tersebut saling melepas rindu.
"Zhu bagaimana rasanya berlatih dan di besarkan di sebuah sekte?" Tanya Han Yuzhen.
"Biasa saja" Han Yuzhen yang mendengar jawaban yang dilontarkan adiknya dengan nada yang sangat datar dan tanpa gairah menunjukan bahwa dia tidak memiliki sesuata yang spesial.
"Maaf putri, makan siang sudah siap." ucap Yu Yi.
"Baiklah, ayo kita makan dahulu" Yuxia, Yuzhen, dan Yuzhu makan dengan tenang. Namun, disela-sela makan mereka Yuzhen selalu memiliki sebuah candaan yang membuat kedua saudaranya tertawa.
Setalah makan siang Han Yuzhen pergi meninggalkan Manor Lotus Biru dengan frustasi. Panggilan ke pengadilan yang harus dia hadiri sebagai seorang putra mahkota. Di dalam manor kini hanya tersisa Yuxia dan Yuzhu beserta Yu Yi dan Yu Er di belakang Han Yuxia. Han Yuzhu ingin bertanya kepada Han Yuxia untuk meminta penjelasan sebelum dirinya bisa berbicara Han Yuxia sudah memotongnya terlebih dahulu. "Lebih baik kamu simpan dulu apa yang ingin kamu tanyakan. Ayo kita ke taman disana aku akan menjelaskan segala yang ingin kamu ketahui." "Yu Er." Sebelum Yu Er bergerak maju untuk mendorong kursi roda Han Yuxia, Han Yuzhu sudah mengambil alih. Lalu, melangkan ke sebuah taman yang sangat indah di belakang manor.
"Hkmm ... Maaf, Zhu'er lancang bertanya. Apakah jiejie adalah khmm akan mengatakan yang sebenarnya tentang -Putri Kegelapan Yu- kepada saudara Han Yuzhen?" Yuzhu akhirnya berani mengeluarkan pertanyaan dalam benaknya yang sedari tadi mengganggu dirinya.
"Menurutmu?" Tanya balik Putri Yuxia. "Jiejie adalah putri kegelapan. Namun kenapa jiejie memakai kursi roda? Bukankah jiejie baik-baik saja dan tidak cacat?" Han Yuzhu yang penuh dengan pertanyaan.
"Kamu harus mencari jawabanmu sendiri. Adapun, kenapa aku memakai kursi roda. Itu karena, kejadian 7 tahun yang lalu yang membuat diriku mengalami cacat sementara." Han Yuxia mulai menjelaskan secara rinci kejadian dimana ibu kadung mereka meninggal sampai pada dirinya yang cacat. Setelah itu, berlanjut pada Yuzhen yang harus pergi untuk belajar dan dirinya sendiri yang mengasingkan diri kegunung yang menyebabkan ayah kekaisaran mereka mulai tidak peduli dengan nya.
"Tapi, bukankah jiejie sudah sembuh? Mengapa jiejie tetap memakai kursi roda di istana?" Tanya Yuzhu kebingungan dengan Han Yuxia yang memakai kursi roda walau kakinya sudah bisa berjalan.
"Aku malas," Jawaban Han Yuxia membuat sudut bibir Han Yuzhu berkedut. 'Kakak apakah anda tau kakak laki-laki sangat menyesal akan kondisi yang menimpa dirimu.' Dia ingin mengucapkannya secara langsung di hadapan Han Yuxia. Namun, setelah diujung lidah dia menelan kembali ke dalam pikirannya.
"Oh ya, Zhu'er lebih baik untuk kamu merahasiakan tentang kondisi maupun identitas ku yang merupakan putri kegelapan karena aku takut identitasku akan membahayakan kalian." Han Yuzhu mengangguk patuh dan mengerti arti di dalam kalimat yang dilontarkan oleh kakak perempuannya. Han Yuxia kemudian berdiri. Berjalan menuju sebuah danau kecil yang disana.
Han Yuzhu? Dia dengan setia mengikuti kakak perempuannya dengan pikiran yang terbang entah kemana. Mulai dari dirinya mengerti mengapa putri kegelapan ingin menjadikannya murid. Alasan putri kegelapan membawanya kembali ke istana kelahirannya dan bertemu dengan saudari pertamanya Han Yuxia yang merupakan putri kegelapan itu sendiri.
Oh surga, kenapa kakak perempuan pertama lebih menakutkan ketika dirinya berada di kursi roda dibanding dengan dirinya sedang berdiri.
"Zhu'er, bagaimana kalau kita mengacau sedikit," ajak Han Yuxia
"Mengacau?" Beo Han Yuzhu yang masih belum mengerti ucapan dari kakak perempuannya.
"Benar. Aku anggap jawaban mu setuju. Ayo kita ke pengadilan," ucapan Han Yuxia membuat mulut Han Yuzhu menganga lebar 'Apa! Mengacaukan sesi pengadilan! Ohh Kak apakah anda tau yang anda katakan itu.'
Melihat ekspresi menganga adiknya Han Yuxia tertawa terbahak-bahak. Lalu kembali duduk di kursi rodanya dan meminta Han Yuzhu untuk mendorong pergi ke sesi pengadilan untuk mengacau.
‘Oh Tuhan, apakah ini masih tetap putri kegelapan yang dingin dan kejam ataukah anak.kecil yang meminta untuk bermain-main.’