Han Yuxia sedang berkultivasi di gunung tempat dirinya mengasingkan diri. Setelah mengirim surat yang berisikan bahwa dirinya tengah berkelana ke benua asing Han Yuxia mulai membuat rencana untuk kembalinya dia ke Istana kekaisaran. Orang-orang di istana hanya mengetahui bahwa Han Yuxia cacat maka dari itu dirinya kembali sebagai orang yang cacat dan tampak lemah beberapa hari kemudian. Untuk saat ini dirinya masih fokus untuk berkultivasi dan melihat seperti apa bujukan dari sang adik ke tujuh.
"Putri apakah kita akan memakai kursi roda yang sama yang anda pakai dulu atau memakai yang baru?" Tanya Yu Yi.
"Kita pakai saja kursi roda yang lama aku ingin melihat seperti apa reaksi ayah setelah tidak melihat ku sekian lama." Han Yuxia memiringkan kepalanya dan tersenyum. "Juga, kemungkinan para meimeiku yang manis akan sangat senang melihatku. Bukankah begitu Yu Er?" Yu Er yang mendengar ucapan nonanya memutar bola matanya kesal dan berkata dalam benaknya. 'Tentu saja mereka senang melihat putri tapi bukan senang karna melihat putri namun karna kondisi putri yang cacat di mata mereka yang membuat posisi mereka tidak terancam.'
Han Yuxia mengetahui dengan jelas isi pikiran dari pelayannya, Yu Er. Namun, dirinya hanya tersenyum manis. Mungkin bagi orang lain senyum yang di perlihatkan putri sangat menyenangkan seperti awal musim semi tapi bagi para pengikutnya senyum tersebut merupakan awal dari sebuah badai bencana.
'Putri lebih baik anda tidak tersenyum!' Teriak batin mereka serempak.
"Mari kita istirahat karna besok adalah awal akan adanya pertunjukan yang sangat menyenangkan selama seminggu penuh," ucap Han Yuxia lalu berlalu ke sebuah pondok yang sederhana namun elegan di gunung tersebut.
Keesokan harinya, Han Yuzhu pergi untuk menghormati nenek kekaisaran karena kemarin dirinya terlalu sibuk dengan segala rencana yang memungkinkan dirinya berhasil untuk membujuk jiejienya yang sangat membuat dirinya frustasi.
"Yuzhu menyapa Nenek Kekaisaran semoga Nenek Kekaisaran berumur panjang." Nenek Kekaisaran atau Janda Permaisuri Li Gougou yang melihat cucu laki-laki ketujuhnya memberi hormat pun tersenyum lalu berkata, "Kemarilah nak, nenek sangat merindukanmu." Han Yuzhu mengangguk mematuhi ucapan neneknya tersebut lalu duduk di samping janda permaisuri.
Di lain tempat Han Yuzhu duduk, Putri Kedua Han Min Ning sangat terbakar dengan banyaknya percikan api di matanya melihat kedekatan Pangeran Han Yuzhu dengan janda permaisuri yang membuat hatinya menjadi hitam.
"Adik ketujuh, apakah kamu memiliki hadiah untuk nenek?" Tanya Han Minning sambil memperlihatkan wajah polos palsunya. Han Yuzhu yang mendengar perkataan Han Minning yang merupakan kakak perempuan kekaisaran keduanya hanya mengerutkan alis dan berkata, "Tentu saja pangeran ini memiliki hadiah untuk nenek bagaimana mungkin pangeran ini lupa. Er jiejie sepertinya salah paham dengan tindakan Zhu'er."
Putri Han Minning yang mendapat balasan yang sangat tajam dari Pangeran Han Yuzhu sangat marah. Kemudian berkata, "Khmn, mungkin Er jie memang sedikit salah paham dengan adik ketujuh jadi tolong jangan di bawa kehati." Han Yuzhu mengangguk dan kemudian berbalik menatap janda permaisuri lalu berkata, "Nenek maafkan Zhu'er karna lupa memberikan hadiah kepada nenek tadi jadi-" Han Yuzhu menyerahlan sebuah kotak kepada janda permaisuri. "Ini adalah hadiah yang Zhu'er siapkan untuk nenek."
Janda permaisuri membuka kotak yang diberikan oleh Pangeran Han Yuzhu kotak tersebut memanglah tidak besar namun isi dari kotak tersebutlah yang membuat janda permaisuri dan seluruh orang yang berada di aula sangat terkejut. Han Minning bahkan hampir memuntahkan seteguk darah setelah melihat hadiah yang diberikan oleh Han Yuzhu kepada janda permaisuri.
Tangan janda permaisuri bergetar dan mengambil botol porselen yang ada di kotak tersebut kemudian bertanya, "Zhu'er pil apa yang berada di botol ini?" Han Yuzhu kemudian tersenyum dan menjawab, "Itu hanyalah 3 pil kecantikan kelas 3 nenek." Semua orang yang berada di ruangan makin terkejut. 'Hanya 3 pil kecantikan!!! Dan bahkan kelas 3! Kenapa pangeran ketujuh mengatan hal tersebut sangatlah enteng dan bahkan tanpa beban!' Pekik mereka dalam hati.
'Oh tuhan, betapa sulitnya dan mahalnya untuk mendapatkan sebuah pil bahkan pil kelas rendah sangatlah sulit di dapatkan. Bagaimana mungkin pangetan ketujuh dengan enteng dan tenang nya bernicara tentang pil-pil ini. Berapa banyak koin emas yang dihabiskan oleh seseorang untuk membeli pil kelas terendah dan sekarang pangeran membicarakan 3 pil kelas 3.'
Memang di benua ini sangatlah sulitnya untuk mendapatkan sebuah pil. Bahkan untuk sebuah pil kelas rendah sangat mahal dan berharga. Oleh sebab itu, banyak yang terkejut karna kemunculan pil kelas 3 bahkan pil kelas 5 pun sangat jarang di dapatkan juga memiliki harga yang fantastis. Sedikitnya alkemis yang kuat yang membuat sebuah pil sangat berharga bahkan di seluruh benua karena pekerjaan untuk menyuling sebuah pil sangatlah sulit dan mengancam jiwa sang alkemis karena ketidakmampuannya untuk menyuling pil kelas tinggi. Seorang alkemis atau seseorang yang mampu menyuling pil pasti sangat dihargai dan dihormati di kekaisaran karena itulah alkemis menjadi orang yang bekedudukan tinggi bahkan jika sang alkemis memiliki bakat kaisar akan sangat menghormatinya.
Han Yuzhu secara alami mengerti dengan keterkejutan dari setiap orang maka dari itulah dirinya mendiamkan dirinya tanpa mengeluarkan kata-kata yang tidak perlu. Baginya untuk mendapatkan 3 pil kecantikan sangatlah mudah karena di sekte shifunya dulu dirinya merupakan junior dari seorang alkemis tingkat 3 yang sangat terkemuka. Dia mendapatkan 6 pil kecantikan sebenarnya semua pil tersebut untuk Xia jie* namun karena ucapan dari kakak perempuan kekaisaran keduanya yang sangat menjengkelkan dirinya harus rela melepaskan 3 pil kecantikan tersebut untuk dapat menyenangkan hati nenek kekaisarannya. Han Yuzhu juga melihat keterkejutan putri kedua lalu mendengus kesal. 'Apakah anda berpikir bahwa sangat mudah untuk mempermalukan ku.'
"Nenek Zhu'er ingin undur diri terlebih dahulu sekarang. Zhu'er akan mengunjungi nenek lagi di lain waktu," ucapan yang di lontarkan Han Yuzhu membuat seluruh orang yang berada di ruangan kembali pada akal sehat mereka.
Nenek yang telah mendapatkan kembali seluruh kesadarannya pun tersenyum dan berkata, "Baiklah kau boleh pergi. Terima kasih hadiahnya nenek sangat menyukainya.”
Han Yuzhu pun kemudian pergi meninggalkan aula dan pergi menuju halaman Putri Han Yuxia. Sampai di gerbang manor kediaman Putri Yuxia dirinya melihat kakak laki-lakinya Han Yuzhen yang berdiri di samping gerbang.
"Kak kenapa kamu ada disini?" Tanya Yuzhu penasaran.
"Tentu saja untuk menunggumu dan ikut untuk membujuk saudari pertama kita kembali," ucap Han Yuzhen kemudian Han Yuzhu tiba-tiba tersenyum lebar dan meloncat dan menangkap bahu Han Yuzhen dari belakang.
"Kau seperti anak kecil saja," ucap Yuzhen kepada adik sedarahnya tersebut.
"Tentu saja dan juga mari kita bujuk saudari pertama agar kembali ke istana dalam waktu satu minggu aku berani bertaruh bahwa kakak perempuan akan mau untuk keluar." Han Yuzhu berkata dengan semangat bahkan wajah dingin yang dia tampilkan di aula tadi telah lenyap dan di ganti dengan aura dan wajah kekanak-kanakan.
Han Yuzhen tersenyum melihat semangat adiknya untuk membujuk saudari kembarnya. Dirinya berharap bujukan mereka kali ini membuahkan hasil dan tidak mengecewakan seperti usahanya bertahun-tahun. Han Yuzhen juga sangat menyesal dan kecewa akan keegois ayahnya yang sangat cepat menyerah untuk membujuk saudarinya. Dia mengetahui bahwa tidak mudah bagi saudarinya menghadapi dunia karna cacat dan tidak bisa berkultivasi dengan baik. Betapa kuat mental saudarinya karna mendengar cacian dan hinaan yang di lontarkan oleh orang-orang. Maka dari itu kali ini mereka setidaknya harus memiliki hasil yang baik atau setidaknya mereka dapat bertemu dengan saudari mereka segera.
Tetapi, Han Yuzhen tidak mengetahui bahwa sebenarnya Han Yuzhu telah mengirim surat bujukan agar Han Yuxia kembali ke istana lebih cepat bagaimanapun setelah melihat kakak laki-lakinya sangat merindukan kakak perempuan mereka membuat Han Yuzhu mengirim surat yang penuh dengan kata-kata manis. Han Yuzhu juga saat ini masih menuruti perintah Han Yuxia untuk menyembunyikan kebenaran dari identitas Han Yuxia yang sebenarnya adalah Putri Kegelapan Yu.