Yuzhen bingung dan masih tak percaya dengan kehadiran adik laki-laki sedarahnya. "Zhu'er kamu datang sendiri?"
"Ehmm … Itu sebenarnya aku bersama dengan Putri Kegelapan Yu namun, putri langsung pergi meninggalkan ku disini." Han Yuzhu menjawab pertanyaan saudara laki-lakinya dengan setengah juur karena Han Yuxia telah memerintahkan Han Yuzhu untuk tidak memberitahu siapa pun tentang identidasnya sebagai Putri Kegelapan Yu untuk saat ini.
Yuzhen yang mendengar jawaban Han Yuzhu pun terkejut. 'Putri Kegelapan Yu?' Entah ada hubungan apa saudaranya dengan putri kegelapan. Namun, yang paling dia pikirkan adalah bagaimana saudaranya mengenal Putri Kegelapan Yu. "Zhu'er kau tidak berbohongkan?" Han Yuzhu mengangguk tanda bahwa dia benar. Setelah hilang dari rasa terkejutnya Han Yuzhen membawa saudara ketujuhnya untuk menghadap ayah kekaisaran yang hampir tidak diketahui oleh Han Yuzhu di Aula Surgawi sedangkan penjaga gerbang kembali untuk bertugas dan penjaga yang berada di belakang Han Yuzhen sedari awal mengikuti kedua pangeran menuju Aula Surgawi.
Sampai di depan pintu Aula Surgawi kelompok Han Yuzhen tidak sengaja berpapasan dengan Putri Kedua Han Min Ning dan saudara sedarahnya Pangeran Kedua Minyuan.
Putri Minning yang melihat Han Yuzhen pun berinisiatif pertama kali untuk menyapa saudara kekaisarannya. "Salam pangeran mahkota dan-"
"Saudara Ketujuh Han Yuzhu." Han Yuzhen memperkenalkan saudaranya yang memang tidak pernah berada di istana jadi Han Yuzhen mengerti dan melanjutkan perkataan saudari keduanya.
"APA!!! PANGERAN KETUJUH???" Pekik Putri Han Min Ning dan Pangeran Han Min Yuan dalam hati. Kenapa dia harus kembali tidak cukupkah saudara pertama memonopoli ayah kekaisaran dan sekarang pangeran ketujuh yang merupkan saudara sedarah pangeran mahkota.
"Emm ... Mmm ... Ternyata saudara ketujuh telah kembali, apakah saudara ketujuh akan memberi hormat ke ayah kekaisaran?" Tanya Han Min Ning sedikit gugup dengan perkataannya karena masih terkejut dengan kehadiran pangeran ketujuh yang tiba-tiba.
Han Yuzhu mengangguk dan berkata, "Benar aku disini untuk memberi hormat kepada ayah kekaisaran setelah itu kepada nenek."
Setelah percakapan kecil yang canggung Han Min Ning dan Han Min Yuan memohon untuk undur diri dan pergi. Kasim yang melihat pangeran mahkota langsung memberitahu kaisar dan membiarkannya masuk.
"Ada apa Zhen'er? Tidak mungkin kamu kesini tanpa ada keperluan bukan?" "Siapa pemuda di sampingmu Zhen'er?" Tanya kaisar menatap Han Yuzhen lalu mengalihkannya kepada pemuda di samping Han Yuzhen.
Han Yuzhu membungkuk dan berkata, "Han Yuzhu memberi hormat kepada Ayah Kaisar." Perkataan tersebut membuat kaisar berdiri seketika dan berjalan kearah Han Yuzhen dan Han Yuzhu yang tengah membungkuk lalu berkatadengan terbata-bata kerena terkejut. "Ka-kamu, kamu benar-benar Zhu'er kan? Pangeran Ketujuh Han Yuzhu?" Melihat kebingungan kaisar. Han Yuzhen menyerahkan surat dan giok yang telah diambilnya dari penjaga kepada kaisar.
Kaisar dengan cepat mengambil surat dan giok yang diberikan oleh Yuzhen. Kaisar membaca surat tersebut lalu berjalan kearah Han Yuzhu yang masih membungkuk rendah "Zhu'er, ayah memerintahkanmu untuk berdiri!" Setelah mendengar ayah kekaisarannya menyuruhnya untuk bangkit Han Yuzhu pun berdiri dengan tegap.
"Kamu kembali dengan tiba-tiba yang membuat ayah sangat terkejut akan kedatanganmu saat ini. Tetapi, ayah sangat senang kamu mau kembali lagi kesini." "Penjaga cepat bersihkan kediaman pangeran ketujuh!" Perintah kaisar.
Han Yuzhu dengan tegas berbicara kepada kaisar ayahnya. "Ayah, Zhu'er telah lama tinggal di dalam sekte bersama dengan Grandshifu Lao dan belum pernah bertemu dengan kakak perempuan pertama jadi Zhu'er ingin undur diri dan menyapa saudari pertama." Perkataan Han Yuzhu membuat semua orang membisu termasuk Kaisar Han Muyao dan Han Yuzhen. Han Yuzhu yang melihat semua terdiam pun bingung lalu bertanya, "Kenapa Ayah dan Kakak diam?" kaisar hendak bicara namun, Han Yuzhen memotongnya dengan cepat. "Kamu akan tau ketika kita sampai dihalaman kakak perempuan pertamamu dan melihatnya sendiri," ucapan Han Yuzhen yang tenang namun terdengar sinis dan menyakitkan di telinga kaisar.
Namun, kaisar hanya diam tidak mengatakan apapun dan hanya menyiratkan rasa bersalah dan menyedihkan di matanya karena dirinya tidak pantas disebut ayah oleh mereka karena dirinya mereka bertiga terpisah dan karena dirinya ibu kekaisarannya meninggal juga membawa sebuah trauma terhadap putri pertamanya.
Han Yuzhen yang melihat keadaan kaisar hanya mendengus dan berkata dengan sangat pelan yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. "Zhen'er akan memaafkan Ayah. Jika, itu adalah keinginan saudari pertama." Seletah mengatakan tersebut Yuzhen keluar dari aula surgawi dengan Yuzhu yang mengikutinya. Sedangkan kaisar, walau perkataan Han Yuzhen hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri namun kaisar masih seorang pembudidaya dan dia mendengar dengan sangat jelas, apa yang dikatakan oleh putranya tersebut. Kasim yang merupakan tangan kanan kaisar hanya bisa bersedih melihat kaisar yang terlihat menyedihkan setiap kali bertemu dengan pangeran mahkota.
"Yang Mulia, hamba mohon untuk tidak membawa kedalam hati perkataan pangeran mahkota," ucap Kasim Wen yang merasa khawatir dengan kesehatan kaisar.
"Hufhh ...." Setelah menghela nafas panjang kaisar berbicara dengan kasim Wen. "Apakah Zhen akan dapat dimaafkan oleh putra-putri Zhen sendiri akan keegosian Zhen ... Li'er maafkan aku yang tidak bisa menjadi ayah yang baik bagi anak-anak kita hingga mereka sangat membenciku."
Kaisar yang selalu berkarisma dengan aura tegasnya kini merunduk sedih karena melihat mata putranya yang penih dengan kekecewaan. Mendiang Yermaisuri Ye yang pergi meninggalkannya putri pertama yang cacat, akibat trauma dan cedera pergi dan menetap di gunung, pangeran mahkota yang kecewa padanya, dan sekarang tatapan kosong tanpa kasih sayang dari putra ketujuhnya.
[ATH: Betapa menyakitkan penderitaan kaisar ini. Ck, ck, ck... ...... Aku saja masih bingung kenapa kaisar disini sangat berbanding kebalik dengan dirinya ketika duduk di kursi naganya. Bagai seorang suami dan ayah yang frustasi]
Sedangkan dua bersaudara kini tengah pergi menuju kediaman saudarinya. Mereka tidak mengetahui bahwa saudari mereka kini telah kembali dan duduk dengan santai sambil mengesap teh yang diseduh oleh pelayannya, Yu Yi. "Emm ... Putri kenapa anda terlihat sangat senang hari ini?" Tanya Yu Yi yang sangat penasarah dengan perubahan sikap Putri Han Yuxia yang sangat drastis.
"Kenapa? Itu karena aku bisa merasakan bahwa kedua saudaraku tengah bersama untuk mengunjungiku dan putri ini menebak bahwa saudara ketujuh akan sangat imut dengan tambahan ekspresi khawatirnya itu setelah melihat kakak perempuan tercintanya dengan kondisi cacat karena trauma." Alis Yu Yi berkedut setelah mendengar penjelasan putri-nya tersebut dan dalam hati berteriak, “Putri anda sebenarnya sehat dan bahkan tidak menunjukan cacat akibat trauma!”
Tidak lama kemudian seorang penjaga melapor. "Putri, pangeran mahkota dan pangeran ketujuh telah sampai di depan." "Biarkan mereka masuk." Setelah menunggu sebentar Han Yuxia melihat siluet kedua saudaranya yang berjalan ke arahnya. Namun, Han Yuxia seketika memerintahkan pelayannya untuk kembali ke gunung belakang. "Yu Yi cepat kita kembali ke gunung belakang." Sebelum Yu Yi dapat berbicara, Han Yuxia telah pergi. Penjaga yang melihatnya bingung sesaat namun mengerti apa yang harus dilakukan sedangkan Yu Yi langsung mengikuti nonanya ke gunung belakang manor.
Han Yuzhen dan Han Yuzhu telah sampai di tempat Han Yuxia duduk tadi. Namun, Han Yuzhu heran dengan keadaan halaman tempat tinggal kakaknya. "Saudara, kenapa kakak perempuan tidak ada untuk menyambut kita?" Han Yuzhen diam sesaat lalu menjawab pertanyaan yang di lontarkan adiknya. "Kakak pertama telah lama tinggal di gunung belakang manor dan tidak pernah turun." Perasaan kecut telah mengempul di dalam hati mereka berdua.
Han Yuzhu tidak bertanya alasannya dan langsung pergi melihat-lihat sekitar walau halaman tampak hidup tetapi saudari pertama telah lama meninggalkan halaman dan yang tersisa hanya pelayan dan penjaga. Han Yuzhen mengajak adik laki-lakinya untuk pergi kehalaman tempat tinggalnya untuk beristirahat dan Han Yuzhu mengangguk.
Malam pun tiba, Han Yuzhu sedikit bingung dengan Han Yuzhen yang tiba-tiba membawanya kembali ke istana walau dirinya sedikit enggan untuk kembali. Namun, setelah melihat situasi dia mengerti kenapa Han Yuzhen menyuruhnya kembali. Han Yuzhen saat itu memiliki perintah kaisar untuk menyelesaikan beberapa urusan penting yang membuat Han Yuzhen tidak bisa lagi menemani Han Yuzhu berkeliling dan akhirnya mengantarkan Han Yuzhu kembali ke kediamannya.
Tiba-tiba seekor Burung Elang mendarat di jendela kamar Han Yuzhu dan menemukan bahwa surat tersebut dari Putri Kegelapan Yu dan segera membacanya. Yuzhu sedikit terkejut dengan isi surat yang dikirim kepadanya dan sedikit bernapas lega bahwa ada kesempatan untuk meminta kakak perempuannya untuk kembali. Dalam isi surat tersebut bahwa putri akan pergi ke benua berbeda dan akan memakan waktu sekitar 2 tahun mungkin lebih Jadi ini membuat Yuzhu lebih tenang dan bisa memanfaatkan kesempatan 2 tahun untuk beradaptasi dengan lingkungan istana yang berbahaya.