Zelline hanya menghembuskan nafasnya kasar seraya menggelengkan kepalanya lagi-lagi sikap Andra yang seenaknya saja membuat Zelline geram.
"ya paling gak bukan tambahan hukuman walau ini tuh bener-bener nyiksa banget" keluh Zelline dalam hati
"gila si Zell..ini nmanya lo dibikin gak bisa nafas" ujar Rere saat jam istirahat
"disuruh ngoreksi setumpuk gitu cuma dikasih waktu sepuluh menit" tambahnya lagi dengan menggeleng-gelengkan kepalanya
"kalo gue udah nyerah duluan deh" ucap Rere lagi dengan mengangkat kedua tangannya
"sial banget emang gue musti ketemu sama tu cowok nyebelin"
"Zell nih...titipan dari pak Andra" ujar Bimo menyerahkan satu buah bungkusan plastik kepada Zelline
"apaan nih?" tanya Zelline yang keheranan
"manaketehe...gue cuma disuruh kasih ke lo doank" ujar Bimo lagi seraya pergi keluar kelas karena msih jam istirahat
"apaan tuh coba buka cepetan" kepo Rere
"ihh sabar bun...napa jadi lo yang kepo" ucap Zelline seraya membuka bungkusan tersebut
"apaan Zell?" tanya Rere yang tak sabar hingga ikut membantu membuka bungkusan tersebut
"roti?" tanya Rere begitu melihat isinya ternyata ada tiga buah roti dalam bungkusan tersebut sementara Zelline hanya mengernyitkan keningnya
"eh ada suratnya ni Zell"
Buru-buru Zelline mengambil surat tersebut dari tangan Rere dan kemudian langsung membacanya
"dimakan rotinya biar gak laper pas bersihin toilet nanti"
Zelline memukul pelan mejanya dengan tangan yang terkepal
"s**t! Kirain gue apaan" gerutu Zelline
"ikhh tapi ini sweet banget gak si? Perhatian banget si menurut gue!" ujar Rere dan Zelline langsung memutar bola matanya
"ngaco lo, baca nih...dia cuma gak pengen gue laper pas bersihin toilet kemaren juga dia bis traktir gue bakso"
"seriously?waw!"
"apanya yang wow si Re..ih biasa ja keles"
"ni si luar biasa Zell, dia pasti suka sama lo kalo gak mana mungkin coba ini roti kan belinya jauh banget Zell dari sini"
"iya juga si gue pernah anter dia kesana"
"lo pernah jalan bareng dia Zell?"
"shutt" Zelline menutup mulut Rere dengan tangannya
"gak usah gosip deh gue gak mau da masalah baru sama tuh cowok"
"lagi ngomongin cowok nih kek nya"
Zelline kaget mendengar suara Devan yang tiba-tiba saja menyela obrolan Zelline dan Rere
"cemburu lo Dev?" canda Rere
"ishhh...ngarep"
"Ngaku ja lo daripada ntar Zelline keburu digaet cowok laen mewekkk....hahaha" canda Rere lagi
"dihh males amat....sini bagi gue" tanpa permisi Devan mengambil sebuah roti yang sedang dipegang Zelline
"Devannnn itu roti gue"
"tau lo Dev itu kan roti dari gebetannya Zelline maen lo embat aja"
Devan tak memperdulikannya ia justru malah langsung memakannya
Zelline yang mendengar omongan Rere langsung melotot kearahnya sementara Rere hanya tersenyum
"kalo dipikir iya baik juga si kak Andra kemaren traktir bakso trus sekarang beliin gue roti...tapi tetep ja nyebelin" gumam Zelline dalam hati kemudian mengambil satu buah roti lagi dalam bungkusan tersebut dan memberikan yang satu lagi kepada Rere
*************
Zelline merebahkan tubuhnya diatas kasur
"capek banget....untung kak Andra udah pulang duluan gue gak disuruh koreksi"
Zelline langsung bangun dari tidurnya dan langsung duduk karena mengingat sesuatu
"wait...apa dia suruh gue ngoreksi pagi-pagi karena dia mo pulang duluan ya dia juga kasih roti mungkin itu juga alasannya"
Zelline menggelengkan kepalanya
"gak gak gak mungkin emang dasarnya aja tuh cowok nyebelin" Zelline melampiaskan kekesalannya dengan meremas-remas bantalnya
**************
"morning Zell...ayo sarapan" ajak Sarah ketika melihat Zelline sudah turun dari kamarnya dan sudah memakai seragam sekolahnya
Sarah mengoleskan roti dengan selai coklat kacang kemudian meletakkannya diatas piring Zelline, Adam menuangkan segelas air putih dan meletakkan gelas tersebut persis disamping piring Zelline, Zelline meneguk air putih tersebut kemudian menggigit roti yang sudah disiapkan Sarah.
"mana daddy Ramon? Apa dia tidak sarapan?" tanya Zelline yang tak melihat Ramon dimeja makan
"dia sedang keluar kota...mungkin nanti sore pulang.....semalam dia ingin mengabarimu tapi sepertinya kau sangat lelah dia mengetuk pintu kamarmu berkali-kali tapi kau tak juga bangun"
"benarkah?aku tak mendengarnya"
"Ya padahal masih jam delapan tapi sepertinya kau sangat lelah dear"
"ya sedikit" ucap Zelline tersenyum tak ingin membuat mommy dan daddy nya khawatir
"maaf non Zelline ada tamu didepan" ucap bi Murni
"siapa bi?"
"sepertinya yang waktu itu antar non Zelline pulang"
"anterin pulang?siapa ya?" Zelline bertanya-tanya dalam hatinya dengan mengernyitkan keningnya kemudian bangkit dari kursinya dan berjalan kearah pintu utama
"kak Andra?"
"hei lo udah siap kesekolah?ayok!" tiba-tiba Andra langsung mengajaknya kesekokah
Sementara Zelline mematung melihat kedatangan Andra yang tiba-tiba dan langsung mengajaknya kesekolah
"kenapa masih diem ja?ayok lo gak mo telat kesekolah kan?"
Belum juga Zelline menjawab tiba-tiba Sarah dan Adam sudah ada dibelakang Zelline
"siapa dia Zell?" tanya Adam
"dia ini guru baru disekolah Zelline" Sarah langsung menjawab
"dia juga wali kelas Zelline" tambah Sarah lagi
"oh...salam kenal..saya Adam, daddynya Zelline" Adam mengulurkan tangannya kemudian Andra membalas uluran tangannya seraya tersenyum
"saya mengajak Zelline berangkat bersama saya kesekolah"
"wow!! Sejak kapan seorang wali kelas menjemput muridnya?" tanya Adam kurang suka
"maaf tapi saya membutuhkan bantuan Zelline untuk membantu saya mengoreksi tugas-tugas biologi jadi saya hanya ingin membalas kebaikannya yang telah bersedia membantu saya"
"begitukah?....saya rasa seorang murid hanya berkewajiban belajar bukan membantu gurunya untuk mengoreksi...setahu saya mengoreksi tugas-tugas itu merupakan kewajiban guru...bukan begitu Zelline?" ujar Adam protektif. Adam selalu waspada bila ada lelaki yang mendekati Zelline, seperti saat ini Adam tak ingin ada orang yang memanfaatkan Zelline.
"Hmm saya rasa tidak masalah...Adam sudahlah tak apa-apa biar Zelline membantunya...menurutku Zelline juga bisa sekalian belajar" ujar Sarah menengahi
"benarkan dear? Kau tak masalah bukan?" tanya Sarah kepada Zelline seraya mengusap rambut Zelline
"ah...ya...it's okey dad...gak masalah kok"
"are you sure?"
"ya..don't worry"
"aku bisa sekalian belajar lagipula tak mengganggu waktu sekolah kok....tenang aja" tambah Zelline meyakinkan Adam. Tapi lebih kepada Zelline tak ingin mommy atau daddy nya tahu kebenarannya bahwa dia sedang dihukum
Akhirnya Adam mengizinkan Zelline berangkat dengan Andra.
"tadi itu bokap lo?" tanya Andra saat didalam mobilnya
Andra sengaja membawa mobil kesekolah untuk menjemput dan mengantar Zelline pulang nanti, karena ia tak ingin seperti kemarin-kemarin dirinya harus mengantar Zelline pulang kemudian dia balik lagi kesekolah untuk mengambil kendaraannya.
"ya" jawab Zelline singkat
"hmm gak heran si dia keliatan protektif banget"
Zelline hanya mengangguk
"lo pasti takut kan kalo mereka tahu kalo lo tuh sebenernya kagi dihukum" ejek Andra seraya tersenyum kearah Zelline
"hahaha...ya..ya..ya...whatever" jawab Zelline malas namun dia seperti ingat sesuatu