Zelline teringat akan sesuatu kemudian menatap Andra seraya menyunggingkan senyumnya
"lo pasti gak bisa berkutik kali ini" batin Zelline
"hmm...gimana ya kalo pak Hendro atau seluruh murid tau kelakuan anda itu seperti apa"
"maksudnya?" tanya Andra bingung melirik Zelline sekilas kemudian kembali fokus menatap jalanan didepan
"your hand....tatto?" kembali Zelline menyunggingkan senyumnya
"what?hahahahaha"
"apa yang lucu?" tanya Zelline bingung karena Andra bukannya takut akan ancaman Zelline ia malah justru tertawa
"ya lucu aja"
"maksud lo ini?" Andra membuka kancing atas kemejanya yang berwarna navy itu
"wait...kek nya gambar tatonya ada yang beda" batin Zelline mengernyitkan keningnya melihat tatto yang ada diatas lengan Andra
"see? Comeone..i think you know what this" tanya Andra dengan menggerakkan bahu kirinya yang ada gambar tato naga bersayap
"ya...temporary" ucap Zelline lesu, niatnya ingin agar Andra tak lagi mengganggunya sepertinya sirna sudah
"hahaha...lo tau Zell? I'm a model jadi wajar kan kalo gue pake tato...lebih ke tuntutan profesi si gue bukan tipe cowok yang suka body painting" ucap Andra seraya tersenyum kearah Zelline yang sedang mengerucutkan bibirnya
"lo boleh kok kasih tau ke pak Hendro atau seluruh murid or every body doesn't matter for me...seriously!" ucap Andra lagi dengan nada mengejek dan berhasil membuat Zelline meninju bahu Andra
"aw...kalem girl!"
"gue masih nyetir...gue rasa lo juga gak mao mati muda kan?"
"ishhh lo tuh nyebelin banget sumpah!" gemas Zelline yang hendak memukul bahu Andra lagi namun ditahannya
"hahaha"
Begitu tiba diparkiran sekolah Zelline langsung buru-buru keluar dari mobil Andra dan tak menghiraukan panggilan Andra yang menyuruhnya untuk menunggu
"woi Zell" bahu Zelline ditepuk oleh seseorang
"hei...Tiara..."
Zellinse langsung memeluk sahabatnya itu pasalnya sudah beberapa hari Tiara tidak masuk sekolah
"lo kok gak ada kabar si Tir?" tanya Zelline
"iya...gue sakit"
"kok lo gak bilang kalo sakit?"
"it's oke gue udah baek kok sekarang"
Zelline menghentikan langkahnya dan menatap Tiara dari atas sampai bawah
"serius lo?lo tuh masih keliatan pucet tau gak!"
"m..masa sik? Gak ah biasa ja ..by the way itu tadi diparkiran siapa Zell?cowok lo?"
"cowok?gue?..ikhh gak banget deh...cowok nyebelin kek gitu"
"ih ..ganteng tau...body nya juga atletis banget" ucap Tiara antusias sementara Zelline hanya memutar kedua bolanya malas membahas tentang Andra
"Tiaraaaaa" teriak Rere yang melihat kedatangan Tiara dikelas
"Re..miss you"
"lo kemana ja bu?"
"sakit Re tapi sekarang udah gak papa kok!"
"lo beneran sakit atau kenapa?tumbenan lo gak da kabar sama sekali" selidik Rere
"emmm beneran kok" ucap Tiara yang enggan menceritakan alasan sebenarnya
"yaudah si jujur aja Tir kalo emang lagi da masalah kita pasti bantuin lo kok" ucap Zelline seraya memegang bahu Tiara
"thanks ya guys" ucap Tiara sambil melihat kearah Zelline dan Rere bergantian
"kek nya beberapa hari gue gak masuk gue ketinggalan gosip deh!" tanya Tiara mengalihkan perhatian sementara Zelline mengernyitkan kening kemudian menatap Rere seraya menaikkan alisnya bingung
"gosip apa seh?" tanya Rere
"tuh..Zelline punya cowok" bisik Tiara membuat Zelline melotot kearahnya
"cowok?siapa Zell?lo jadian ma siapa?kok gue gak tau?" tanya Rere kepo
"ishh...gosip lo pada"
"siapa?siapa?" tanya Rere kepada Tiara sambil menyenggol lengan Tiara
"gue juga gak tau tu cowok siapa tapi gue lihat tadi diparkiran Zelline dianter sama cowoknya"
"uhuk..uhuk.." tiba-tiba Zelline jadi keselek mendengar ucapan Tiara barusan
"kenapa lo Zell?" tanya Rere
Zelline hanya menggoyangkan tangannya kearah Rere sementara tangan yang satunya menepuk nepuk dadanya pelan
"itu si bukan cowok gue! Itu wali kelas kita yang baru dodol" ucap Zelline akhirnya setelah berhasil meredakan batuknya
"what?? Lo bareng pak Andra tadi?wagilaseh" ucap Rere sementara Tiara mengernyitkan keningnya bingung
"lo jadian sama wali kelas kita Zell?" tanya Tiara yang disambut tawa oleh Rere
"ihh lo berdua pada kenapa sih? Salah makan?" geram Zelline
"ikhhh apaan si?ada apaan?kok lo malah ketawa Re"
"ntar gue ceritain ya sekarang udah bel...tuh Mr. Crist udah dateng" ucap Rere menunjuk Mr. Crist, guru bahasa Inggris yang sudah ada didepan kelas
Dengan rasa yang masih penasaran akhirnya Tiara beranjak dan duduk dikursinya
Tiara menganggukkan kepalanya ketika Rere menjelaskan permasalahan yang terjadi antara Zelline dan Andra
"nihhh...buat lo Zell dari Pak Andra" kali ini Devan yang memberikan sebuah paper bag kepada Zelline
"liat gak si tadi muka Devan kek bete gitu ya"tanya Rere sambil menyenggol lengan Tiara kemudian keduanya saling senyum
"jangan bikin gosip deh lo berdua" greget Zelline melihat kedua sahabatnya yang mulai bicara aneh-aneh
"itu apaan Zell?buka gih cepet" tanya Tiara
"kalo diliat dari bungkusannya si itu kek roti yang kemaren Zell"
Zelline hanya diam kemudian melihat isinya dan benar saja ternyata isinya roti seperti kemarin tapi kali ini tidak ada suratnya.
"huft" Zelline membuang nafasnya kasar saat bel terakhir berbunyi
"Zell lo mau kita tungguin gak?" tanya Tiara yang hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Zelline
"hmm gak usah lah kalian balik ja duluan gue masih lama"
"gak papa Zell kalo lo mau kita tungguin juga gak papa kok iya kan Re?" tanya Tiara meminta persetujuan Rere
"iya tuh betul banget...kemaren-kemaren kan gue gak bisa terus nungguin lo sekarang mumpung ada Tiara..gue juga gak da janji sama Dito...i'm free today" jelas Rere yang disambut pelukan hangat oleh Zelline
"thanks ya guys...tapi bener deh gak usah kan da kak Andra"
"hah?kak Andra?" tanya Rere dan Tiara berbarengab
"eh...maksud gue Pak Andra hehe" Zelline menggaruk kepalanya yang tak gatal
"duh kenapa bisa keceplosan si ya walaupun si cowok nyebelin itu yang suruh tapi kan tetep ja gak mau deh digosipin yang gak-gak" batin Zelline.
"wait...maksud lo apa?" tanya Tiara
"hmmm pasti ini mah" ucap Rere
"apaan si Re?" tanya Tiara bingung sementara Zelline hanya mengernyitkan keningnya
"ituloh semenjak dia dihukum kan pak Andra anterin dia pulang jadi kita gak usah khawatir lah Zelline udah ada yang ngaeal" canda Rere kemudian tersenyum kearah Zelline seraya menggerakkan alisnya keatas kebawah
"ishh lo tuh gosip banget si" Zelline menoyor kepala Rere
"udah ah gue mau mastiin dulu yoilet lantai 1 udah sepi blom" Zelline mengambil tasnya kemudian meletakkannya dibahunya dan berjalan keluar kelas yang diikuti oleh Tiara dan Rere.
Setelah sampai dilantai satu dan memastikan toiletnya sudah tidak ada yang pakai Tiara dan Rere pamit pulang, Zelline pun lantas bergegas membersihkan toilet tersebut.
Fiuhhh
Zelline mengusap dahinya yang berkeringat kemudian membereskan peralatan bersih-bersihnya ketemoat semula, saat hendak keluar dari toilet betapa terkejutnya Zelline ternyata sudah ada Andra disana yang sedang menunggunya
"aaa"
"ya ampun kenapa ngagettin si?udah kek hantu ja tiba-tiba nongol" kesal Zelline karena hampir saja dirinya bertubrukan dengan Andra didepan toilet
"sudah selesai?"
"udah"
"hari ini gak da koreksian jadi kita langsung pulang aja"
"kita??langsung pulang?ishh" gerutu Zelline pelan namun masih terdengar oleh Andra
"kamu gak suka kalo saya anter pulang?" tanya Andra
"iya...takut digosipin ntar yang ada saya dilabrak Karin" seloroh Zelline
"kamu cemburu sama Karin?" goda Andra
"whatttt?" Zelline menganga mendengar ucapan Andra barusan kemudian berjalan meninggalkan Andra
"hei....gak usah ngambek" teriak Andra
"mo makan dulu pa langsung balik?" tanya Andra begitu didalam mobilnya
"terserah" jawab Zelline datar
"udah donk ngambeknya" ledek Andra
"ishhh gak jelas" ucap Zelline kemudian menatap kejalan
"hahaha"