"ingat kamu juga harus bantu saya untuk mengoreksi tugas biologi" tambah Pak Andra dan sukses membuat Zelline geram memdengarnya
Zelline masih diam mematung, kedua tangannya mengepal disamping.
"ayo tunggu apalagi?kalo kamu cuma diam mematung saja gak akan selesai hukuman kamu! Ingat ini baru hari pertama"
"ishhh...ngeselin banget si? Udah tau gue gak biasa ngerjain ginian!" kesal Zelline mengeluarkan amarahnya
"dasar anak manja!" ujar Andra kemudian keluar dari toilet
"ikhhhh bangke...nyebelin!!!" umpat Zelline seraya mengepalkan tangan kanannya kearah punggung Andra yang sudah tidak terlihat lagi.
"permisi" terdengar suara seseorang dari depan pintu toilet, Zelline bergegas menghampiri
"iya??"
"maaf mba saya disuruh Pak Andra untuk kasih tahu mba nya cara bersihin toilet"
"what??" Zelline melototkan matanya tak percaya
"ya ampun niat banget sumpah sampe nyuruh mba Heni tukang bersih-bersih sekolah ngajarin gue bersihin toilet" batin Zelline tak percaya sampai ia harus menggeleng-gelengkan kepalanya
"ayuk mba saya ajarin ini alat pembersihnya" mba Heni memberikan sebuah sikat bergagang panjang kepada Zelline dan dengan sigap dan telaten mengajari Zelline membersihkan toilet serta mengawasinya hingga selesai.
"fiuhh"
Zelline mengelap keringat yang ada didahinya ia merasa sangat lelah
"mba udah selesai kan ya....saya pamit ya mba...permisi" ucap mba Heni dengan senyum ramahnya sementara Zelline hanya mengangguk dan melambaikan tangan
"well done!" ucap Andra mengagetkan Zelline kemudian menyodorkan sebotol air mineral kepada Zelline
"ini biar kamu gak dehidrasi"
Dengan sangat terpaksa Zelline menerima air mineral tersebut walau rasanya ingin sekali dirinya berteriak tapi rasa haus setelah membersihkan toilet membuatnya mengurungkan niatnya tersebut.
"ayo sekarang kamu bantu saya mengoreksi" ujar Andra saat Zelline meminum air tersebut bahkan hampir saja Zelline menyemburkan air tersebut dari mulutnya karena kaget mendengar ucapan Andra
"Harus sekarang?" tanya Zelline dengan memelas
"yup"
Zelline mengekor dibelakang Andra dengan rasa yang penuh kesal
Brukk
Andra meletakkan setumpuk buku tugas biologi diatas meja membuat Zelline menelan salivanya melihat buku-buku tugas tersebut
"saya dengar nilai biologi kamu paling bagus jadi kamu pasti bisa diandalkan bukan?!"
Zelline duduk dihadapan Andra dan langsung memulai mengoreksi buku-buku tugas tersebut satu persatu hingga pukul tiga sore Zelline baru selesai mengoreksi
"sudah selesai?"
"hmm"
"ok good! Besok lanjut lagi ngoreksi tugas kelas lain"
"what? Uhhh" Zelline menghela nafasnya kasar kemudian beranjak dari duduknya namun saat hendak melangkah tangannya ditahan oleh Andra
"mau kemana?hukuman kamu hari ini sudah selesai tapi saya belum suruh kamu pulang!"
"hah?apa lagiii?" tanya Zelline dengan mengepalkan kedua tangannya menahan emosi
"ikut saya" ajak Andra yang kemudian membereskan mejanya dan mulai melangkahkan kakinya
"mana kunci mobilmu?"
"jangan bilang bapak mau antar saya pulang trus saya harus anter bapak lagi setelah itu"
"udah cepet mana?"
Dengan berat hati Zelline mengeluarkan kunci mobilnya dari dalam tas dan menyerahkannya ke Andra
"kita makan dulu disini" ujar Andra setelah sampai didepan kedai bakso yang jaraknya tak jauh dari sekolah
Zelline bingung untuk apa Andra mengajaknya makan bakso
"ayo cepet turun" Andra mengetuk kaca pintu mobil Zelline karena Zelline masih duduk dan belum keluar dari dalam mobil.
"gue tau lo blom makan dan ini udah kewat dari jam makan siang" ucap Andra kembali setelah mereka berdua masuk kedalam kedai dan memilih duduk di bagian yang kosong
"terimakasih" ucap Zelline tulus
"ini pesanannya...silahkan dinikmati" ucap pelayan dengan ramah
Zelline menikmati bakso dan segelas es jeruk kesukaannya, ya kedai ini termasuk salah satu tempat yang sering dikunjunginya.
"lo suka pa laper?" tanya Andra yang keheranan melihat Zelline melahap bakso dan es jeruknya dalam waktu yang singkat
"gue rasa gue mecahin rekor makan bakso tercepat dan ini berkat lo...thanks" sindir Zelline yang ditanggapi dengan senyuman oleh Andra.
"lo mau nambah?"
Zelline menggeleng kemudian melihat jam dipergelangan tangannya, sudah jam tiga lewat emat puluh menit dirinya lupa mengabari mommynya, Andra yang melihat Zelline tampak cemas akhirnya mengantar Zelline pulang tapi kali ini ia turun didepan pintu gerbang rumah Zelline dan memesan ojek online untuk kembali kesekolah karena motornya masih terparkir disekolah.
"buat apa coba repot-repot traktir bakso trus anter pulang kalo dirinya sendiri bawa kendaraan...memang dasar nyebelin" gerutu Zelline setelah Andra keluar dari mobilnya
"Zell kau sudah pulang?bagaimana tugas tambahanmu?" tanya Sarah saat Zelline sampai didalam rumah
"tugas tambahan?" tanya Zelline heran pasalnya ia tidak memberitahu apa-apa pada mommynya itu terlebih tugas tambahan apa coba?kalo yang dimaksud adalah hukuman siapa yang memberitahunya, batin Zelline bertanya-tanya.
"Andra memberitahu mommy tadi siang bahwa kau pulang agak telat karena membantunya untuk mengoreksi tugas biologi karena menurutnya nilaimu paling bagus..ya mommy senang mendengarnya...kau mendapatkan tugas yang sangat bermanfaat" jelas Sarah dan itu membuat Zelline memijit pelipisnya kemudian menarik nafas dalam
"ya mom, aku lelah mau istirahat dulu" ucap Zelline kemudian jalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"bener-bener ya tu cowok sampe bilangin nyokap coba kalo gue dapet tugas tambahan bagus si dia gak bilang gue kena hukuman tapi awas ja ya.....ukhhhh nyebelinnnnn" gerutu Zelline saat berada didalam kamar kemudian mengepalkan kedua tangannya didepan dadanya seraya mengeram.
****************************************
"Zell gimana hukuman lo kemaren?" tanya Rere yang baru saja datang dan meletakkan tasnya diatas meja
"hmm...ya gitu deh"
"gitu gimana?sorry ya gue gak nemenin lo bis kemaren gue ada janji sama Dito"
Ujar Rere seraya menelungkupkan kedua tangannya didepan wajah
"lo gak marah kan?" tambah Rere merasa bersalah pasalnya ia berjanji akan menemani Zelline samai ia selesai membersihkan toilet agar Zelline tidsk merasa bete
"gak lah ngapain gue marah sama lo, kan gue yang dihukum bukan lo" ujar Zelline
"sorry...tapi lo gak kenapa-napa kan?"
"kenapa-napa apaan?gue fine lah baru segitu doank....cuma bete aja sama tuh guru satu....nyebelinnya gak kira-kira"
"kenapa Zell?dia nambah hukuman lo?"
"gila ya saking gue bingungnya gak pernah bersih-bersih dia sampe nyuruh mba Heni, yang biasa bersih-bersih disekolah itu buat ngajarin gue bersihin toilet udah gitu pas selesai gue langsung disuruh ngoreksi donk hmmm parah sih!" cerocos Zelline kesal
"wahahaha.....sabar bun....sabar...ini cobaan...cobaan" canda Rere dengan tawnya yang khas
Zelline menoyor kepala Rere pelan
"sinting lo gue lagi kesel malah lo becandain"
"yaelah bun biar asyik gitu hidup lo"
"hidup gue tuh asyik kalo tanpa gangguan Devan and Pak Andra"
"ada yang sebut nama saya?"
Zelline menoleh saat mendengar seseorang berbicara dan ternyata Andra sudah berdiri dibelakang Zelline
"oh God dia lagi kenapa si pagi-pagi gini musti berurusan sama ni makhluk bumi satu" batin Zelline seraya memutar bola matanya
"Zelline Anggia kamu ikut saya kekantor sekarang"
"hah? Ada apa ya pak?"
"cepat ikut sekarang!" perintah Andra lagi yang langsung berjalan meninggalkan Zelline yang masih duduk.
Zelline mengangkat kedua alisnya kepada Rere dan dibalas Rere dengan mengangkat kedua bahunya kemudian tak lama Rere mengadahkan wajahnya kearah Andra yang sudah berjalan keluar dari kelas dengan segera Zelline berjalan mengejar Andra tentu saja masih dengan kebingungannya tapu Zelline tak ingin hukumannya ditambah
Sesampainya diruangan pak Andra menyerahkan setumpuk buku kepada Zelline dan menyuruhnya untuk mengoreksi saat itu juga padahal sebentar lagi jam pertama segera dimulai sisa sepuluh menit lagi. Zelline hanya menghembuskan nafasnya kasar seraya menggelengkan kepalanya lagi-lagi sikap Andra yang seenaknya saja membuat Zelline geram.
"ya paling gak bukan tambahan hukuman walau ini tuh bener-bener nyiksa banget" keluh Zelline dalam hati