"tapi gue mau ke toko roti yang dipertigaan sana" tunjuk Andra kearah yang berlawanan dengan arah car wash milik Ronald
"oh God" Zelline menggeleng
"lo pikir gue sopir kali maen enak aja nyuruh-nyuruh mana beda arah gini mending naek taksi online aja bos" kesal Zelline yang malah disambut tawa oleh Andra
Zelline menuruti Andra mengantarnya ketoko roti kemudian berbalik arah ke car wash Ronald dan perjalanan memakan waktu hampir sejam, sukses membuat Zelline kesal. Terlebih ketika sampai di car wash Andra berkata bahwa hukuman untuknya akan diberitahu besok dan Zelline harus bersiap-siap untuk itu, sungguh benar-benar keterlaluan Zelline fikir setelah mengantarnya kesana kemari Andra akan memaafkannya dan tidak memberinya hukuman ternyata tidak.
"aahhhh...dedemit b******k" Zelline menunjukkan jari tengahnya kearah punggung Andra yang sedang berjalan dari dalam mobilnya. Tak lama setelahnya Zelline langsung mengemudi dengan kecepatan tinggi, dirinya tak ingin berlama-lama menatap kepergian Andra yang justru malah membuatnya tambah kesal.
*********************************************
"Zell....gue liat lo kemaren jalan sama pak Andra ya?" tanya Riska kepo
"hmm"
"ihh jawab Zell, lo dihukum apaan?trus lo ngapain aja sama pak Andra dimobil?si Karin cemburu noh" seloroh Riska masih dengan keingintahuannya yang tinggi namun tetap tak digubris Zelline
"Zell..kok diem aja si jawab donk?"
"apaan si?"
"Zelline..." teriak Rere dari depan pintu mengagetkan Zelline yang sedang memangku kepalanya dengan tangan diatas meja
"apa si lo ngagetin aja"
"lo harus liat...sumpah ya lo harus liat itu...cepetan...ayok" ajak Rere dengan menarik narik tangan Zelline
"ih apa si...males banget ...mager tau"
"udah pokoknya cepetan ikut"
"apaan si Re?" tanya Riska yang ikut berdiri dan mengekor dibelakang Rere dan Zelline
"itu ..liat" tunjuk Rere kearah mading sekolah disana sudah ada beberapa murid yang sedang melihat-lihat mading dan saling berbisik kemudian menatap Zelline dengan tatapan mencibir setelah mengetahui kedatangan Zelline
"apaan si?" ujar Zelline yang tak suka ditatap seperti itu tak butuh waktu lama bola mata Zelline membesar ketika membaca apa yang tertera dimading tersebut
"what???"
Zelline membaca berulang kali tak percaya dengan apa yang tertulis disana
"ini...hah?" tunjuk Zelline kearah tulisan tersebut kemudian memandang Rere
Rere yang tak tahu apa-apa hanya mengangkat kedua bahunya
"seriously?akhhhh" teriak Zelline membuat orang-orang yang ada disekitarnya menatapnya dan menutup kedua kupingnya
Zelline berjalan kearah ruang guru dan mendapati Andra yang sedang duduk sambio menikmati secangkir kopi dan sebuah kertas ditangan
"permisi pak, maksud bapak apa ya?"
"maksud yang mana?" tanya Andra mengerutkan keningnya
"tulisan dimading...saya rasa bapak orang yang berpendidikan dan bisa menghormati orang lain"
"maksud kamu?"
"tulisan dimading jelas menunjukkan bahwa bapak adalah orang yang tidak mengerti etika"
"saya rasa kamu butuh secangkir kopi Zell...mau punya saya" ujar Andra seraya mengarahkan kopi ditangannya ke Zelline yang masih berdiri didepan Andra
Zelline mengepalkan tangannya, kalau saja ia tak ingat siapa Andra sudah pasti hidung mancung Andra sudah berdarah-darah dibuatnya.
"bapak bisa langsung bicara kepada saya mengenai hukuman apa yang akan saya terima atas kesalahan saya kemarin, bukannya malah menuliskannya dimading seperti itu"
"apa karena bapak adalah seorang guru lulusan luar negeri dan berprestasi bisa seenaknya saja berbuat semaunya?" protes Zelline
"saya tau saya salah dan saya telah mengakui dan meminta maaf kepada anda dan siap menerima hukumannya tapi tidak seperti ini...tidak dengan mempermalukan saya didepan satu sekolah...dimana rasa empati bapak?jangan lupa saya juga punya alasan berbuat demikian...itu yang harusnya anda pertimbangkan" tambah Zelline sebelum akhirnya meninggalkan Andra tanpa permisi
Andra hanya tersenyum melihat kepergian Zelline kemudian meminum kembali kopinya, tampak dari balik pintu pak Hendro sedang menarik nafas dalam sepertinya menyetujui permintaan Andra telah membuat masalah baru.
"ikhh..brengsek" kesal Zelline kemudian menendang tembok
"awww"
"bhaahahaha" terdengar suara tawa dari arah belakang
Zelline menoleh dan mendapati Devan yang sudah ada dibelakangnya sedang tertawa kemudian menatap tajam kearah Devan
"ini semua tuh gara-gara lo b******k" umpat Zelline seraya menunjuk muka Devan
"weii...apa hubungannya sama gue?" tanya Devan dengan mengangkat kedua tangannya keatas
"ikhhh" Zelline menghentakkan kakinya kesal kemudian meninggalkan Devan
"brengsek....bangke emang tu si Andra masa bikin hukuman aja sampe musti diumumin dimading si ikhhh ngeselin" gerutu Zelline masih terus berjalan
"aaaaaa" teriak Zelline kesal seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"kenapa lo Zell?" tanya Rere yang melihat tingkah aneh Zelline
"gimana gue gak kesel coba...bener-bener nyari masalah tu guru" gerutu Zelline saat duduk dikursinya
"sabar ya Zell.. Ni juga kan salah lo"
"iya gue tahu gue salah tapi gak musti gini juga donk bikin malu tau gak mao taro dimana muka gue?masa seorang Zelline Anggia disuruh bersihin toilet mana toilet cowok lagi dan yang bikin jengkel itu kenapa musti dijabarin juga coba dimading...ikhhh,,,b******k,,,nyebelin" gerutu Zelline yang tak terima pasalnya Andra menuliskan kesalahan Zelline dimading dan menuliskan hukuman yang cocok untuknya adalah membersihkan toilet cowok selama satu minggu dan membantu Andra mengoreksi tugas-tugas anak didiknya dan itu bukan cuma kelas Zelline saja tapi ada enam kelas membayangkan itu semua sungguh benar-benar membuat Zelline kesal.
Zelline menutup wajahnya dengan kedua tangannya ia benar-benar tak habis fikir dengan Andra kemarin sikapnya kepadanya biasa saja tapi hari ini seolah sedang menabuh perang padanya.
Devan masuk kekelas melihat Zelline yang sedang duduk dengan menutup wajah menghampirinya kemudian mengetuk-ngetukkan jarinya diatas meja Zelline
Tuk..tuk..tuk..
"hei..Zell!" panggil Devan
"apa?" Zelline menurunkan tangannya kini wajahnya menghadap kearah Devan
"lo gak naro lem dikursi gue lagi kan hari ini? Hahaaha" ledek Devan dan disambut dengan kepalan tangan Zelline yang mengudara seraya melotot kearah Devan
"gara-gara lo ya..awas aja lo b******k"
"hahhaha...." Devan kembali tertawa tak perduli ucapan Zelline yang sedang mengumpatnya bertubi-tubi.
"Zell!" panggil Irvan saat jam istirahat
"hmm"
"tadi kata pak Andra jangn lupa pulang sekolah lo bersihin toilet cowok dulu"
"hmm" Zelline meletakkan kepalanya diatas meja dia enggan berbicara bahkan dirinya tak keluar untuk sekedar kekantin biasanya dia sudah menghabiskan segelas es jeruk dengan semangkuk bakso atau mie ayam tapi hari ini dia benar-benar tak bersemangat
"Zell" Rere mengguncang bahu Zelline
Zelline hanya menggerakkan kepalanya kearah Rere tanpa mengangkat kepalanya dari atas meja
"ikhh jangan lesu gitu napa Zell...lo mau gue bantuin ntar?"
"no...ntar masalah gue nambah" ucap Zelline pelan
"yaudah sih lo nya jangan lemes gitu...mana Zelline Anggia yang selalu tersenyum dan penuh semangat" Rere mencoba membangkitkan semangat Zelline sementara Zelline hanya mengerucutkan bibirnya
"mau gue beliin es?es jeruk ya?atau jus?hmm bakso..bakso?" tanya Rere namun Zelline hanya menggeleng semuanya ditolak mentah-mentah oleh Zelline tiba-tiba seseorang meletakkan segelas es jeruk diatas meja Zelline.
Zelline menoleh saat seseorang meletakkan segelas es jeruk diatas mejanya
"apaan nih?"
"es jeruk lah...mang lo lagi mau apaan?" tanya Devan seraya mengangkat kedua alisnya
Zelline mengerutkan keningnya tak percaya dengan apa yang dilakukan Devan saat ini
"lo gak lagi ngerjain gue kan?"
"come on Zell..gue cuma pengen lo ada tenaga buat ntar bersihin toilet"
"damn!" umpat Zelline ternyata ada maksud tersembunyi dan refleks hampir saja Zelline melemparkan gelas berisi es jeruk tersebut kearah Devan kalau saja Rere tak buru-buru menarik lengan Zelline
"Zell...udah jangan ditanggepin biarin ja si mending lo minum ja es jeruknya mubazir kan kalo dibuang-buang"
Zelline melotot kearah Devan seraya menimbang-nimbang ucapan Rere
"tenang aja gue gak kasih racun kok! Serius!!" ucap Devan seraya membentuk jarinya menjadi v
Entah karena haus atau apa tapi Zelline akhirnya meminum es jeruk tersebut
"see..enak kan?gue tuh lagi baek sama lo..gue tuh kasian sama lo kan lo butuh tenaga buat bersihin toilet nanti kl lo sampe pingsan kan gak lucu Zell" ujar Devan dan berhasil membuat Zelline kesal hingga kembali melotot kearah Devan dan lagi-lagi Devan hanya tertawa
Kalau saja tidak keburu bel mungkin Zelline sudah baku hantam dengan Devan.
*****************
Zelline berjalan kearah toilet cowok dirinya sudah siap untuk menerima hukuman, disekolah ada sekitar 6 toilet cowok dan cewek. Dirinya hanya disuruh membersihkan 2 toilet cowok setiap harinya seusai pulang sekolah. Jadi Zelline msmutuskan untuk membersihkan toilet cowok yang berada dilantai 3 terlebih dahulu, besok dilantai 2 dan lusa dilantai 1 kemudian balik lagi kelantai 3 dihari berikutnya hingga habis masa hukumannya.
Berhubung kelas Zelline berada dilantai tiga dan sepertinya semua siswa yang berada dilantai tiga sudah tidak ada maka Zelline langsung masuk kedalam dan mulai membersihkan toilet tersebut.
"oh God...sumpah sial banget gue" ujar Zelline saat berada didalam toilet
Dirinya yang tak biasa bersih-bersih apalagi membersihkan toilet bingung harus mulai darimana, dirinya hanya melihat-lihat kedalam sambil sesekali menutup hidungnya.
"ehemm" suara seseorang berdehem dan Zelline kenal betul suara siapa itu
"kenapa belum mulai membersihkan toilet?"
"ingat kmu juga harus bantu saya untuk mengoreksi tugas biologi" tambah Pak Andra dan sukses membuat Zelline geram memdengarnya.