Pak Hendro masuk kedalam kelas dengan wajah merah menahan amarah
"siapa yang telah isengin pak Andra?" suara berat pak Hendro jelas terdengar sangat marah dan berhasil membuat para murid diam
"bukan isengin pak Andra tapi pak Andranya aja yang kena sial gegara duduk dibangku Devan" batin Zelline
"baiklah kalau tidak ada yang mau mengaku kalian semua akan kena hukum" tegas pak Hendro kemudian keluar dari kelas sembari menggelengkan kepalanya
"wah..parah...parah..woi ngaku donk perbuatan siapa tu?" teriak Dika, ketua kelas
"iya....ngaku aja deh masa jadi kita semua si yang kena hukumannya..gak asik tau" gerutu Karin kemudian memonyongkn bibirnya
"bangke nih sue...siapa yang iseng kita semua yang kena" umpat Bimo
"eh Zell jangan-jangan lo ya yang udah taroin lem dikursi Devan?" selidik Rere setengah berbisik
"apaan si lo Re"
"udah lo ngaku aja...lo pasti dendam kan sama Devan gegara kemaren dia basahin rok lo?"
"iihh apaan si" sangkal Zelline kemudian memalingkan wajahnya sebelum tangannya mendorong pelan bahu Rere
"kasian juga si kalo yang laen harus kena hukum..tapi kalo gue ngaku gue dihukum udah salah sasaran kena hukum pula..ah..Devan b******k" gerutu Zelline dalam hati
"wah...parah gila nih siapa si yang ngerjain pak Andra?" tanya Irvan yang baru saja masuk kelas
"iya siapa si biang keroknya?celana pak Andra tuh sampe musti digunting tau gak" tambah Wisnu
Brakk
Zelline menggebrak mejanya kencang dengan kedua tangan seraya berdiri
"berisik lo semua" ujarnya kemudian berjalan keluar kelas
"kenapa tuh si Zelline?" tanya Riska pada Rere yang hanya dijawab dengan kedua bahu yang diangkat dan tangan yang mengadah keatas
"wah ...bener nih ...Zelline kali ...ini kan bangku Devan" ujar Irvan seraya menunjuk-nunjuk
"bener-bener..bisa jadi..bisa jadi" timpal Bimo diikuti dengan teman-teman yang lain ikut berasumsi
Zelline mengetuk pintu ruang guru, dia tahu perbuatannya salah dia memang takut dihukum tapi Zelline bukanlah pengecut yang berani berbuat tanpa berani menanggung resikonya
"masuk" terdengat suara pak Hendro dari balik pintu
Ceklek
"permisi pak"
"iya..Zelline ada apa?"
"maaf bisa saya minta waktunya sebentar"
Pak Hendro memgerutkan keningnya kemudian memyuruh Zelline duduk dihadapannya
"sebelumnya saya ingin minta maaf atas perbuatan saya, saya yang sudah menempelkan lem dikursi tersebut pak"
Ucapan Zelline membuat Pak Hendro kaget pasalnya Zelline adalah anak yang pintar tak pernah berbuat onar
"kamu?"
"iya pak saya"
"untuk apa kamu berbuat demikian?"
"saya hanya ingin membalas perbuatan Devan kemarin pak makanya saya taro lem dikursi Devan"
"perbuatan Devan kemarin?"
Zelline mengangguk
"apa itu?"
"Devan membasahi rok belakang saya pak sampai saya dikira ngompol sama satu sekolah"
Pak Hendro menaikkan alisnya keatas kemudian memijit pelipisnya
"tapi perbuatan kamu justru malah membuat malu bapak, kamu tahu kan pak Andra guru baru disini dan dia wali kelas kamu, sudah seharusnya kamu bisa menghargainya"
"maaf pak saya tidak akan mengulanginya lagi...saya siap dihukum"
"baiklah..bapak serahkan sama pak Andra biar beliau nanti yang memberi hukuman"
Zelline membelalakkan matanya tak percaya
"oh God kenapa bukan pak Hendro aja si...kalo tuh cowok yang ngasih hukuman bisa-bisa dia bakal ngasih hukuman yang berat buat gue secara kan dia masih kesel tuh matanya gue semprot" batin Zelline kemudian menepuk dahinya pelan
"Zell...gimana lo abis darimana?" blom juga Zelline duduk tangannya sudah ditarik Rere
"iya..iya...semuanya sorry ya..gue yang salah"
Semua mata memandang Zelline srbagian menyorakinya terlebih Karin yang langsung melotot kearah Zelline
"wah parah lo Zell" tunjuk Bimo
"trus-trus lo dihukum apa sama pak Hendro?" tanya Rere
Zelline hanya memgangkat kedua bahunya
tak lama pak Andra sudah berada didepan kelas lagi dengan wajah yang bisa dibilang biasa saja tak nampak raut kemarahan sama sekali
"anak-anak kita lanjutkan lagi pelajaran yang sempat tertunda tadi" ucap Pak Andra tanpa membahas insiden tadi sama sekali hingga pelajaran usai
"saya ikut kamu" ucap Andra ketika Zelline membuka pintu mobilnya
"hah?ap..appa?bapak gak salah?ikut saya?" Zelline tergagap tak percaya atas apa yang didengarnya
"apa dia sedang merencanakan sesuatu?" batin Zelline
"kenapa?gak boleh?"
Zelline terdiam untuk beberapa saat kemudian menggelengkan kepalanya
"bukan..maksud saya..bapak mau ikut saya sampai mana?"
"rumah kamu...sudah saya yang nyetir" ucap Andra dan langsung duduk didepan kemudi sementara Zelline masih melongo dan mengerjapkan matanya berkali-kali kemudian membuang nafas kasar
Dengan sangat terpaksa Zelline duduk disebelah Andra yang kini sudah mengendarai mobilnya keluar dari area sekolah
"rumah lo dimana?"
"lo?" Zelline tak percaya dengan yang didengarnya
"oh..rumah..rumah saya di jalan Anggrek no.27
"ok"
"ternyata lo tuh biang jail juga ya" ujar Andra menoleh kearah Zelline
Zelline melotot tak terima dengan pernyataan uang diucapkan Andra barusan
"maksud bapak apa ya? Ok kalau soal yang tadi saya minta maaf"
Andra tersenyum
"gak usah formal lah..ini diluar sekolah lo bisa panggil gue kakak...santai aja kita cuma beda...ya palingan 3 atau 4 tahun lah, lagian gue bukan bapak-bapak...ralat belom jadi bapak-bapak" tersenyum kearah Zelline
"oh God...kenapa lagi ini cowok" batin Zelline kemudian memutar bola matanya
"bener kan ucapan gue lo selain suka asal nuduh, suka nabrak...lo juga biang jail juga"
"what??"
"maaf ya pak saya bener-bener gak mau berdebat dengan bapak!"
"hei..santai..gue bilang kan panggil kakak aja"
"ok kak Andra...gue bukan seperti yang lo tuduh barusan" kali ini Zelline bener-bener murka mukanya sudah merah dan menunjuk Andra dengan telunjuknya
"hahaha...terus lo tuh kek gimana?padahal udah jelas banget ya lo tuh udah bikin p****t gue sakit ini tuh masih perih banget asal lo tau!" kali ini gantian Andra yang menunjuk Zelline
Zelline menganga dan menggelengkan kepalanya kemudian menatap lurus kedepan
"gue kan tadi udah minta maaf...apalagi?"
"seriously? Hahahha" kali ini Andra malah tertawa membuat Zelline jengah mendengar tawanya
"ada yang lucu dari gue?"
"no!" Andra menggeleng cepat
"so why you laughing?"
"hahaha lo inget ya gue belom ngasih lo hukuman"
"oh God ...shitt"
"what?" Andra menaikkan bibirnya sebelah keatas
Zelline memalingkan wajahnya kearah jendela mobil dirinya malas berdebat dengan Andra
"disini?" Andra menghentikan mobil tepat didepan rumah dengan gerbang berwarna coklat yang menjulang tinggi seorang satpam dengan sigap membuka pintu gerbang saat melihat mobil majikannya
Tanpa basa basi lagi Andra kembali melajukan mobilnya kedalam memarkirkannya dihalaman yang bisa dibilang luas itu
"kok lo diem aja?nunggu gue yang bukain?" tanya Andra yang melihat Zelline hanya diam tanpa membuka seatbeltnya
"mau lo apa si? Lo mau cerita ke keluarga gue kalo gue abis jailin lo gitu?biar gue dapet hukuman double gitu?hah?"
"wahahahahah...lo lucu ya ...come on i'm just want to introduce my self to your family?"
"what?introduce? For what? Gak penting banget tau gak!"
Tak perdulikan Zelline yang manyun dan tak beranjak dari duduknya, Andra langsung membuka seatbelt dan keluar dari dalam mobil kemudian berjalan hendak memasuki pintu rumah. Zelline yang melihat hanya mampu membuaang nafas kasar dan menghentakkan kakinya kesal kemudian menyusul Andra.
"ikhh...lo tuh nyebelin banget tau!"
Sarah yang sedang duduk diruang tamu sembari membaca majalah fashion mendengar suara mobil Zelline dan mendengar Zelline yang seperti sedang berbicara dengan seseorang membuatnya penasaran, meletakkan majalahnya diatas meja dan beranjak kepintu
"Zell..kau sudah pulang?...siapa ini?"
"mom..this is my teacher..my new teacher"
Dengan perasaan jengkel Zelline mengenalkan Andra kepada Sarah
"owh..hai..saya mommy nya Zelline..Sarah" ucap Sarah seraya menjulurkan tangannya yang kemudian disambut ramah oleh Andra
"nice to meat you madam..your so beautiful"
Sarah tersenyum mendengar pujian Andra, tapi tidak dengan Zelline ia justru memutar bola matanya bukan karena Andra yang berpura-pura berkata demikian karena Sarah memang cantik diusianya yang sudah tak lagi muda tapi ia selalu merawat diri wajahnya mulus bersih putih hidungnya mancung bibirnya tipis mirip Zelline tapi tidak dengan rambut, rambut Sarah panjang sepunggung dengan sedikit curly pada bagian bawah sedangkan Zelline berambut lurus. Dan Zelline tau betul ucapan Andra barusan hanya untuk menarik simpatik Sarah itu sebabnya Zelline memutar bolanya dan langsung pergi meninggalkan Andra
"Zell...tolong siapkan minuman ya" pinta Sarah sedikit berteriak karena Zelline sudah berjalan masuk keruang tengah
"ish..ngapain coba dia ikut kesini. Nyebelin banget...kenapa si musti berurusan sama cowok yang nyebelin" gerutu Zelline
Zelline sudah berganti pakaian, mau tidak mau suka tidak suka dirinya harus berhadapan dengan Andra terlebih sekarang saat ini pria tersebut sedang berbicara dengan mommy-nya, Zelline tidak ingin bila Andra berbicara yang bukan-bukan dan malah menimbulkan masalah baru.
"Zell...kau yakin berpakaian itu?"
Zelline yang menggunakan kaos lengan pendek berwarna biru langit dengan tulisan never give up dan celana pendek bingung dengan ucapan sang mama
"what's wrong?"
"loh, kan kamu mau antar pak Andra sebagai permintaan maaf"
"permintaan maaf?" tanya Zelline bingung
"ya kesalah pahaman kamu di car wash milik Ronald dear"
"ohh...y..ya..ok. aku ganti baju dulu" ujar Zelline tersenyum kemudian melotot kearah Andra yang sedang tersenyum menatap Zelline, dirinya tak ingin Andra berlama-lama dirumahnya makanya ia langsung bergegas berganti pakaian
"uhhh...ngobrolin apa coba sama mommy...kan bener awas aja sampe ngomong yang gak bener" gerutu Zelline yang sedang berganti kaos dengan kaos lengan pendek warna ungu polos dan celana jeans sebetis berwarna hitam
"ok..i'm ready...mari bapak Andra saya antar anda sampai ketujuan" ucap Zelline dengan nada mengejek
Sarah hanya menggeleng pelan
"maaf ya Pak Andra atas kelakuan Zelline, saya harap bapak bisa mendidiknya dengan baik disekolah maaf atas kesalah pahaman yang Zelline perbuat dan terimakasih sudah mau mengantar Zelline pulang"
"what?nganterin pulang?nganterin pulang apaan kalo pada akhirnya malah gue yang harus nganter dia" batin Zelline
"bapak mau saya anter kemana?" tanya Zelline begitu masuk kedalam mobil kali ini Zelline bersikeras dirinya yang menyetir
"anter gue ke car wash om aja"
"ok"
"tapi gue mau ke toko roti yang dipertigaan sana" tunjuk Andra kearah yang berlawanan dengan arah car wash milik Ronald
"oh God" Zelline menggeleng
"lo pikir gue sopir kali maen enak aja nyuruh-nyuruh mana beda arah gini mending naek taksi online aja bos" kesal Zelline yang malah disambut tawa oleh Andra