"hahaha...ya Zelline, dari kemarin pintu om rusak, om suruh Andra untuk membenarkannya"
seketika wajah Zelline memerah, ia merasa malu karena telah menuduh orang yang tidak benar.
"maaf" ucap Zelline kepada Andra, namun diacuhkan
"sudahlah lupakan saja" ucap Andra dengan nada yang tersengar masih marah
Ronald menyikut lengan Andra pelan. Andra menoleh dan mengangkat bahunya seraya bertanya apa dengan isyarat bibirnya
"aku benar-benar minta maaf" ucap Zelline dengan nada memelas.
Andra yang sudah diberi kode oleh Ronald, hanya diam saja tak menanggapi hingga membuat Ronald kesal.
"aishh"
"sudahlah ...tak apa-apa Zelline, ini hanya salah paham saja, apa kau tak ingin berngkat sekolah Zelline?"
Zelline hampir saja lupa kalau dirinya ingin kesekolah, setelah melihat jam yang berada di pergelangan tangannya Zelline pamit dan sekali lagi ia minta maaf.
Zelline memang orang yang tak sabaran dan kadang gampang emosi tapi Zelline tak pernah malu untuk meminta maaf bila dirinya salah.
Zelline mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, mengejar waktu yang hampir menunjukkan pukul 07.00
"lima menit lagi, semoga ga telat" doa Zelline ditengah aktifitasnya yang masih menyetir.
Zelline mengendarai mobilnya dan langsung masuk pintu gerbang tepat sebelum pak Heru, satpam disekolahnya menutup pintu gerbang.
Pak Heru geleng-geleng kepala melihat mobil sport berwarna biru metalik itu melesat kencang dihadapannya saat hendak menutup pintu gerbang
"untung gua gak punya sakit jantung...bisa modarr ini mah...dasar kelakuan anak orang kaya ada...aja" ucap Pak Heru sambil mengelus dadanya
Zelline memarkirkan mobil sport miliknya tepat disebelah mobil Devan, musuh bebuyutannya. Mereka sama-sama keluar dari dalam mobil masing-masing.
Zelline menaruh tasnya dibahu kemudian menutup pintu mobil, merapikan rambutnya dan seragamnya kemudian berjalan kearah kelasnya, namun langkahnya terhenti ketika mendengar ada seseorang yang memanggil namanya
Zelline menoleh kearah sumber suara kemudian tersenyum melihat sahabatnya, Tiara.
"nih mobil kek ny blom dibersihin"
Mendengar ucapan sahabatnya Zelline jadi ingat kalau dia tadi tak sempat ke car wash lain karena insiden barusan, ah Zelline jadi malu sendiri.
Tiara menyenggol lengan Zelline yang hanya diam mematung, reflek Zelline terhentak dari lamunannya.
"udah ah...gak usah pikirin mobil lo yang kotor, sekarang kita harus kekelas, mr. Crist bentar lagi dateng" ajak Tiara yang langsung menarik lengan Zelline.
***
Devan yang baru saja memarkirkan mobilnya selang beberapa detik mobil Zelline sudah ada disebelah mobilnya.
Ikut keluar kemudian menaruh tasnya dibahu, menutup pintu mobilnya dan terus memandang Zelline yang sedang merapikan rambut dan seragamnya.
Menunggu dua gadis yang berdiri tak jauh darinya, Zelline dan Tiara, setelah kedua gadis tersebut beranjak dia pun mengekor dibelakangnya.
Devan dan Zelline merupakan teman sekelas, entah bagaimana awalnya tapi mereka layaknya tom and jerry diserial kartun, tak pernah akur.
Dan benar saja saat Zelline melangkahkan kakinya kedalam kelas, tiba-tiba Zelline berteriak
"awww..." Zelline memegang rambutnya, sedikit menoleh dan ia mendapati Devanlah yang telah menarik rambutnya
"Devan..bangsat lo...sakit bego..lepas" umpat Zelline kesal
Devan tertawa senang karena telah mengerjai Zelline, melepas rambut Zelline dari tangannya dan langsung duduk dikursinya tak perduli dengan Zelline yang tengah memaki-makinya.
Makian Zelline terhenti ketika Mr. Crist berdehem tepat dibelakang Zelline.
Zelline yang mendengar suara Mr. Crist berdehem lantas langsung buru-buru pergi kekursinya.
********************
Usai pulang sekolah lagi-lagi Devan membuat ulah. Dirinya dengan sengaja menuangkan air ke rok belakang Zelline tepatnya didaerah p****t sehingga membuat Zelline menjadi bahan olok-olok teman-temannya.
"oi Zelline ngompol" kata salah satu cowok yang bernama Deni
"Zell, lo kalo kesekolah pake pampers donk" timpal Siska
"Zell...zell.. perlu gue tangkepin capung gak?buat udel lo biar kagak ngompol lagi?" ujar Firman
Devan ngakak mendengar semua ledekan teman-temannya, begitupun dengan yang lain.
"DEVANNN" teriak Zelline penuh amarah, bahkan sepertinya kepalanya sudah bertanduk dan mengeluarkan asap.
Zelline mengejar Devan yang langsung lari begitu mendengar Zelline mulai marah-marah
"njing...brengsek lo Devan...setan" umpat Zelline kesal, dirinya masih mengejar Devan yang berlari kearah parkiran.
Namun naas sepertinya Zelline tidak memperhatikan jalannya hingga ia menabrak tubuh seseorang dan tersungkur dilantai
bughhh
"aw....sakit" Zelline meringis dirinya tersungkur kelantai, bahu kirinya terasa sangat sakit akibat terbentur lantai.
"apa kau baik-baik saja?" tanya seorang pria yang tak lain adalah orang yang bertabrakan dengannya.
Zelline menoleh kearah pria tersebut kemudian membulatkan matanya dan mulutnya setengah terbuka tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Pria yang menabrak Zelline tak lain adalah Andra, ponakan om Ronald.
"oh God...kenapa ketemu dia lagi" batin Zelline yang merutuki nasibnya hari ini
Andra mengulurkan tangannya hendak membantu Zelline berdiri, dengan berat hati dan rasa malu yang tersisa karena kejadian tadi pagi Zelline pun membalas uluran tangannya.
Zelline berdiri tepat didepan Andra
"terima kasih" ucap Zelline
"lo tu selain sok tahu juga suka bikin rusuh ya"
Zelline menganga mendengar ucapan Andra
"a..apa?...." "sok tahu? bikin rusuh?"
Andra menaikan bibirnya sebelah
"asal anda tahu ya, saya tidak seperti itu...soal tadi pagi saya sudsh minta maaf ...saya akui itu salah saya karena tidak terlebih dulu bertanya kepada anda atau om Ronald dan terlebih sikap anda memang patut dicurigai dan sekarang bukan saya yang bikin rusuh...saya sedang mengejar seseorang dan anda tiba-tiba muncul...seperti hantu saja" Zelline meluapkan emosinya, hari ini benar-benar menguras emosi dan tenaganya.
"sudahlah memang gak ada gunanya berbicara dengan anda hanya kesialan saja yang ada"
lagi-lagi Zelline menganga mendengar ucapan pria yang ada dihadapannya, baru saja Zelline hendak berbicara kembali Andra langsung membalikkan badannya dan pergi membuat Zelline menggeleng-gelengkan kepala dan mendelik kesal.
Tiara datang menghampiri Zelline yang sedang menatap kepergian Andra dengan kedua tangan yang terkepal
"liatin apaan si lo Zell?" tanya Tiara seraya melihat kearah tatapan Zelline
"terus mana tuh si Devan?berhasil lo kejar dia? tanya Tiara lagi
"aaaaaaaaaa"
Reflek Tiara menutup kedua kupingnya mendengar teriakan Zelline
"Zell...please deh jangan bikin keributan" nasehat Tiara kepada sahabatnya itu, lantas merangkul bahu Zelline dan membimbingnya menuju tempat mobilnya terparkir.
"kek nya abis ngerjain lo Devam langsung cabut"
"tau darimana lo?" tanya Zelline
" itu..." Tiara menunjuk kearah dimana mobil Devan terparkir
"udah gak da kan" kata Tiara lagi
Zelline mengerucutkan bibirnya, dirinya sungguh sangat kesal dengan tingkah Devan
"keterlaluan banget si Devan...brengsek" maki Zelline
"udah deh lo kek gak tau aja Devan kek gimana, dia kan paling demen ngerjain lo"
"bikin kesel tau gak, kenapa musti gue coba yang terus-terusan dikerjain"
"hmm...mungkin Devan suka sama lo"
Zelline langsung menoyor kepala Tiara, tak terima dengan ucapan sahabatnya itu
"aw...awas lo ati-ati...jangan-jangan ntar malah lo yang kepincut lagi..hahaha"
kali ini Zelline langsung memukul bahu Tiara bertubi-tubi
"aw..aw..sakit Zell...stop..ok-ok sorry...sorry"
Zelline menghentikan pukulannya dan melotot kearah Tiara, sementara Tiara hanya tertawa melihatnya.