"Zell" panggil Devan begitu melihat Zelline keluar dari mobilnya
"apa?gue lagi gak mood buat berantem sama lo!" ucap Zelline kemudian berjalan meninggalkan Devan yang masih menyenderkan tubuhnya dimobilnya yang terparkir persis disamping mobil Zelline
"Zell tunggu donk gue mau ngomong" ujar Devan seraya mengejar Zelline
"apaan si?" kesal Zelline menghentikan langkah kakinya dan melotot kearah Devan
"gue liat lo semalem di resto sama Pak Andra" ucap Devan to the point
"terus?"
"lo ada hubungan apa sama dia?" tanya Devan penasaran
"KEPO!!!" teriak Zelline kemudian kembali melangkahkan kakinya namun sebelum itu terjadi Devan menarik lengan Zelline kuat hingga Zelline kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh namun dengan sigap Devan menariknya hingga jatuh kedalam pelukannya
"cie...cie...pagi-pagi udah mesra-mesraan aja" ucap Tiara yang baru saja tiba
"wadidaw Devan and Zelline" ucap Bimo seraya menutup mulutnya dengan tangannya sembari menahan tawa
"teruskan...teruskan..." tambah Bimo lagi
"wuidihhh asyik bed dah ah pagi-pagi udah peyuk-peyukk mau juga donk dipeyuk" ledek Firman
"ihhh lepass" ucap Zelline seraya melepaskan tubuhnya dari pelukan Devan kemudian mendorong tubuh Devan
"ngapain si lo pake peluk-peluk?Iiikhh"
"lo semua lagi nyebelin banget si pagi-pagi udah pada m***m" tambah Zelline kesal kemudian kembali berjalan kearah kelas namun karena terburu-terburu dan tidak lihat-lihat akhirnya Zelline menabrak sesuatu
Bukk
"Zelline Zelline ternyata kamu itu ceroboh" ucap orang yang ditabrak Zelline yang ternyata adalah Andra
Zelline mendongakkan wajahnya melihat Andra yang kini sedang tersenyum kepadanya, ada perasaan aneh didadanya yang tiba-tiba saja muncul begitu melihat wajah Andra yang kini jaraknya sangat dekat hingga tiba-tiba Zelline harus mengedip-ngedipkan matanya yang ditiup oleh Andra
fiuuhhhh
"a...a..ihhh apa sih?" ucap Zelline tergagap dan wajah yang merona merah
"hahahahaa....bisakan lebih hati-hati lagi" ucap Andra lembut seraya mengacak-acak rambut Zelline dan berlalu meninggalkannya sendiri yang masih berdiri menahan rasa yang Zelline sendiri bingung.
"tadi ngeledek sekarang so sweet banget hufft..." ucap Zelline pelan seraya mendongakkan wajahnya keatas mencoba menghilangkan rasa bergemuruh didadanya.
"woii" suara Rere yang membuyarkan lamunan Zelline terlebih tangannya yang menepuk bahu Zelline kencang membuat Zelline terperanjat kaget dibuatnya
"Ree...ngagetin banget si" kesal Zelline
"lo kenapa malah diem disini?kata Tiara lo abis pelukan sama Devan...cie...cie....gercep juga lo" ledek Rere membuat Zelline tambah kesal
" apaan si lo?gak penting banget si ikhhhh ngeseliinnn" teriak Zelline seraya menghentak-hentakkan kakinya kemudian pergi meninggalkan Rere yang masih tertawa
"puas lo! gosip ja!" gerutu Zelline saat duduk dibangkunya kepada Tiara
"gosip??" tanya Tiara bingung
"gak usah pura-pura gak tau" Zelline meletakkan tasnya dengan kasar diatas meja
"tadi tu kecelakaan ya..accident....gak sengaja" tekan Zelline
"napa si bun?beneran juga gak papa kok" ucap Rere sembari senyum-senyum saat masuk kedalam kelas
"lo lagi gak usah nambah-nambahin deh"
"hahahaha" kompak Tiara dan Rere tertawa bebarengan
"betewe gue liat lo sama Pak Andra tumben banget deh biasanya lo berdua adu mulut terus" tanya Rere
"gak tau!" ketus Zelline
"gak usah jutek donk bun...udah sih ngambeknya kita kan cuma bercanda ya kan?" ucap Rere lagi seraya memainkan alisnya dengan Tiara
"emang tadi ada Pak Andra?" tanya Tiara
"lo si buru-buru banget tadi kekelasnya jadi gak liat deh moment pas Zelline nabrak Pak Andra and dipegang-pegang rambutnya ikhh guemess" ucap Rere dengan gaya konyolnya dan sukses membuat Zelline makin geram
plakk
"aww SAKIT" teriak Rere seraya memegang bahunya yang dipukul oleh Zelline
"tuh si Devan" ucap Tiara seraya meunjuk Devan yang masuk kedalam kelas dengan bibirnya.
"Zell...gue mo ngomong serius sama lo" ucap Devan menghampiri Zelline yang kini sedang menatapnya bingung
"lo kenapa si Dev?" tanya Zelline seraya bangun dari kursinya
"gue mo ngomong sama lo!"
"yaudah ngomong aja!"
"gak disini ntar aja pulang sekolah"
"ishh gak jelas lo" kesal Zelline seraya kembali duduk dikursinya
"kenapa si Devan?" tanya Tiara
"gak jelas"
"hmm" Tiara dan Rere saling beradu pandang dan mengangkat kedua bahu masing-masing.
×*********×
"Zell....woii tunggu" teriak Devan seraya mengejar Zelline yang sudah keluar kelas lebih dulu
"Zell...bentar donk" ucap Devan seraya menghadang jalan Zelline
"ih apa sih...minggir ah gue mo lewat"
"bentar ayo ikut gue" ucap Devan seraya menarik lengan Zelline
"lepas" Zelline mencoba melepaskan tangannya dari lengan Devan tapi Devan terlalu kuat memegang tangan Zelline sehingga dengan terpaksa Zelline mengikuti langkah kaki Devan dengan tangan yang masih ditarik Devan dan mengarah kearah belakang gedung sekolah yang sepi.
"ngapain lo ngajak gue kesini??.....lepass sakit tau"
"sorry...sorry kalo gak gini lo susah banget si"
"ya terus ngapain lo ngajak gue ketempat sepi kek gini....awas ya lo kalo sampe macem-macem" ancam Zelline seraya menunjuk kearah wajah Devan
"gak lah tenang aja si gue cuma pengen ngomong serius sama lo"
"ngomong apa si?tumbenan lo gak lagi ngerjain gue kan?"
"santaii" ucap Devan kemudian terdiam memandang Zelline
Zelline yang ditatap oleh Devan seperti merasakan sesuatu yang sulit dimengerti oleh hatinya dan tiba-tiba wajahnya seperti memanas.
Sadar akan hatinya yang tak karuan ditatap oleh Devan membuat Zelline berpaling kemudian mengibas-ngibaskan tangannya kewajahnya
"panas nih cepetan kek mo ngomong apa"
"lo blom jawab pertanyaan gue yang tadi pagi"
"pertanyaan apa?"
"semalem lo ngapain sama Devan di taman resto"
"hah?lo kenapa si kepo banget?" tanya Zelline heran
"ya ...ya...gu...gue mo tau aja abis lo berdua kek lagi kencan gitu"
bukk
"aw" Devan mengelus bahunya yang dipukul Zelline
"sembarangan lo jangan gosip ya"
"terus apa donk? gue perhatiin lo deket banget tadi pagi juga dia ngelus-ngelus rambut lo"
"apa si lo Dev?gue makin gak ngerti deh sama lo kenapa tiba-tiba lo jadi kepo si sama hidup gue?"
"ya...ya....kan lo baru kenal sama dia lo gak tau kan dia kek gimana jangan-jangan dia suka maenin cewek dia kan lama di luar negeri gak mungkin lah dia gak ikut gaya hidup disana"
"terus?"
"ya terus lo gak takut apa kalo lo sampe diapa-apain sama dia?mending lo hati-hati deh jangan deket-deket sama dia"
"hati-hati kenapa?"
Devan dan Zelline menengok kearah sumber suara yang ternyata pak Andra sudah berdiri dibelakang mereka berdua
"ngapain kalian berdua ditempat sepi seperti ini?saya rasa kalian berdua tidak ingin dihukum kan karena kepergok berduaan ditempat sepi seperti ini?" ucap Andra lagi dengan wajah serius
"kita kan gak ngapa-ngapain kenapa musti dihukum?" tanya Devan tak terima
"siapa yang tau apa yang telah kalian lakukan disini" ucap Andra seraya menaikkan alisnya sebelah
"hadeehhh.. bye permisi saya mau pulang" ucap Zelline seraya melambaikan tangannya
namun saat Devan ingin mengikuti langkah kaki Zelline dengan cepat Andra menarik lengan Devan
"saya harap kamu tidak terlalu ikut campur dengan urusan saya dan Zelline"
"oh ya?kenapa begitu?saya tidak akan tinggal diam bila terjadi sesuatu dengan Zelline" ucap Devan serius
"begitupun dengan saya jadi saya harap kamu jaga perilaku kamu" ancam Andra
"seharusnya bapak yang jaga perilaku bapak, permisi" imbuh Devan tak mau kalah kemudian pergi meninggalkan Andra yang masih menatapnya tajam.