Adam menghampiri Zeline yang sedang tertawa dengan Ramon.
"sepertinya kalian sedang bersenang-senang?" sapa Adam
Zelline dan Ramon yang sedang tertawa menoleh kearah Adam
"hai dad?kau sudah pulang?" Zelline balas menyapa Adam
Adam tersenyum kearah Zelline kemudian mengacak rambut Zelline
"ya...kalian sedang bicarakan apa?sepertinya seru" tanya Adam
"well biasalah" ucap Ramon kemudian berdiri dari duduknya
"kurasa sebaiknya aku istirahat badanku masih terasa lelah" tambah Ramon lagi hendak pergi kekamarnya
"oh ya jangan lupa makan malamnya...besok" ucap Ramon sebelum pergi dengan mengedipkan sebelah matanya kearah Zelline kemudian menepuk bahu Adam
"makan malam apa?" tanya Adam kepada Zelline
"ah itu...daddy Ramon mengajak kak Andra makan malam"
"Andra?"
"ya...wali kelasku...yang pernah kesini kau ingat dad?"
"ah...ya..dia..tapi untuk apa?" tanya Adam heran
"waktu itu aku pernah salah paham dad dan ternyata dia juga keponakan om Ronald"
"keponakan Ronald?" Adam menaikkan alisnya sebelah dan dahinya sedikit berkerut mendengar hal tersebut
"ya dad keponakan om Ronald....kau kenal kan?pemilik car wash temennya daddy Adam"
"ya..ya..aku tahu" ucap Adam masih dengan dahinya yang berkerut
"siapa saja yang akan makan malam?"
"hmm entahlah" Zelline mengangkat kedua bahunya
"mungkin kita semua" tambahnya sambil tersenyum
"hmm oke...aku kekamar dulu ingin mandi" pamit Adam meninggalkan Zelline sendiri ditaman
**********************
"apa kau sudah siap Zell?" tanya Sarah dari balik pintu kamar Zelline seraya mengetuk pintu kamar Zelline.
"yes mom" teriak Zelline dari dalam kamar
Zelline berjalan menghampiri pintu kamarnya dan membukanya
"kau sudah siap sayang?" tanya Sarah lagi kemudian merapikan rambut Zelline
"ya...aku sudah siap" ucap Zelline seraya tersenyum
"kau terlihat cantik sayang" puji Sarah melihat putri satu-satunya yang mengenakan dress selutut berwarna maron.
"thanks mom"
"ayo...daddy Adam dan daddy Ramon sudah menunggu"
"kita naik satu mobil saja" ucap Adam namun Ramon menolaknya
"tidak...kurasa aku akan bawa mobil sendiri" tolak Ramon
"ah Ramon kau sungguh tidak efisien" ujar Adam
"ayolah aku terbiasa bawa mobil sendiri" ucap Ramon
"sudahlah tidak apa-apa" ucap Sarah menengahi
"aku dan Zelline bisa naik mobil denganmu Adam" tambah Sarah dan hal itu membuat Adam tersenyum
"dasar kau Ramon...kau yang mengajak makan malam tapi kau jalan sendiri" gerutu Adam
"setelah makan malam aku ada urusan penting" terang Ramon
"begitukah? Hal apa yang lebih penting dari urusan keluarga?" seringai Adam
"ah come on... aku lupa kalau aku juga ada janji dengan clien...aku akan dapat proyek besar" ucap Ramon meyakinkan sambil mengedipkan sebelah matanya
"oh ya?...kalau begitu...."
"sudahlah hentikan kalian seperti anak kecil....jangan sampai kita datang terlambat...ayo" Lagi-lagi Sarah mencoba menengahi lalu menarik lengan Adam agar naik kedalam mobil.
*********
"lihat kemana manusia satu itu? Dia belum juga datang padahal dia yang mengajak makan malam" gerutu Adam begitu mendapati Ramon tak kunjung datang
"sudahlah tak apa mungkin dia kena macet"
"please Sarah tadi kau lihat sendiri jalanan tidak sedang padat"
"ya aku tahu maksudku sudahlah biar saja mungkin dia ada urusan mendesak"
Sarah mencoba menenangkan Adam
"lihat itu Ronald dan Andra sudah datang" ucap Sarah begitu melihat Ronald dan Andra datang dan tersenyum kearah mereka
"hai Sarah kau tambah cantik" sapa Ronald
"ah Ronald kau tak pernah berubah" Sarah tersenyum
"apa kabar Ronald?" Adam menjabat tangan Ronald dengan tatapan dingin
"aku baik senang bisa bertemu denganmu lagi" sapa Ronald membalas jabatan tangan Adam
Kemudian Andra ikut menjabat tangan Adam seraya tersenyum
"Tante mana Zelline?" tanya Andra yang tak melihat Zelline ada disitu
"Zelline sedang ke toilet kalian duduklah"
"mana Ramon?apa dia tak ikut makan malam?"
"mungkin dia agak telat sedikit...kau tahu Ronald dia sedang banyak sekali pekerjaan" ujar Sarah yang ditanggapi sinis oleh Adam
"dia itu memang selalu sok sibuk"
Sarah memukul lengan Adam pelan
"kau ini sudahlah" ucap Sarah
"hahahah kalian sungguh harmonis" ucap Ronald melihat tingkah Adam dan Sarah layaknya sepasang kekasih
"maaf aku terlambat" ucap Ramon yang baru saja datang
"Hei Ramon kau ini terlalu mengajak makan malam tapi kau datang terlambat" ucap Ronald meninju bahu Ramon pelan
"maaf..maaf...apa kalian sudah pesan makanan?"
"bagaimana kami mau pesan kalau yang traktir kami saja belum datang" canda Ronald membuat semuanya tertawa
"loh kemana Zelline?" tanya Ramon yang tak melihat Zelline
"i'm here dad" suara Zelline terdengar dari arah belakang Ramon
"darimana kau?" tanya Ramon begitu menoleh mendengar suara Zelline
"toilet"
Zelline langsung duduk dikursinya sementara Andra menatap Zelline tanpa berkedip.
Usai santap makan malam Andra pamit ingin mengajak Zelline jalan-jalan ditaman yang ada disamping restoran
dan dengan rasa berat Adam mengizinkannya padahal Ramon dan Sarah telah memberi izin terlebih dulu.
"hmm apa nyokap lo poliandri?" tanya Andra begitu mereka duduk dibangku taman
"what?" Zelline yang mendengar pertanyaan Andra kaget dan membulatkan matanya
"no!"
"ya gak lah" tambah Zelline sedikit kesal mendengar pertanyaan Andra
"maaf spertinya pertanyaan gue sangat sensitif"
"makanya kalau mau nanya dipikir dulu"
"iya ...iya ..sorry kan gue udah minta maaf"
"ya gue penasaran aja tadi lo manggil dua-duanya dengan sebutan daddy"
"sorry gue gak bisa ngejelasin apapun dan gue rasa lo juga gak berhak tahu soal hidup gue" ucap Zelline
"ya gue tahu"
"by the way katanya kalo ada bintang jatuh dan kita make a wish keinginan kita bakal terkabul" Andra mencoba mengalihkan obrolannya takut makin salah faham dengan Zelline
"hahaha bullshit...lo percaya hal kek gitu?" tanya Zelline yang merasa Andra bukan tipe orang yang percaya sama hal-hal yang gak masuk akal
"gue kira lo tipe orang yang logis berfikir dengan akal sehat coba aja lo pikir apa hubungannya coba bintang jatuh sama keinginan kita?hahhaa ya kali tiap ada bintang jatuh orang make a wish terus terwujud apa gunanya usaha kerja keras kalo gitu tungguin aja bintang jatuh sekalian langitnya yang jatuh" gerutu Zelline panjang lebar
"hahhhaha ya lo bener entah siapa yang mulai hingga akhirnya orang pada percaya....ya tapi untuk saat ini gue rasa bisa ditolerir lah gak ada salahnya kan cuma berdoa supaya keinginan kita terwujud" ucap Andra seraya mencubit hidung Zelline
"aw" Zellins msngelus lembut hidung mancungnya yang dicubit Andra
"so? What your wish?"
Zelline menengok memandang Andra yang juga sedang memandangnya menunggu jawaban dari Zelline.
"what?" tanya Zelline
"maksud gue penting banget ya buat lo tahu apa keinginan gue?" tambah Zelline lagi seraya memutar kedua bola matanya kemudian memandang bunga-bunga yang berada tepat disamping ia duduk
"keinginan gue saat ini cuma satu ... Siapa ayah kandung gue" batin Zelline namun tak berani ia ucapkan
"sorry... Gue cuma pengen tahu aja ya biar ada obrolan lah" ucap Andra kemudian bangkit dari duduknya
Zelline yang mendengar hal tersebut hanya bisa menganga
"emang gak da obrolan lain apa? Yang lebih penting dan berbobot" gumam Zelline pelan
"ayo udah malam" ajak Andra seraya mengulurkan tangannya kepada Zelline namun Zelline menepisnya, bangkit dari duduknya dan berjalan lebih dulu.
Andra hanya tersenyum dibelakang punggung Zelline melihat tingkahnya.
"terimakasih atas undangan makan malamnya" ucap Ronald dengan senyuman khasnya
"santai...seperti dengan siapa saja" jawab Ramon
"Mungkin kapan-kapan kalian yang harus makan dirumahku tapi nanti tunggu istriku pulang dari New York" ucap Ronald
"ide yang bagus....kabari kami kalau istrimu sudah pulang aku yakin rasa masakan istrimu pasti melebihi restoran paling mewah dikota ini" ucap Sarah penuh hangat
"kau terlalu memuji Sarah" ucap Ronald seraya tersenyum
"maaf aku rasa aku harus pergi lebih dulu, jadwalku menanti" ucap Ramon seraya menunjuk arloji dipergelangan tangannya.
"oh silahkan Ramon...kau memang selalu sibuk kuucapkan terimakasih sekali lagi atas makan malamnya ditengah kesibukkanmu tapi kau masih menyempatkan mengundangku makan aku sangat menghargainya" tulus Ronald
"ya...ya..kulakukan semua demi Zelline, anggap ini sebagai permintaan maafku atas kesalahan yang pernah Zelline buat di car wash milikmu waktu itu dan terimakasih karena keponakanmu karena dia telah mengajak Zelline pemotretan ya dia jadi punya kesibukan" ucap Ramon seraya menjabat tangan Ronald
"ah sudahlah itu hanya kesalahpahaman dan ya Andra memang bekerja sebagai model sudah lama...kuharap kau menyukai dunia barumu" ucap Ronald kepada Zelline seraya mengedipkan matanya sebelah
Zelline hanya tersenyum kemudian tak lama Ramon pergi terlebih dahulu sedangkan Zelline dan Sarah pulang bersama dengan Adam.
**************************
"apa kau tidak apa-apa Sarah?" tanya Adam kepada Sarah begitu sampai dirumah dan Zelline sudah naik kekamarnya
Sarah yang mendengar pertanyaan Adam hanya terdiam memandang Adam
"apa kau baik-baik saja?" kembali Adam bertanya dan kali ini Sarah tersenyum
"memangnya aku harus kenapa?" Sarah malah balik bertanya hingga membuat Adam berfikir keras apakah Sarah benar-benar tidak apa-apa atau hanya sedang berpura-pura baik-baik saja.
"ayolah jujur padaku...seharusnya Ramon tidak perlu mengadakan makan malam konyol ini!"
"makan malam konyol?oh ayolah Adam berhentilah bersikap kekanak-kanakan....aku sungguh tidak apa-apa...semua yang sudah terjadi biarlah terjadi biar itu jadi bagian dari masa lalu" ujar Sarah kemudian berlalu dan meninggalkan Adam yang masih diam berdiri mematung memandang punggung Sarah yang mulai menaiki anak tangga
"kau tidak bisa menyembunyikannya dariku Sarah...aku tahu bagaimana luka itu telah menggores hatimu hingga saat ini...kau memang wanita kuat Sarah" batin Adam