"udah donk ngambeknya" ledek Andra
"ishhh gak jelas" ucap Zelline kemudian menatap kejalan
"hahaha"
"eh malah ketawa dasar stres" batin Zelline yang hanya menatap kearah luar jendela mobil
"mampir bentar ya disini gue ada perlu bentar kok" ucap Andra begitu sampai didepan sebuah foto studio
Tok...tok...tok..
Andra mengetuk kaca mobilnya
"keluar dulu bentar ikut gue kedalem" ajak Andra
Dengan rasa malas Zelline menurut, membuka seatbelt nya dan menenteng tasnya.
"ihhh ngapain si pake ngajak ikut...tapi males juga dimobil sendirian" gerutu Zelline dalam hati
"siang" sapa Andra kepada seorang wanita yang sedang sibuk dengan kertas-kertasnya didepan laptop
"siang...hei..Andra" siwanita balas menyapa Andra kemudian berdiri dan mereka saling cipika cipiki membuat Zelline harus mengalihkan pandangannya
"lo?sama siapa?" tanya siwanita begitu melihat Zelline
"oh...ini murid gue"
"oh...i see" ucap siwanita melihat Zelline dari atas sampai bawah kemudian tersenyum
"gimana hasil foto kemaren?bagus gak?" tanya Andra
"bagus...pokoknya kalo lo modelnya udah pasti bagus lah hehe" puji siwanita seraya menepuk bahi Andra kemudian duduk kembali beberapa detik kemudisn siwanita memperlihatkan hasil fotonya yang tersimpan dalam laptop ya kepada Andra
"ishhh ngapain si gue malah dikacangin gini...sibuk sendiri ngapain ngajak gue coba?" kesal Zelline dalam hatinya
Andra masih sibuk berbincang dengan wanita tersebut sementara Zelline sudah duduk manis diayas sofa yang berada dipojok ruangan tanpa disuruh dan membaca majalah yang tersedia diatas meja.
"yaudah oke pokoknya nanti gue kabarin lo...gue kirim hasil fotonya ya" ucap si wanita kemudian Andra berjalan kearah Zelline yang masih duduk diatas sofa
"ayo balik"
Zelline langsung berdiri mengikuti Andra setelah pamit dan bercipika cipiki lagi dengan siwanita Andra dan Zelline keluar dari ruangan tersebut.
"panas banget ya lo mau minum?" tanya Andra kepada Zelline yang sedang menutup wajahnya dengan tangan untuk menghalau sinar matahari yang cukup menyengat siang itu
"terserah deh apaan aja"
"bentar ya lo tunggu dimobil ja" Andra memberikan Zelline kunci mobilnya
"nih" Andra menyodorkan segelas es jeruk kepada Zelline yang langsung disambutnya dengan senyuman
"makasih"
Andra masuk kedalam mobil kemudian meminum es coffe capucinonya hingga sisa setengahnya kemudian menyalakan mesin mobilnya
******************************************
"akhirnya kelar juga" Zelline meregangkan kedua tangannya keatas, hari ini ia senang karena hari ini adalah hari terakhir ia membersihkan toilet, sudah seminggu pas walau tugas untuk mengoreksi tugas-tugas biologi masih akan tetap ia lakukan walaupun tidak tiap hari.
"beres?" tanya Andra membuat kaget Zelline
"bisa gak si gak usah ngagettin terus" ucap Zelline seraya mengusap dadanya yang kaget begitu melihat kedatangan Andra yang tiba-tiba
"habis ini ikut saya pemotretan"
"what?pemotretan?"
Andra mengangguk kemudian berjalan namun saat hendak melangkah Zelline reflek menarik lengan Andra
"wait...ngapain gue musti ikut si?itu bukan tugas sekolah ya! Gue gak mau!!" tegas Zelline kemudian mengambil tasnya dan berjalan meninggalkan Andra
Andra menyusul Zelline menyamakan langkahnya
"pokoknya kamu harus ikut....cuma sebentar"
"gak mau!"
"harus"
"gue bilang gak mau ya gak mau!!"
Zelline menghentikan langkahnya kemudian menatap Andra tajam
"sebentar....ayo ikut"
Andra langsung menarik lengan Zelline menuju parkiran menyuruh Zelline masuk kedalam mobil Andra, karena tadi pagi Andra menjemputnya kembali sehingga Zelline tidak membawa mobilnya.
Dengan hati kesal Zelline terpaksa ikut dengan Andra. Zelline terpaksa menuruti kemauan Andra lantaran ternyata Andra telah minta izin kepada mommy Sarah dan tentu saja Sarah mengizinkannya.
Zelline mengerucutkan bibirnya kakinya mengikuti langkah kaki Andra yang berjalan didepannya. Saat tiba didalam gedung beberapa orang terlihat menyapa kepada Andra sepertinya mereka sudah saling kenal lama.
Andra memasuki salah satu ruangan yang ada didalam gedung tersebut tepatnya dilantai dua, ia menyuruh Zelline untuk menunggu sebentar diruang tunggu yang ada didepan ruangan tersebut.
Zelline duduk disalah satu sofa berwarna biru sambil membaca sebuah majalah fashion yang ada diatas meja. Tak menunggu waktu lama Andra keluar dari ruangan tersebut dengan seorang pria berpostur tubuh tinggi kurus berkacamata dengan rambut yang diwarnai pirang.
Pria tersebut tersenyum ramah kearah Zelline. Andra mengenalkan pria tersebut kepada Zelline yang ternyata bernama Rafael, dia merupakan salah satu pemilik majalah fashion yang baru saja Zelline baca.
Rafael menawarkan Zelline untuk menjadi modelnya namun dengan cepat kilat ia menolaknya.
"maaf tapi saya tidak tertarik" ucap Zelline
"no...lo harus coba ini peluang bagus buat lo..trust me" bujuk Andra yang justru malah dipelototi Zelline
"ya benar yang dibilang Andra ini peluang buat kamu, kalo diluaran sana gadis sepertimu hanya sibuk bermain dan menghabiskan masa mudanya dengan hal-hal yang tidak jelas kamu justru disini akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan tentu saja kamu akan mendapatkan penghasilan yang bisa kamu gunakan untuk keperluanmu pribadi tanpa minta dari orangtuamu dan itu adalah kebanggan tersendiri nantinya" ujar Rafael ikut meyakinkan
"well kau bisa mencobanya dulu tak ada salahnya dan saya yakin setelah mencobanya kau pasti ingin lagi hahaha"tambah Rafael
Zelline menatap dua makhluk yang ada dihadapannya bergantian. Ia tidak kekurangan uang, mommy and daddynya juga selalu memenuhi keinginannya. Tapi peluang dan pengalaman tentu saja tak datang dua kali.