Keinginan yang kuat yang akan menuntun untuk mewujudkannya
-Long Feiye-
***
Kedua orang itu memberikan penghormatan sebelum melakukan pertarunga n. Murid-murid menonton pertandingan tersebut dengan fokus.
"Teknik yang mereka gunakan sangat khas, ya?" ucap Han Shiyi pada Song Lianyu yang fokus melihat pertandingan di hadapan mereka.
"Itu pasti teknik rahasia dari sekte mereka," respon Song Lianyu.
Kemudian berlanjut ke peserta yang lain yang berasal dari sekte-sekte yang lain. Sampai tiba akhirnya giliran dari sekte Bunga Salju dan sekte yang lain.
Banyak sorakan yang terdengar mengiringi langkah kaki Pangeran Yun Yi. Maklumlah dia kan seorang pangeran. Siapa yang tidak kenal dengan Pangeran Mahkota yang terkenal akan kemampuannya dan juga ketampanannya? Banyak kaum perempuan, yang ingin menjadi pasangan hidupnya pastinya.
Sebelum pertandingan dimulai Pangeran Yun Yi menyempatkan untuk menoleh menatap Song Lianyu yang duduk di kursi penonton bersama teman-teman yang lain. Putra Mahkota tersenyum manis. Song Lianyu balas tersenyum, lalu dia memberikan dan mengangkat tangannya sebagai tanda semangat.
Han Shiyi menggoda Song Lianyu. "Cie, Pangeran Yun Yi sempat meminta dukunganmu, Lianyu. Sepertinya hubungan kalian sangat dekat, ya?" Han Shiyi menggoda teman akrabnya itu.
Song Lianyu menggeleng. "Mana ada begitu? Aku dan Pangeran hanyalah teman," ujarnya.
Song Lianyu kemudian fokus kembali melihat berlangsungnya pertandingan. Pertandingan yang terjadi sangatlah seru dan menarik. Kedua peserta menunjukkan kemampuan mereka yang sangat baik.
Pangeran Yun Yi berpijak di batu pilar begitu juga dengan lawannya yang juga berpijak di batu pilar. Mereka berpijak seperti tidak takut jatuh saja.
"Pangeran Yun Yi tak takut berpijak di pilar itu," ucap Han Shiyi menunjuk kaki Pangeran Yun Yi yang kokoh mengajak pilar.
"Iya, dia sudah seimbang," jawab Song Lianyu. Dia sering berlatih bersama dengan Pangeran Yun Yi.
Hingga akhirnya pertandingan itu dimenangkan oleh Pangeran Yun Yi. Pertandingan dilanjutkan kembali ke peserta-peserta yang lain. Semua perwakilan dipertemukan, dan peserta perwakilan yang menang akan ditandingkan lagi, sampai mendapatkan peserta yang paling terbaik. Tak terasa sudah sore dan pertandingan pun dihentikan, dan akan dilanjutkan besok
Yang ikut menonton acara pertandingan tidak semua murid diajak. Hanya murid yang memenuhi syarat yang boleh ikut termasuk Song Lianyu, Han Shiyi, dan Bai Quan. Tumben sekali Yuwen Yue tidak menganggu Song Lianyu, biasanya laki-laki itu suka sekali menggoda Lianyu. Sampai-sampai ditegur oleh Pangeran Yun Yi yang cemburu. Sedangkan Long Feiye tidak ikut, dia hanya ingin berada di kamar asrama sekaligus berlatih.
***
Seorang pria yang berasal dari keluarga Yuan sedang melihat kondisi sumur tua yang terletak di dalam kediaman keluarga Yuan. Ukuran sumur itu sebesar dua meter, ditutup menggunakan lingkaran yang terbuat dari besi. Empat rantai tergentang di empat sisi. Keluarga Yuan adalah salah satu keluarga yang berasal dari aliran putih. Keluarga diberikan amanah untuk menjaga sumur tua.
Yuan Cang terkejut ketika melihat perisai mantra yang mengurung iblis kematian melemah. Beberapa bagian perisai yang tampak transparan itu bolong dan pudar.
"Seharusnya segel ini tidak melemah sebelum waktu dua puluh tahun berakhir. Seharusnya tiga tahun ke depan baru terjadi," ujar Yuan Cang dengan wajah tak percaya.
Yuan Cang dengan berjalan tergopoh-gopoh setengahnya dia berlari ke arah kediaman keluarga. Dia segera memanggil saudara tertuanya yaitu Yuan Lan Zhi yang sedang duduk memandang langit di kediamannya.
Yuan Lan Zhi memperhatikan perisai mantra dengan teliti. Awalnya dia tak percaya dengan apa yang dikatakan adik pertamanya itu, namun setelah melihat secara langsung, dia mau tak mau harus percaya.
"Ini sudah terjadi berapa lama?" tanya Yuan Lan Zhi tanpa lepas memandang perisai mantra sumur tua yang di beberapa tempat rusak.
"Aku tak tahu, tapi ketika aku datang ke sini, perisainya sudah rusak begini, Kak," jelas Yuan Cang dengan jujur. Dia tak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.
Yuan Cang membantu kakaknya (Yuan Lan Zhi) memperbaiki perisai mantra sumur tua dengan kekuatan spiritual mereka. Memperbaiki perisai mantra cukup banyak menghabiskan energi spiritual mereka.
"Ta ge, apa masalah ini perlu kita beri tahu pada kepala sekte?" tanya Yuan Cang pada kakak tertuanya dengan pandangan bertanya. Keputusan diambil oleh Yuan Lan Zhi sebagai anak tertua di keluarga Yuan.
"Sebaiknya kita beri tahu masalah ini pada kepala sekte. Besok pagi aku akan berangkat menemuinya. Ingat jangan sampai anak-anak tahu, karena jika anak-anak tahu masalah ini mereka akan kepikiran dan ketakutan," ucapnya memberikan instruksi. Itu adalah keputusan yang paling tepat menurutnya untuk saat ini.
"Baik, aku mengerti, Kak," jawab Yuan Cang mengangguk. Dia percaya jika keputusan kakak tertuanya sudah tepat.