"Aku tahu pasti tidak lain Hua Qian Gu yang sengaja melakukannya," ujar Han Shiyi.
"Shiyi, kau benar-benar melihat dia yang melakukannya?" tanya Song Lianyu menatap temannya itu.
Han Shiyi menggeleng. "Tidak, tapi aku yakin pasti dia. Soalnya dia mengawasi dari saat kau berlari di atas sungai," jelas Han Shiyi.
"Baiklah, kita tak usah membahas ini lagi. Apa guru tadi marah?" tanya Song Lianyu.
"Tidak, guru berkata pelajaran akan dilanjutkan di hari yang lain," jawab Han Shiyi.
"Baiklah," ujar gadis penyuka kue osmanthus.
"Ya, sudah Lianyu kau istirahat saja dulu di sini. Nanti kami akan ke sini lagi," ucap Long Feiye, lalu tersenyum.
"Aku keluar dulu ya, mau dibawakan makanan apa?" tanya Han Shiyi.
"Tak usah, aku dua jam lagi, akan kembali ke kamar," tolak Lianyu.
Kemudian Long Feiye, Han Shiyi, dan Bai Quan pergi ke luar ruangan.
Pangeran Yun Yi baru saja selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru. Pakaiannya berwarna kuning yang indah dan tampak cocok dengannya.
"Bagaimana keadaanmu Lianyu?" tanya Pangeran Yun Yi sembari mengambil posisi duduk di kursi yang dekat dengan ranjang.
"Sudah lebih baik dari yang sebelumnya, rasa sakitnya juga sudah perlahan menghilang. Setengah jam lagi pasti rasa sakitnya sepenuhnya menghilang, " jawab Song Lianyu.
"Bagus sekali," jawab Yun Yi tersenyum. Dia senang Lianyu sudah tidak apa-apa. Tadi perasaannya sangat kacau sekali.
"Yun Yi, rasanya kita pernah bertemu di jalan ya?" tanya Song Lianyu. Dia masih ingat wajah pemuda tampan yang dengan baiknya memberikan dia dua tael emas yang setara dengan dua ratus tael perak.
Pangeran Yun Yi lalu tersenyum. "Lianyu, masih mengingat aku?" tanyanya.