Tabib membawa nampan yang berisi sup jahe, Yuwen Yue segera mengambil sup dari tangan tabib. "Biar aku saja," ujarnya.
"Baiklah. Oh, ya, setelah pemeriksaan Nona Song tak perlu minum obat," ujar tabib wanita itu.
"Rasa sakit akibat kemasukkan air akan hilang dengan sendirinya biasanya dalam waktu setengah jam atau satu jam paling lama," sambung wanita berpakaian itu.
"Terima kasih, tabib," ujar Long Feiye, Yuwen Yue, dan Han Shiyi secara bergantian.
"Aku permisi dulu." Wanita yang berstatus sebagai tabib berjalan meninggalkan mereka untuk kembali ke ruangannya.
"Lianyu, ayo buka mulutmu," pinta Yuwen Yue, dia hendak menyuapi gadis itu.
"Tak usah Yuwen Yue. Aku akan makan sendiri saja," tolak Song Lianyu menggeleng.
Yuwen Yue tampak kecewa karena Lianyu menolak niat baiknya, namun dia tutupi dengan senyuman khasnya. "Baiklah, aku pergi dulu. Aku baru ingat ada pekerjaan yang harus aku lakukan," ujarnya. Dia berjalan menuju ke luar ruangan. Selama ini tak ada gadis yang menolak perhatiannya itu. Apa dia kurang tampan di mata Lianyu?
Song Lianyu meminum sup jahe nya dengan gerakan perlahan. Jujur dia kurang suka yang namanya sup jahe, tapi karena tubuhnya terasa dingin, dia terpaksa meminumnya.
Lianyu meletakkan kembali sup jahe di atas meja nakas. Dia mengambil air, meminumnya sampai habis.
"Apa sudah merasa lebih hangat?" tanya Shiyi.
"Sudah. Oh, ya, aku seharusnya tadi tidak sampai tercebur karena aku sudah fokus," ucapnya. Dia juga merasa heran, kenapa ada orang yang jahat yang ingin mencelakainya.