Han Shiyi dan Song Lianyu pulang ke sekte tanpa Winter. Kucing putih gemoy itu harus dirawat beberapa hari di tempat pengobatan.
Lianyu masuk ke dalam kamar asrama, dia melihat ranjang Winter yang sepi, biasanya ada kucing putih yang tidur di sana.
"Aku akan berusaha menjagamu lebih baik Winter," ujar Song Lianyu.
Song Lianyu memutuskan untuk menyulam saja karena merasa sepi. Itu tugas dari tempat kerjanya yang dibawanya ke sekte. Kali ini pelanggan meminta menyulam berbentuk pola bunga kamelia di kain sutra. Pakaian untuk seorang gadis kecil dari keluarga bangsawan. Dengan teliti dan telaten dia menyulam. Dia menyulam memakai dua tangan sekaligus dengan pola yang sama. Berkat kemampuannya itu sulaman menjadi lebih cepat selesai. Dalam waktu tiga jam, sulaman bordir telah selesai dibuat. Lianyu sedang merapikan dan menyimpan kain ke dalam kotak kayu berukuran sedang ketika Han Shiyi datang ke kamarnya.
"Baru selesai menyulam pakaian pelanggan?" tanya Han Shiyi.
"Iya, baru saja selesai," jawab Lianyu sembari menyimpan kotak kayu ke dalam lemari.
"Aku dengar dari yang lain ada seorang murid baru yang katanya statusnya seorang pangeran," ucap Han Shiyi.
"Pangeran? Berarti dia bawa banyak prajurit?" tanya Song Lianyu sedikit tertarik. Dia belum pernah melihat pangeran sekolah di tempat yang sama dengan rakyat biasa.
Shiyi menggeleng. "Entahlah, aku tak tahu, tapi mungkin saja. Apalagi dia adalah pangeran mahkota, penerus kaisar di masa depan nanti," ujarnya.
"Beruntung sekali gadis yang bisa menjadi permaisurinya di masa depan nanti," sambung Han Shiyi.
Song Lianyu tersenyum saja. "Tapi ada ruginya juga."
"Apa, ruginya?" tanya Shiyi dengan raut wajah penasaran.
"Yah, biasanya 'kan keluarga kekaisaran itu punya istri lebih dari satu. Ya, jelas cinta dan kasih sayangnya itu berbagi. Kadang-kadang juga sesama istri saling mencelakai karena berebut cinta dari suami mereka. Dan istri yang berasal dari keluarga yang tak punya kekuatan akan tergeser atau bisa saja terbunuh," jelas Song Lianyu panjang lebar. Semua yang dia katakan ini adalah yang dia dengar dari orang-orang.
"Tapi kalau membahas soal pakaian mewah, status terhormat, banyak yang melayani dan juga banyak uang itu adalah letak kelebihannya sendiri," sambungnya.
Han Shiyi mendengarkan dan menelaah apa yang dikatakan temannya. "Ah, iya, kau benar sekali. Jadi, apa kau mau menjadi wanfei(istri dari pangeran)?"
Lianyu menunjuk dirinya sendiri. "Entahlah, aku tak tahu." Dia berkata sambil mengangkat bahunya.
"Aku saat ini belum berniat untuk menikah. Dan lagipula umurku masih muda," sambungnya lagi.
Han Shiyi kemudian tertawa. "Kita main ke taman saja yok, kita sekalian menyatukan energi dari monster kita dapat itu."
"Baiklah."
Song Lianyu mengangguk setuju, dia mengambil tas yang berisi batu mutiara(inti kultivasi) monster. Tiap monster punya inti kultivasi.
Mereka berdua berjalan ke arah taman. Duduk bersebelahan.
"Lianyu, kau ingat tidak cara memurnikan inti mutiara monster sebelum diserap?" tanya Han Shiyi. Soalnya dia lupa soal itu.
Lianyu mengeluarkan buku catatannya, dan mencari materi tersebut. "Ketemu. Di sini kita tinggal memurnikannya dengan kekuatan kultivasi kita sampai asap hitamnya menghilang. Namun tidak semua inti kultivasi mengeluarkan asap hitam tergantung dengan monsternya. "
Lianyu meletakkan inti kultivasi di atas sebuah batu, dia menyalurkan energi spiritualnya ke dalam mutiara inti kultivasi. Perlahan-lahan asap hitam menghilang. Lianyu memposisikan posisi bersila, tangannya saling berhadapan dengan mutiara inti kultivasi melayang-layang di tengah. Dia pelan-pelan menyerap energi spiritual yang ada di dalam mutiara inti kultivasi sampai mutiara tak bersisa dan lenyap.