"Baiklah, aku akan ikut denganmu, Lianyu," jawab Han Shiyi pada akhirnya.
"Ayo kita berangkat! Mumpung hari ini kita tidak ada mata pelajaran," ujar Song Lianyu dengan semangat. Dia segera mengambil pedang pemberian dari Putri Yun Qing dari dalam lemari. Pedangnya itu pedang yang digunakan oleh untuk latihan bersama dengan Putri Yun Qing.
"Woah, dapat dari mana pedang ini, Lianyu? Pedangnya bagus sekali? Apakah kau baru saja membelinya?" tanya Han Shiyi dengan raut wajah penasaran. Soalnya dia baru melihat pedang itu.
"Ini pemberian dari temanku, Shiyi. Dia bilang ini adalah hadiah untukku," balas Song Lianyu dengan senyuman di wajahnya.
"Oh, ya apa kita ajak juga Bai Quan, Yuwen Yue, dan juga Long Feiye?" tanya Han Shiyi.
"Aku pikir tak usah ajak mereka. Long Feiye dia bilang hanya ingin berada di dalam kamar asrama saja. Kalau Bai Quan aku tak berani ngomong dengannya, dia itu wajahnya terlalu seram dan juga dingin," ujar Song Lianyu dengan jujur.
Han Shiyi tertawa. "Bai Quan tak seseram itu kok," balasnya.
"Tak tahu ah, aku takut. Takut nanti dia tiba-tiba melempar kekuatan ke aku," ujar Song Lianyu bergidik ngeri. Dia tahu betul kalau Bai Quan lagi marah, pasti membakar lawannya itu.
"Baiklah, kita berdua saja, tak usah ngajak yang lain. Sebenarnya kalau kita berdua saja kan lebih mudah dan tak perlu ribet," sambung Song Lianyu.
"Tunggu, aku ambil pedangku dulu," ujar Han Shiyi. Tanpa menunggu jawaban dari Song Lianyu, gadis itu langsung menuju ke kamarnya untuk mengambil pedang dan juga membawa satu kantong makanan ringan dan juga botol minuman yang terbuat dari kayu.
"Meong! Meong! Meong!" Si putih berjalan menghampiri Song Lianyu seolah berkata ajak aku juga! Jangan tinggalkan aku!
"Winter, kau juga mau ikut ya?" tanya Song Lianyu sambil menggendong Winter di pelukannya. Bulu kucing gemuk itu tidak rontok.
"Meong!" jawab Winter.
"Baiklah, aku akan bawa Winter juga," ujar Song Lianyu. Mendengar itu Winter tampak senang dan juga bahagia, sudah lama sekali dia tak melihat ke dunia luar sejak dirawat Lianyu.
"Shiyi, tolong ambilkan tasku ya," pintanya.
"Ini," ujar Shiyi.
Song Lianyu memasukkan Winter ke dalam tas yang terbuat dari kain itu. Dia membuatnya sendiri dengan bahan kain-kain sisa di toko Xing.
"Baiklah, ayo kita berangkat," sahut Han Shiyi.