Song Lianyu dalam perjalanan pulang ke sekte Bunga Salju dengan naik pedang terbang. Gadis itu melihat ke arah bawah. Dia memutuskan untuk turun ke bawah tepatnya di halaman yang kosong. Naik pedang terbang juga membutuhkan kekuatan energi spiritual, artinya ada batas maksimal naik pedang terbang. Dia menyampaikan pedang ke pinggangnya.
Dia melihat ke sekitar yang lumayan ramai. Kemudian pandangannya melihat ke arah salah seorang pedagang perhiasan. Dua orang gadis yang tampaknya berasal dari keluarga yang berada tampak sedang memegang dan mencoba gelang giok.
Tiba-tiba sebuah ide yang bagus terlintas di kepalanya.
Akan bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak jika bisa menjual gelang-gelang giok seperti paman itu, batin Song Lianyu.
Tapi beli di mana agar aku bisa mendapatkan gelang dengan harga yang murah? pikir Song Lianyu sambil berjalan.
Ada seorang pedagang yang menawarkan buku pada Song Lianyu.
"Nona, mampirlah sebentar, ada beberapa buku yang baru mungkin saja Nona menyukainya," ujar pedagang itu.
Song Lianyu memutuskan untuk mampir untuk melihat-lihat buku yang ada. Tak lama kemudian matanya menangkap ada buku yang menarik perhatiannya.
Song Lianyu mengambil buku bersampul hijau dengan garis kuning di ujungnya. Buku itu hanya ada satu di sana. "Cara membuat pil kultivasi," ujarnya. Gadis itu membaca isi buku itu.
"Buku ini sangat bagus," ucapnya.
"Tentu saja bagus, Nona," balas Bapak itu dengan percaya dirinya.
"Pak, buku ini harganya berapa?" tanya Song Lianyu pada bapak pedagang.