Pada akhirnya Song Lianyu mengerahkan segenap kemampuannya yang dia bisa. Begitu juga dengan Putri Yun Qing. Lianyu akui jika teknik pedang sangat putri sangatlah bagus dan jauh di atasnya. Song Lianyu sampai kewalahan meladeninya.
Hingga akhirnya Song Lianyu kalah dengan pedang terarah di lehernya. "Lianyu, mengaku kalah Putri," ujarnya dengan kedua tangannya diangkat ke atas.
Kedua gadis itu kemudian beristirahat sejenak di tempat peristirahatan yang ada di dekat lapangan latihan.
Para pelayan dengan sigap menuangkan air ke dalam cangkir sang majikan. Putri Yun Qing mengambil secangkir air dan meminumnya. Air segar sedikit membuatnya merasa dingin.
Apakah dia adalah putri pertama di Kerajaan Chang Yun? batin Song Lianyu berpikir. Dia sambil meminum air dingin yang dituangkannya sendiri.
Tak salah lagi dia adalah putri pertama. Namanya jika tak salah dengar Yun Qing, pikir Song Lianyu lagi. Dia curi-curi pandang ke arah Putri Yun Qing.
Putri Yun Qing meminta agar para pelayan meninggalkannya bersama dengan Song Lianyu.
"Namamu Lianyu 'kan?" tanya Putri Yun Qing dengan tiba-tiba.
Song Lianyu mengangguk sebagai jawaban.
"Tingkat kultivasimu saat ini berada di mana?" tanya Putri Pertama Kerajaan Chang Yun. Karena dia merasakan kekuatan saat menyerang Lianyu terbilang masih berantakan dan juga kaku.
"Tingkat warrior bagian delapan, Putri," ujar Song Lianyu dengan jujur.
"Perbanyak latihan, Lianyu," ujar Yun Qing dengan perhatian.
"Iya, Putri," jawab Song Lianyu.
"Kalau aku sendiri masih di tahap master bagian empat," ucap Yun Qing. Tak ada salahnya dia memberi tahu Song Lianyu.
Jarang sekali orang dari rakyat biasa bisa berbicara langsung dengan anggota keluarga kerajaan. Terlebih lagi tempat tinggal para putri dan pangeran biasanya terletak cukup jauh dari kediaman kaisar. Di istana kediaman terpisah-pisah berbeda dengan di keluarga biasa yang satu kediaman ditinggali mulai dari ayah, ibu, sampai anak-anak mereka. Kediaman permaisuri dan para selir pun terpisah-pisah sebagai contoh kediaman permaisuri namanya paviliun emas, kediaman selir agung paviliun hijau. Di setiap kediaman paviliun ada banyak pelayan yang melayani.
"Putri keren sekali!" ujar Song Lianyu sambil bertepuk tangan. Dia terlihat antusias.
Putri Yun Qing tertawa renyah. "Hahaha, mana bisa dibandingkan dengan kakakku putra mahkota. Dia saat ini sudah berada di tingkat master bagian sepuluh," ujarnya dengan nada bangga saat berbicara tentang kakak laki-lakinya itu.
"Woah, sebentar lagi Putra Mahkota pasti akan naik ke tahap grand master," ujar Song Lianyu dengan antusias. Dia tidak iri jika mendengar orang lain yang tingkat kultivasinya lebih tinggi darinya, gadis itu justru senang. Hal itu malah membuatnya bertambah semangat untuk latihan.
"Dia sangat handal dalam bermain pedang. Coba saja kau bertanding dengannya pasti kau akan mengagumi kehebatannya itu," ujar Putri Yun Qing masih dengan nada yang bangga.
Sejak kecil memang bakat kemampuan Putra Mahkota sangat baik ditambah lagi dia memiliki sumber daya yang lebih dari cukup sebagai penunjang. Mana bisa dibandingkan dengan Song Lianyu yang sejak kecil hanya berlatih sendiri tanpa bantuan pil dan guru mana pun. Baru sekarang ini Song Lianyu memakan pil peningkatan kekuatan kultivasi itupun dari pemberian Tuan Muda yang baik hati itu. Itupun tingkat kultivasinya termasuk cukup baik untuk golongan anak-anak yang sepertinya.
"Tentu saja, Lianyu akan sangat mengaguminya," jawab Song Lianyu.
"Kalau Lianyu punya kesempatan untuk bertemu dengan Pangeran Mahkota, Lianyu ingin sekali bisa berguru dengannya," sambung gadis itu dengan mata yang penuh dengan harapan.
Putri Yun Qing mengangguk. "Aku yakin impianmu itu pasti akan terwujud suatu saat nanti," ujarnya. Entahlah kenapa dia merasa nyaman bicara dengan Song Lianyu, padahal mereka baru saja bertemu dengan kesalahpahaman. Seolah mereka sudah berteman sejak lama.
Putri Yun Qing mengamati wajah dan postur tubuh Song Lianyu dengan cermat.
Jika aku perhatikan dengan teliti, gadis ini jika dipakaikan pakaian khas Kerajaan dan juga perhiasan khas bangsawan, Orang-orang tak akan tahu jika dia berasal dari keluarga biasa, batin Putri Yun Qing masih tengah mengamati Song Lianyu yang juga tengah melamun.
Tak seperti Hua Qian Gu yang baru saja di tingkat elite bagian sepuluh sudah menghinaku dan mengataiku dengan sebutan lemah, batin Song Lianyu. Dia masih kesal dengan Hua Qian Gu yang menghinanya waktu seleksi penerimaan murid sekte. Lihat saja nanti tingkat kultivasinya pasti akan lebih meningkat.
***
Tingkatan kultivasi di dunia kultivator
1. Warrior
2. General
3. Elite
4. Master
5. Grand Master
6. Emperor
7. Great Emperor
8. Grand Emperor
9. God
10. Divine God
11. Heavenly
Setiap tingkatan terbagi menjadi sepuluh bagian. Misalnya : Song Lianyu saat ini berada di tingkat warrior bagian delapan, dia perlu melewati bagian sembilan, bagian sepuluh, baru bisa naik ke tingkat general.
Tingkatan kultivasi dari tingkat rendah sampai tingkat yang paling tinggi sama di setiap negara tak ada perbedaan. Untuk mencapai ke tingkat yang lebih tinggi memerlukan ketekunan dan juga kerja keras serta uang sebagai penunjang. Kenapa dikatakan begitu? Jika orang terlahir memiliki bakat yang rendah maka jika dibantu dengan pil-pil atau tanaman obat, maka tingkat kultivasinya akan meningkat dan bisa saja setara dengan orang yang bakat alaminya tinggi. Untuk memiliki sumber daya yang baik tentu harganya tidaklah murah, hanya keluarga yang memiliki banyak uang yang bisa memilikinya.
Dari keluarga biasa pun sebenarnya bisa membeli pil-pil sumber daya asalkan dia mau bekerja keras untuk mencari uang. Yang lebih enaknya lagi kalau dari lahir memiliki bakat yang tinggi ditambah juga sumber daya yang cukup, itu menjadikan dia bertambah kuat dan cepat naik tingkat kultivasi.