"Ah, ternyata kau bukan berasal dari kota Qifeng, ya?" ujar Putri Yun Qing menatap gadis yang duduk di hadapannya.
"Ya, Putri. Tapi aku sudah tinggal di sini lebih kurang dua minggu lebih," jawab Song Lianyu. Dia berbicara dengan Putri Yun Qing layaknya seperti bicara dengan rakyat biasa saja.
Putri Yun Qing kemudian mengajak Song Lianyu ke lapangan luas yang ada di belakang kediamannya itu. Song Lianyu menurut saja. Delapan pelayan wanita juga ikut di belakang Putri Yun Qing. Lapangan luas itu di sekelilingnya dihiasi pohon-pohon yang rindang dan indah. Terlihat prajurit kerajaan berjaga di depan gerbang.
Lagi-lagi Song Lianyu memandangi pemandangan sekitarnya yang juga indah. Ah, kapan dia bisa punya kediaman seindah ini? Mungkinkah dia harus bekerja selama puluhan tahun agar bisa memilikinya? batin Song Lianyu.
"Kau temani aku berlatih," ujar Putri Yun Qing. Dia tak punya teman untuk berlatih, adiknya Yun Ling sibuk sepanjang hari dengan obat-obatan yang dia teliti.
"Aku menemani Putri berlatih?" tanya Song Lianyu lagi. Apa dia tak salah dengar itu?
"Kenapa? Kau tak mau menemani Putri ini berlatih?" ujar Putri Yun Qing menatap gadis di hadapannya itu dengan pandangan bertanya.
Song Lianyu segera menggeleng cepat. "Bukan maksudku begitu, Putri. Hanya saja statusku yang rendah, tak pantas menemani Putri yang statusnya sangat terhormat," jelas Song Lianyu dengan jujur.
Putri Yun Qing kemudian tertawa mendengar penuturan gadis dari keluarga biasa itu yang terdengar lugu dan polos. "Sudahlah jangan memikirkan itu. Pokoknya kau temani aku saja berlatih," ujar Putri Yun Qing mutlak.
"Baiklah, Putri," jawab Song Lianyu menurut saja akhirnya. Lagipula ini keinginan Putri sendiri, dia tak memaksanya.
Di bawah sinar matahari yang tak terlalu terik kedua gadis yang sama-sama cantik itu saling berhadapan dalam jarak dua meter lebih sedikit. Keduanya memegang pedang dengan kualitas yang baik. Pedang dari kerajaan.
"Kau boleh menyerangku, tak masalah. Pihak kerajaan tak akan menghukummu karena aku yang memintanya. Anggap saja kita sedang latihan," jelas Putri Yun Qing terlebih dahulu. Dia bisa melihat ada tatapan ketakutan di mata Song Lianyu.
"Baiklah, Putri," jawab Song Lianyu.
Putri Yun Qing menyerang terlebih dahulu, dengan cepat Song Lianyu menahannya menggunakan pedang miliknya. Keduanya saling menyerang secara bergantian. Song Lianyu melayang ke atas saat Putri Yun Qing mengarahkan pedang ke arah kakinya. Sehingga pedang Putri hanya bisa menyapu angin.
Wadaw, Putri bermain dengan serius. Jika aku tak serius maka bisa-bisa tubuhku tergores pedang, batin Song Lianyu sambil terus menahan serangan pedang sang putri.
Putri Yun Qing menyerang dengan cepat sampai-sampai Song Lianyu harus bergerak dengan cepat juga untuk menyeimbangkan. Hanfu yang keduanya pakai bergerak sesuai dengan gerakan mereka.
Tubuh Song Lianyu berputar seperti angin, lalu berjalan mundur ke belakang dengan cepat saat pedang terarah padanya.
Sejauh ini Song Lianyu hanya menghindar. Gadis itu masih terlalu takut untuk menyerang.
"Sudah kukatakan tak perlu untuk menyerangku! Jika kau tak serius berlatih denganku, aku akan menghukummu," tegas Putri Yun Qing. Dia merasa sedikit tersinggung karena Lianyu yang tak mengerahkan segenap kemampuannya. Itu sama saja menghinanya.
"Jangan pikir karena aku seorang putri, jadi aku terlalu lemah," ujar Putri Yun Qing. Alasan gadis itu memilih orang luar untuk diajaknya latihan karena orang-orang di dalam istana terutama para saudaranya dan pelayan terlalu takut untuk menyerangnya sungguh-sungguh.
Aduh, ini, ini aku serba salah. Bagaimana nanti jika Putri sampai terluka? batin Song Lianyu. Dia jadi serba salah.
Apa yang aku lakukan itu salah? pikir gadis itu.