Song Lianyu melihat pantulan wajahnya di cermin. Cermin itu warnanya kuning. Dia tampak seperti seorang putri, dengan pakaian dan perhiasan yang menghiasi rambutnya. Dia tampak cantik seperti seorang peri.
"Ini wajahku?" ujar Song Lianyu sambil memegang wajahnya.
"Tentu saja, Nona," jawab pelayan yang ramah dengan tersenyum di wajahnya. Dia tertawa karena tingkah lucu anak perempuan itu.
"Nona, aku antar menemui Putri," ujar pelayan wanita itu sambil membawa Song Lianyu ke ruangan Putri Yun Qing. Ruangannya cukup luas, perabotan kelas atas mengisi seluruh ruangan. Seorang gadis cantik dan imut sedang duduk di kursi sambil minum segelas teh hangat.
Song Lianyu memberikan hormat sambil mengucapkan salam penghormatan. "Semoga Yang Mulia Putri panjang umur!" ujarnya sambil membungkuk hormat.
"Berdirilah!" ujar Yang Mulia Putri Yun Qing. Gadis cantik yang memiliki wajah yang imut dan putih itu memberi kode agar gadis di hadapannya berdiri kembali.
"Terima kasih, Putri," ucap Nona Song Lianyu dengan nada sopan dan hormat.
Putri Yun Qing memberi tanda agar Song Lianyu duduk di hadapannya. Song Lianyu menurut saja.
Lianyu bertanya-tanya dalam hati apa yang akan dikatakan oleh Putri Yun Qing. Semoga saja Putri tak marah lagi, batin Song Lianyu berharap.
"Dari mana asalmu?" tanya Putri Yun Qing.
"Aku berasal dari kota Ban Hua, Putri," jawab Song Lianyu.