"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini?" Song Lianyu segera menoleh pada suara seseorang yang tiba-tiba masuk ke indra pendengarannya.
Aduh, yang punya kebetulan ada pula ini, batin Song Lianyu menutup kedua matanya.
Dia hendak berlari menjauh dari sana, namun suara orang itu terdengar lagi.
"Tangkap dia! Dia adalah pencuri!" teriak gadis itu.
"Baik, Putri!" jawab para pelayan wanita.
Terjadilah aksi kejar-kejaran antara para pelayan dengan Song Lianyu. Hingga akhirnya gadis itu kelelahan. Apalagi pakaiannya basah jadi lebih susah saat berlari. Detak jantungnya meningkat dan napasnya tak beraturan.
"Sudah, jangan kejar aku lagi!" ujar Song Lianyu sambil memberi tanda menggunakan tangan tanda berhenti. Dia duduk di salah satu kursi sambil menetralkan detak jantung dan napasnya.
"Maaf, Nona, aku bukan seorang pencuri," jelas Song Lianyu. Kedua tangannya dipegang oleh kedua pelayan wanita, lalu dibawa menghadap Putri Yun Qing sambil kedua tangannya dipegang.
Putri Yun Qing ingin mandi, tapi saat dia hendak berjalan ke kolamnya dia melihat ada seorang gadis asing.
"Jika kau bukan pencuri, lalu apa yang kau lakukan di kolam pribadiku?" tanya Yun Qing lagi sambil menatap wajah gadis yang berdiri di hadapannya itu.
"Aku tak sengaja jatuh dari pedangku ketika sedang terbang," ujar Song Lianyu dengan jujur.
Putri Yun Qing tidak serta merta langsung percaya, dia meminta agar kedua pelayan setianya memeriksa tubuh Song Lianyu dengan cermat.
"Kami tidak menemukan apapun, Putri," lapor salah satu pelayan wanita yang lebih muda.
"Jadi, apa yang kau katakan itu benar?" tanya Putri Yun Qing lagi. Aura kebangsawanannya memancar dari tubuhnya.
"Iya," jawab Song Lianyu.
Aduh, kenapa aku bisa jatuh ke dalam kolam milik seorang putri? Kenapa aku tak jatuh di tempat lain saja? Alangkah baiknya jika aku tak jatuh saja, ringis Song Lianyu.
Entahlah, apa yang akan dia perbuat padaku? Semoga saja dia tak memasukkan aku di dalam penjara, batin Song Lianyu.
Yun Qing melihat pakaian yang dikenakan gadis di hadapannya itu basah kuyup. Dia kemudian memerintahkan agar pelayan membawanya untuk ganti pakaian. Dia tak sekejam itu pada orang.
Song Lianyu dibawa empat orang pelayan menuju ke ruangan khusus. Dia terpana melihat keindahan di sekitarnya. Semuanya tampak indah dan elegan, tapi hal itu tak heran lagi karena kediaman keluarga istana memang sangat lah indah dan juga luas.
"Putri sudah berbaik hati padamu, Nona," ujar salah seorang pelayan.
"Aku benar-benar tak sengaja tercebur di kolam milik putri," ujar Song Lianyu.
Jika aku tahu bakal jadi begini lebih baik aku tak usah terbang terlalu tinggi, lanjutnya di dalam hati.
"Baiklah, kami percaya," jawab pelayan yang lain, sementara pelayan yang pertama diam saja.
Pelayan membawakan pakaian khas istana yang sangat indah dan menawan serta perhiasan yang juga sangat cantik dan pastinya mahal. Song Lianyu sampai terpana melihat kedua benda itu.
"Woah, mereka sangat indah," puji Song Lianyu dengan wajah kagum.
Satu orang pelayan mengatai Lianyu dengan norak dan satunya lagi hanya tersenyum saja.
"Gantilah pakaianmu yang basah itu dengan pakaian yang sudah disiapkan," ujar pelayan yang ramah sambil menunjuk sebuah ruangan khusus. Song Lianyu sambil membawa pakaian, dia berjalan masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan dia mengganti pakaian yang basah dengan pakaian yang baru.
Pakaian yang aku pakai ini sangat jauh dengan pakaian yang ada di istana, batin Song Lianyu menatap kedua pakaian itu secara bergantian. Lianyu tidak memakai pakaian dari sekte. Karena hari ini kelas sedang kosong.
Lianyu berjalan keluar sambil menenteng pakaian yang basah.
"Nona, pakaian basahnya nanti aku keringkan terlebih dahulu."
Sementara itu pelayan wanita yang lain merias rambut dan merias wajah Song Lianyu serta membentuk rambutnya.