Yuwen Huai tampak sedang berpikir sejenak tentang hal yang disukai oleh seorang gadis. "Uang, perhiasan, dan juga pakaian mewah. Oh, dan satu lagi seperti pemerah pipi dan juga pemerah bibir. Empat hal itu yang biasanya disukai oleh seorang gadis," ujar Yuwen Huai. Dia mengatakan itu karena melihat adik perempuannya yang tiap hari bersolek, mematut diri di depan cermin sepanjang hari. Sampai Yuwen Huai berkata cermin akan pecah jika tiap jam ditatap terus.
"Lalu mana yang lebih baik dari empat hal itu?" tanya putra mahkota pada bawahannya yang setia itu.
"Menurut hamba, Pangeran berikan saja dia tusuk rambut emas. Dia pasti akan senang," jawab Yuwen Huai. Setiap gadis pasti suka yang namanya tusuk rambut emas, harganya yang sangat mahal dan berharga. Tidak semua gadis bisa membelinya.
"Baiklah, kau carikan aku tusuk rambut emas," perintah Yun Yi.
"Baik, pangeran," jawab Yuwen Huai dengan patuh.
***
Di dalam kamar asrama, Song Lianyu mengambil kotak pil kayu dari dalam lemari. Winter duduk tepat di sampingnya.
Lianyu membuka kotak tersebut dan melihat isinya ada lima butir pil. "Winter, kau tahu harga pil yang warna hijau ini satu tael emas," ujarnya.
Winter seakan mengerti dia tampak terkejut, lalu mengeong.
Itu harga yang mahal, batin Winter. Si kucing putih.