"Semoga saja guru tidak menanyakan keberadaan tokenku, jika mereka bertanya aku akan menjawab dengan apa," ujar Song Lianyu.
***
Pihak utusan dari Kerajaan mengantarkan surat kepada ketua sekte Bunga Salju. Ketua Sekte Bunga Salju segera membuka dan membaca gulungan surat tersebut yang isinya tentang pangeran mahkota Yun Yi akan bersekolah di sekte Bunga Salju. Setelah selesai membacanya, kepala sekte meminta dua orang pelayan wanita membersihkan kamar asrama yang akan ditempati oleh Pangeran Yun Yi. Tentu saja, Ketua Sekte tak ingin menyinggung keluarga kerajaan, apalagi yang akan bersekolah di sekte bunga salju adalah calon Kaisar berikutnya.
***
Di suatu paviliun, terlihat pangeran mahkota dengan dibantu pelayan mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa nanti. Setelah selesai mempersiapkan barang-barang, Yun Yi meminta agar semua pelayan keluar dari ruangan dan menunggu di luar saja.
Pangeran Yun Yi mengambil token biru khas sekte bunga salju. Dia menatap benda itu. "Kita sebentar lagi akan bertemu Lianyu," ujarnya dengan senyuman di wajahnya.
"Aku tahu pasti Lianyu saat ini sedang mencari token identitasnya. Aku akan memberikannya ketika kita bertemu lagi," tambahnya.
"Yuwen Huai!" panggil pangeran Yun Yi.
Yuwen Huai segera datang menghadap. "Hamba, hadir, pangeran!" ujar pria itu.
"Kira-kira barang apa yang diberikan pada seorang gadis?" tanya putra mahkota.
"Untuk seorang gadis?" ulang Yuwen Huai.