Seorang wanita yang sudah melahirkan tiga orang anak untuk Yang Mulia Kaisar berjalan masuk dengan anggun. Di belakangnya diikuti oleh para pelayan yang setia. Wanita itu meminta agar para dayang keluar dari ruangan.
Putra Mahkota segera membungkuk dan mengucapkan salam. "Semoga Ibu Kerajaan panjang umur seribu tahun!" ujarnya.
Wanita yang memakai pakaian yang mewah dan elegan itu meminta putra tertuanya untuk berdiri kembali. Pangeran Yun Yi menjawab dengan ucapan terima kasih.
"Semoga Yang Mulia Kaisar panjang umur seribu tahun!" Yang Mulia Permaisuri memberikan salam hormat sembari membungkuk.
"Berdirilah Yang Mulia Permaisuri!" jawab Kaisar. Wanita cantik yang berstatus sebagai istri pertama Kaisar menegakkan punggung kembali seraya mengucapkan terima kasih.
"Apa membawa Yang Mulia Permaisuri datang ke sini?" tanya Kaisar langsung.
"Mengenai keinginan Yi'er, aku ingin Yang Mulia Kaisar mengabulkannya," ujar Yang Mulia Permaisuri.
"Ah, rupanya Yi'er sudah memberitahu Yang Mulia Permaisuri?" tanya Kaisar.
Putra Mahkota mengangguk mengiakan. Iya, sebelum datang ke ruangan ayah Kaisar, dia datang menemui ibu Kerajaan terlebih dahulu untuk meminta dukungan. Sebagai seorang ibu dari Yun Yi, tentu saja dia akan mendukung keinginan putranya itu. Terutama menuntut ilmu di sekte bunga salju adalah salah satu hal yang sangat baik. Sekte Bunga Salju merupakan sekte nomor satu di negara Tianqi. Banyak keluarga bangsawan yang bersekolah di sana. Dan banyak juga anak-anak dari keluarga biasa yang lolos juga sekolah di sana.
"Baiklah, Zhen akan mengabulkan keinginan Yi'er." Keputusan Yang Mulia Kaisar membuat wajah Yun Yi menjadi cerah dan bahagia. Begitu juga dengan Yang Mulia Permaisuri.
"Tapi ingat di sana harus jaga diri!" pesan Kaisar Yun Li.
"Tentu saja Yi'er akan melakukannya."
"Terima kasih Ayah Kaisar," ujar Pangeran Yun Yi bersujud beberapa kali. Kaisar tersenyum dan tertawa karena putra sulungnya itu tak pernah sebahagia ini.
Yun Yi sangat senang dan langsung menyimpan surat yang ditulis oleh Kaisar yang akan diberikan pada kepala sekte Bunga Salju.
***
Di dalam kamar asrama terlihat seorang gadis cantik yang sedang mencari-cari suatu barang yang hilang. Yap, Song Lianyu telah kehilangan token status sebagai murid di sekte Bunga Salju. Dia sudah bolak balik mencari tetap tak ketemu juga.
Dia mengambil dan menuangkan air ke dalam cangkir untuknya sendiri. Dia meminumnya sampai isinya tak bersisa. Lalu meletakkan kembali di atas meja.
Song Lianyu menghela napas panjang. Kepalanya terasa sakit dan berdenyut. "Token itu harusnya terikat di pinggang pakaianku, kenapa benda penting itu bisa hilang?" ujarnya bermonolog sendiri.
"Apa mungkin terjatuh saat aku bekerja di toko Xing ya? Tadi mungkin saja tergeser jadi jatuh," ujar Song Lianyu.
"Tapi kalau memang jatuh di sana, jiejie Chu Xiao pasti sudah memberi tahu aku," sahutnya lagi.