"Di mana ya letak toko pil itu?" ujar Song Lianyu sembari berjalan berkeliling toko.
Dia memutuskan untuk beristirahat sejenak di salah satu kedai yang ada. Seorang bapak menanyainya ingin memesan apa, Lianyu mengatakan dia pesan semangkuk mie yang ditambahkan sayuran.
Tak perlu waktu yang lama pemilik kedai mie menyajikan semangkuk mie di atas meja tepatnya di depan Song Lianyu. Aroma yang nikmat dan enak membuat perutnya seketika berbunyi keroncongan.
Song Lianyu mengambil dua sumpit bersih yang tersedia di atas bibir mangkuk. Dia menyumpit mienya itu, memasukkannya ke dalam mulutnya. "Mienya sangat enak," pujinya.
"Pak, apa bapak tahu di mana tempat toko yang jual pil yang berkaitan dengan kultivasi?" tanya Song Lianyu pada bapak penjual. Kebetulan belum ada pelanggan yang lain. Jadi, dia bisa bertanya dengan leluasa.
"Oh, toko pil ya, nona?" tanya si bapak.
"Ya, pak," jawab Song Lianyu.
"Kalau tidak salah tokonya ada di sebelah sana nona," ujarnya bapak yang mungkin masih berumuran awal empat puluh tahun itu sembari tangannya menunjuk ke arah toko yang banyak pelanggannya.
"Yang toko lagi ramai itu pak?" tanya Song Lianyu sambil melihat ke arah yang ditunjuk oleh bapak itu. Beberapa helai rambut bapak itu memutih.
"Benar, nona."
"Pak berapa biaya semangkuk mienya?" tanya Lianyu. Tak mungkinlah dia pergi tanpa membayar itu namanya mencuri.
Setelah membayar semangkuk mie dan mendapatkan uang kembalian, dia segera berjalan menuju ke toko tersebut.
Dia tiba di toko penjual pil, seorang pegawai wanita bertanya padanya.
"Selamat datang, nona di toko Bulan Perak. Apa yang bisa saya bantu nona?" tanya wanita itu dengan nada yang ramah. Ya, pastinya pegawai harus ramah dengan pembeli. Jika pegawai tidak ramah, bisa-bisa pelanggannya kabur. Di belakang pegawai wanita itu ada lemari yang terbuat dari kaca.
"Aku sedang nyari pil untuk meningkatkan kekuatan kultivasi, apakah ada?" tanya Song Lianyu langsung.
"Ada nona, sebentar aku akan carikan," jawab wanita pelayan itu.
Terlihat ada orang-orang yang juga sedang mencari pil. Melihat dari pakaian yang mereka pakai tampaknya mereka berasal dari keluarga yang berada.
Berselang beberapa saat kemudian wanita yang mengambil itu datang bersama sekotak kayu berukuran kecil. Jangan pandang kotaknya yang kecil, isinya sangat berharga.
"Ini nona," ujarnya sambil meletakkan kotak kayu kecil di atas meja.
Song Lianyu mengambil kotak kecil dari meja, lalu membukanya. Terlihat di dalamnya ada lima butir pil berwarna hijau dengan satu garis putih di sana.
"Ini adalah pil peningkatan tingkat satu nona. Ini fungsinya bisa meningkatkan tingkat kultivasi nona, misalkan nona berada di tingkat tiga bisa naik langsung ke tingkat empat tanpa harus menunggu waktu yang lama serta tidak menghabiskan banyak waktu," jelas wanita itu.
"Pil hijau ini ternyata sangat ajaib, berarti kalau banyak sepuluh pil yang sama dalam waktu satu jam bisa langsung naik sepuluh tingkatan secara instan," simpul Song Lianyu.
"Betul sekali nona, tapi tentunya harganya yang juga termasuk mahal nona. Aku saja tak bisa membelinya nona," ujarnya dengan jujur.
"Oh, ya, pil, ini tingkat keefektifannya mencapai seratus persen. Ini merupakan pil dengan kualitas yang sempurna," jelasnya lagi.
"Memangnya berapa harga satu kotak ini?" tanya Song Lianyu.
"Harganya dalam satu kotak mencapai dua puluh lima tael emas, nona." Saat mendengar jumlah harganya hampir saja Song Lianyu pingsan di tempat.
"Apa tidak salah harganya segitu?" tanya Song Lianyu menatap wanita itu.
"Nona harga pilnya memang segitu. Eh, tapi nona ada pil peningkat kultivasi yang lain," sahutnya.
"Benarkah itu? Tolong bawakan kak," pinta Song Lianyu.
"Oke, baiklah, tunggu sebentar nona." Wanita itu mengambil empat kotak dari dalam lemari yang ada di belakangnya.
Dia membuka kotak yang paling kiri, di dalamnya ada lima butir pil berwarna hijau juga. Hanya saja tak ada garis di sana.
"Nona, pil hijau ini juga pil peningkat kultivasi. Hanya saja tingkat keefektifannya hanya dua puluh persen, harganya jauh lebih murah dari yang kualitas sempurna. Dalam satu kotak harganya hanya satu lima emas," ujarnya.
Apa? Pil yang hanya tingkat keefektifannya hanya dua puluh persen saja lima tael emas? batin Song Lianyu.
"Lalu yang ini bagaimana?"
Wanita yang memiliki rambut merah kecoklatan itu membuka kotak di sebelah pil hijau. Warna pilnya hijau tua dan tak ada garis di badannya. "Yang ini tingkat keefektifannya empat puluh persen. Harganya sepuluh tael emas," jelasnya.
Song Lianyu yakin kotak yang lain pasti lebih mahal. Dia memutuskan untuk membeli satu butir pil terlebih dahulu untuk melihat khasiatnya.
"Kak, apa aku boleh membeli satu butir pil saja?" tanya Song Lianyu pada si wanita.
"Boleh saja, hanya saja takutnya khasiatnya akan berkurang," jelasnya. Dia hanya memberitahu apa yang sebenarnya.
"Ya, tidak apa-apa. Aku sebenarnya ingin membeli kualitas sempurna, tapi aku tak punya uang sebanyak itu," ujar Song Lianyu dengan jujur.