Song Lianyu dan Yuwen Yue mengajak Long Feiye menuju ke kantin. Kantin ramai oleh murid-murid.
Yuwen Yue meletakkan mangkuk makanan dari nampan ke depan Song Lianyu dan juga Long Feiye. Aroma masakan memang menggoda selera agar segera dimakan. Tinggal sebagai murid di sekte Bunga Salju, salah satu keuntungannya bisa mendapatkan makanan secara gratis dari kantin serta bisa membaca buku-buku yang ada di perpustakaan sekte. Terutama untuk Song Lianyu yang tak memiliki uang yang banyak untuk memberi makan dirinya sendiri.
"Feiye, jangan sedih dengan perkataan murid-murid itu tadi. Kau harus tetap semangat berlatih," ujar Song Lianyu memberikan semangat pada temannya itu.
"Aku sudah menganggap omongan mereka sebagai angin lalu saja," sahut Long Feiye.
"Ayo makan dulu. Bicaranya sambil makan saja," sahut Yuwen Yue.
Long Feiye duduk di hadapan Song Lianyu dan Yuwen Yue berada tepat di samping kanan Lianyu.
Setelah menghabiskan makanan masing-masing mereka menuju ke halaman belakang untuk berlatih bersama. Kebetulan halaman belakang kosong, tak ada orang. Tempat ini merupakan salah satu tempat yang tenang dan damai. Apalagi lokasinya ada banyak pohon-pohon hijau.
Mereka latihan jurus yang baru saja diajarkan oleh guru Zhong Minyan.
"Semangat, Feiye! Kita latihannya pelan-pelan saja!" ujar Song Lianyu.
Feiye mengangguk semangat. Dia perlahan-lahan bisa melakukan gerakan jurusan walaupun belum sempurna, namun ini sudah lebih baik dari yang sebelumnya.
Kini mereka sedang istirahat karena kelelahan latihan.
Long Feiye dan Yuwen Yue secara bersamaan menyodorkan secangkir gelas pada Song Lianyu. Sampai membuat gadis itu kebingungan harus mengambil gelas dari siapa.
"Tentu saja dariku," ujar Yuwen Yue dengan percaya dirinya.
Lianyu menatap wajah kedua pria itu secara bergantian. Apakah otak kedua laki-laki itu sedang konslet?
Gadis tak mengambil satu pun gelas dari mereka berdua. Dia mengambil gelas dan menuangkannya sendiri.
"Aku pergi dulu," pamitnya lalu mengambil pedang kayunya. Meninggalkan kedua pria itu yang masih berdiri menatap kepergian Song Lianyu.