Pagi telah kembali lagi, semua murid berada di tempat duduk masing-masing. Suara kicauan burung terdengar dari luar meramaikan suasana pagi.
"Feiye, kau kemaren ke mana saja?" tanya Han Shiyi pada Long Feiye yang duduk di sampingnya.
"Aku hanya menemani Bai Quan memancing ikan saja," jawab Long Feiye.
"Apakah hanya itu saja?" tanya Han Shiyi.
"Tentu saja banyak Shiyi. Mencari para cacing untuk umpan ikan, tidur, makan, mandi, dan segala macam." Kali ini Bai Quan yang menjawab pertanyaan Han Shiyi.
Tumben sekali, si dingin bicara panjang lebar, batin Song Lianyu.
Sepertinya Yuwen Yue habis kejedot alat pancing, pikir Yuwen Yue. Sangking tak percayanya itu.
"Hey, saudaraku! Apa yang terjadi dengan otakmu itu? Apakah habis diperbaiki kah?" tanya Yuwen Yue dengan ekpresi yang tergolong menyebalkan. Tangannya mengacak-acak rambut merah bata milik Bai Quan. Bai Quan menatap Yuwen Yue dengan tajam dan dingin, namun Yuwen Yue seakan biasa saja. Ya, sebenarnya dia sedikit terpengaruh, namun dia harus kelihatan lebih kuat di depan para gadis terutama Song Lianyu.
"Jangan mengacau tatanan rambutku Yuwen Yue!" tekan Bai Quan dia mengeluarkan aura panas. Bahkan Song Lianyu, Long Feiye, Han Shiyi, dan Yuwen Yue serta murid-murid yang lain bisa merasakan aura panas itu.
Guru Zhong Minyan berjalan masuk ke dalam ruangan kelas barulah Bai Quan menghentikan aura panasnya itu.
Semua murid bangkit dari posisi duduknya lalu memberikan ucapan selamat pagi secara serempak, kemudian mereka duduk kembali setelah dipersilakan untuk duduk di tempat masing-masing.
Guru Zhong Minyan seperti biasa mengajarkan mengajarkan jurus baru yang menyangkut kekuatan fisik di dalam ilmu bela diri.
"Kalian sudah melihat aku melakukannya. Kalian praktekkan secara bergantian, ke depan empat orang sekaligus!" perintah guru Zhong Minyan.
"Baik, guru," sahut semua murid. Dimulai dari barisan yang paling depan hingga tiba giliran mereka.
Song Lianyu, Long Feiye, Han Shiyi, dan Bai Quan berjalan ke depan kelas. Mereka berbaris dengan rapi.
"Mulailah dari gerakan awal sampai gerakan yang terakhir!" instruksi guru Minyan.
Song Lianyu, Han Shiyi dan Bai Quan bisa melakukan gerakan itu dengan benar walaupun beberapa ada yang salah namun pada akhirnya bisa. Sedangkan Long Feiye walaupun sudah berulang kali diajarkan tetap saja gerakannya salah. Feiye tubuhnya yang lemah tidak bisa melakukan jurus itu dengan benar.
Sontak murid-murid lainmenertawai ketidakmampuan Feiye.
''Hahahhaha, percuma saja berteman dengan orang yang bisa berkultivasi. Sedangkan diri sendiri tak bisa berkultivasi, dia menganggap dirinya bisa kultivasi dan juga menganggap dirinya normal karena bergaul dengan orang yang normal," ejek salah seorang murid sambil terus tertawa terpingkal-pingkal. Murid-murid yang lain sontak ikut tertawa.
"Iya, dia bahkan kalah sama anak baru itu," tambah yang lainnya.
Kelas menjadi heboh.
Shiyi, Lianyu memberikan tanda agar Feiye tak merasa putus asa dengan ucapan itu.
"Kalian berempat duduklah di tempat masing-masing!" Keempatnya kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.
"Berhenti tertawa! Apakah kalian semua masih menghargai aku yang berada di sini, hah!" bentak guru Zhong Minyan dengan ekpresi marah. Heran sekali, pagi hari sudah membuat darahnya naik saja.
Semua murid yang tertawa berhenti mendadak karena wajah guru mereka yang tampak sangat menyeramkan.
"Kalian itu untuk apa belajar norma peraturan, jika kalian tak tahu isinya apa? Dan kalian juga tak memahami isinya," sambungnya.
"Apa ada di dalam buku norma peraturan, diperbolehkan mengejek sesama teman?" Itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan. Semua murid tak ada yang berani menjawab, kecuali Li Xuan.
"Guru, dia memang pantas dihina! Dia tak berhak berada di sekte bunga salju!" sahut Li Xuan dengan berani. Murid-murid lain diam-diam mengacungkan jempol dengan keberaniannya Li Xuan.
"Diam! Yang memutuskan Feiye bisa sekolah di sini atau tidak bukanlah kau Li Xuan! Kau juga di sini hanya berstatus sebagai murid!" balas Guru Zhong Minyan dengan telak.
"Sudah, kalian menghancurkan moodku untuk melanjutkan pelajaran, pelajaran akan dilanjutkan minggu depan! Minggu depan tak ada lagi yang namanya mengejek sesama teman, jika aku mendengarnya, aku tak segan-segan akan menyuruh kalian keluar dari kelasku," ujar guru Zhong Minyan dengan tegas. Pria itu pergi keluar kelas dalam posisi masih marah.
"Wah, hebat sekali Li Xuan keberanianmu itu! Aku acungkan jempol untukmu," ujar beberapa murid murid sambil memberikan acungan jempol.
"Anak caca t itu memang seharusnya tak berada di sekte kita. Sekte kita hanya untuk orang-orang yang berbakat bukan orang yang tak bisa berkultivasi seperti dia," sahutnya dengan gaya angkuh dan sombong.
Bai Quan sudah sejak beberapa saat yang lalu terpancing emosi. Sudah dia katakan bukan, jika dia tak suka pada orang yang suka menghina orang lain. Dia heran juga orang seperti Li Xuan itu seperti orang yang paling hebat saja, padahal banyak orang yang lebih hebat darinya.
"Quan, jangan lagi!" Han Shiyi menghalangi Bai Quan untuk bertengkar lagi.