Sebelum ada meimei Lianyu, Chu Xiao hanya bisa menyelesaikan pesanan pakaian paling paling banyak dua pakaian. Kini berkat meimei Lianyu enam pesanan bisa terselesaikan. Saat ini mereka berdua sedang menyerahkan pada pegawai bagain pengantaran pesanan kepada pelanggan. Setiap pakaian yang telah jadi diletakkan di dalam nampan kayu berwarna coklat, di atasnya dihiasi pita, ada yang pita merah muda, pita merah, pita ungu, pita biru, putih kuning, pita hijau, dan juga pita abu-abu.
"Tumben sekali jiejie Chu bisa menyelesaikan sebanyak ini?" tanya gadis bagian pengantaran, dengan ekpresi heran. Tangannya sembari menerima nampan tersebut.
Chu Xiao, umurnya dua puluh dua tahun, gadis itu tertawa. "Hari ini aku mendapatkan adik baru, dia yang membantuku. Eh, bukan, maksudnya kami bekerja sama menyelesaikan semua pesanan dengan sangat cepat," ujar Chu Xiao, sambil merangkul Song Lianyu yang berada tepat di sampingnya.
"Gadis kecil ini adalah pegawai baru?" tanya gadis yang lain, yang juga bagian pengantaran pakaian.
"Iya, aku pegawai baru, jie," sahut Song Lianyu.
"Siapa namamu gadis kecil?" tanya gadis yang sama.
"Namaku Song Lianyu, jie," jawab Song Lianyu.
"Nama yang indah seperti orangnya," sahut gadis yang lain.
"Sepertinya ke depan toko Xing kita akan mendapatkan lebih banyak pelanggan baru berkat meimei," tambah yang lain dengan anggukan setuju.
Song Lianyu tersenyum saja. Dia senang karena teman-teman kerjanya yang baik dan ramah. "Semoga saja, jiejie," jawabnya.
***
Di dalam kamar yang paling ujung di asrama putri. Song Lianyu menatap tiga tael perak yang didapatkannya hari ini. Itu adalah jumlah yang cukup banyak.
"Aku akan mengumpulkannya terlebih dahulu sebelum membayarkannya pada Shiyi. Paling tidak terkumpul dua puluh tael perak," ujarnya, lalu dia menyimpannya ke dalam kantong uang.
Setelah istirahat sebentar dan makan malam, Lianyu memutuskan untuk berlatih energi spiritual. Dia berada di atas karpet yang ada di atas lantai, lalu berkonsentrasi.
Ketika dua membuka matanya, dia sudah berada di dalam istana kekuatan kultivasinya.
Warnanya merah muda sesuai dengan warna kesukaan sang pemilik.
Song Lianyu memutuskan untuk berlatih di dalam istana. Di dalam istananya itu ada tingkatan dinding sesuai dengan tingkat kultivasi. Setiap mencapai tingkat kultivasi yang lebih tinggi, maka dinding akan bersinar. Sekarang tingkat kultivasinya warrior tingkatan tujuh, maka dinding yang bersinar hanya sampai tingkatan dinding ketujuh.
Untuk bisa meningkatkan kultivasi cara yang paling mudah adalah dengan menyerap energi yang berasal dari alam. Di sekte bunga salju sendiri adalah tempat yang energinya cukup tebal dan banyak. Tempat yang sangat bagus untuk latihan kultivasi. Ada pula cara yang lain yaitu memakan pil peningkat kultivasi, tapi harga pil itu sangatlah mahal. Lianyu butuh berkerja keras sampai empat bulan baru bisa membelinya.
Alangkah bagusnya jika ada orang yang memberiku pil peningkat kultivasi. Aku akan bisa menerobos ke tingkat delapan, batin Song Lianyu berpikir.
Setelah beberapa saat Song Lianyu kembali ke alam nyata. Dia sedang duduk di atas ranjangnya bersamaan dengan itu si winter mengeong meminta jatah makan.
"Ah, winter, aku lupa bahwa kau belum makan malam ini. Tadi aku ingin memberimu makan, tapi kau masih tidur dengan nyenyak," ujarnya sambil tangannya mengelus bulu putih bersih milik winter. Winter tampak nyaman dengan elusan dari sang majikan baru. Dulu sebelum winter belum ada majikan, tubuhnya kurus dan perutnya kempes. Ya, namanya kucing yang tinggal diluar pasti makannya tidak teratur. Terkadang mereka harus menahan lapar karena makanan tak ada. Terkadang juga harus berbagi dengan kucing yang lain.
Song Lianyu mengambil sepotong ikan goreng yang dia dapatkan dari ibu yang ada di kantin sekolah sekte. Kebetulan ibu itu juga punya hewan peliharaan, yaitu seekor kelinci abu-abu. Kucing walaupun hanya seekor hewan, namun Lianyu memperlakukannya seperti manusia pada umumnya. Dia tak pernah memberikan Winter makanan mentah. Takut nanti winter sakit perut dan muntah.
Seperti biasa Winter makan dengan lahap. Tak lupa Lianyu juga memberikan semangkuk air putih di samping winter.
"Winter, semua orang saat ini sedang ada di luar. Hanya aku mungkin yang sedang ada dalam kamar asrama," ujar Song Lianyu bicara pada hewan peliharaannya. Si winter menjawab dengan mengeong.
Lianyu, tunggu aku, jika ada sudah menyelesaikan kultivasiku aku akan menemanimu bicara, makan, dan juga bermain. Lianyu, kau tak akan pernah merasa sepi lagi, batin Winter menatap sang majikan. Ya, dia adalah hewan budidaya yang jika kultivasinya telah mencapai batasnya dia bisa berubah wujud manusia.
"Tidur lah winter di kasurmu hari sudah malam, aku juga akan istirahat."
"Selamat malam, winter."