Gudang perahu itu berdiri di atas tiang-tiang kayu di tepi Sungai Thames, sedikit ke timur dari Greenwich, milik seorang tukang kapal yang berutang nyawa kepada Silas dan tidak pernah bertanya kenapa. Baunya cat, tali basah, dan lumpur pasang. Mereka tiba pukul tiga pagi. Silas langsung tertidur di atas tumpukan layar terlipat dengan lutut terbebat kantong es. Elena duduk di dekat jendela dengan tas selempang di pangkuan, tidak tidur sama sekali.
Ethan juga tidak tidur. Ia duduk di kursi lipat dengan punggung lurus, karena posisi lain membuat rusuknya terasa seperti diisi pecahan kaca, dan mengamati sungai berubah dari hitam menjadi kelabu.
Pesan dari Kepala Pertahanan masuk pukul tujuh. Satu baris alamat dan satu jam: dermaga feri Woolwich, pukul sepuluh, seseorang bertopi biru.
"Kau masih mau menyerahkannya?" tanya Elena tanpa menoleh. "Sesudah semalam?"
"Terutama sesudah semalam," jawab Ethan. "Uskup tahu buku itu ada di tangan kita. Selama buku itu hanya ada di tangan kita, setiap orang di dekat kita adalah sasaran. Begitu aslinya di tangan negara, membunuh kita tidak lagi mengembalikan apa pun kepadanya."
Elena memikirkan itu, lalu mengangguk perlahan.
Sebelum berangkat, Ethan meminta selembar kertas dan menulis dengan tangan kanannya yang masih stabil. Tanggal. Tempat buku ditemukan. Siapa yang memegangnya sejak itu, jam demi jam, sejauh yang ia ingat. Jumlah halaman. Bahwa dua salinan foto dibuat oleh Elena Sterling di Bermondsey. Ia menandatanganinya dengan nama aslinya, bukan nama sandi. Elena membacanya, lalu ikut menandatangani sebagai saksi.
"Kau tidak pernah menandatangani apa pun dengan namamu," kata Silas yang sudah terbangun, memperhatikan dari tumpukan layar.
"Ares tidak punya tanda tangan," jawab Ethan. "Ethan Thorne punya."
Kurir itu seorang perempuan paruh baya bertopi biru, berdiri di antara penumpang feri pagi dengan payung lipat dan wajah yang mudah dilupakan. Ia tidak menyebut nama. Ia memeriksa buku dan surat Ethan di dalam kantong plastik bening, menandatangani tanda terima, lalu menyerahkan amplop tertutup.
"Dari beliau," katanya. "Beliau minta Anda membacanya sebelum memutuskan apa pun."
Ia naik feri dan menghilang di antara orang-orang yang berangkat kerja.
Mereka membaca surat itu di gudang perahu. Tulisannya rapi, tanpa kop.
Jenderal. Buku diterima dan akan diperiksa oleh tim yang tidak melapor kepada Badan Intelijen Nasional. Saya tidak dapat mengizinkan operasi bersenjata di wilayah negara lain, dan saya tidak akan berpura-pura bisa. Namun bila Anda membawa bukti bahwa ada warga sipil atau tahanan di dalam fasilitas itu, saya dapat meminta izin darurat untuk tim penyelamat dari pemerintah setempat dalam waktu dua belas jam. Bawa bukti, bukan mayat. Perlindungan saksi untuk Nona Sterling dapat diatur bila ia bersedia memberi keterangan resmi. Perlindungan bukan pengampunan.
Elena membaca kalimat terakhir dua kali.
"Dia jujur," kata Silas. "Itu lebih dari yang bisa dikatakan tentang kebanyakan orang di gedungnya."
Ethan mengambil foto-foto buku dari kartu memori dan memindahkannya ke laptop Silas. Ia membuka halaman yang berisi daftar nama: pembeli katalis di Rio, perantara di Tokyo, perwira Garda Besi Veridia yang ia lihat di Royal Exchange, rekening-rekening di tiga benua. Puluhan nama. Masing-masing punya alamat, kebiasaan, penjaga.
Ia tahu cara mendatangi setiap orang di daftar itu. Ia tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing. Pikiran itu muncul seperti refleks, dingin dan teratur, dan justru karena teraturnya ia merasa jijik.
"Kau sedang menghitung," kata Elena.
Ethan tidak menyangkal. "Setiap nama di sini membayar sebagian dari api itu."
"Dan kalau kau mendatangi mereka satu per satu, kau akan mati tua di jalan, dengan polisi lima negara di belakangmu," katanya. "Setiap orang yang kau bunuh akan jadi alasan Hesperus menyebutmu monster. Mereka sudah melakukannya di televisi. Jangan bantu mereka."
"Jadi aku harus membiarkan mereka?"
"Kau harus memilih." Elena menunjuk satu halaman di layar, halaman TUNGKU. "Ini masih bekerja. Ini masih menyuntik orang. Yang lain sudah berhenti atau akan berhenti kalau ini mati. Dan ada satu hal lagi yang hanya kau yang bisa lakukan."
"Apa?"
"Membuktikan apa yang terjadi pada keluargamu. Di depan orang yang bisa menghukum. Bukan di depan kamera yang kau bajak."
Silas berdeham. "Dia benar, Ethan. Siaran di bunker Volkov membuat kota menangkapnya. Tapi siaran yang sama membuat pengacaranya bisa bilang semua yang terjadi sesudahnya adalah amukan massa. Kita butuh sesuatu yang tahan lama."
Ethan menatap daftar nama itu lama. Lalu ia menutup halamannya.
"Dua sasaran," katanya. "Tungku. Dan kebenaran tentang malam itu. Sisa nama di buku ini menjadi urusan orang yang menerima bukunya."
Silas mencatatnya di laptop seolah itu perintah operasi, dan memang begitu.
Sore turun. Hujan berhenti, menyisakan kabut tipis di atas air. Elena keluar ke dermaga kecil di depan gudang dan berdiri memandangi sungai. Ethan menyusulnya setelah beberapa menit, bergerak hati-hati di papan yang licin.
"Kalau aku akan memberi keterangan resmi," kata Elena tanpa berbalik, "kau harus mendengarnya lebih dulu. Semuanya. Aku tidak ingin kau mendengarnya pertama kali dari Uskup."
Ethan menunggu.
"Kode brankas yang dipakai Marcus malam itu, aku yang memberikannya, dan aku tahu itu jebakan. Aku ingin keluarga Crawford jatuh supaya ayahku bisa lepas tangan. Di bank, aku menunggumu atas perintah Volkov. Senjataku tidak kosong. Kalau kau lebih lambat setengah detik, kau mati di lantai itu." Suaranya tetap datar, tetapi tangannya mencengkeram pagar dermaga. "Selama empat tahun aku membawa amplop dari ayahku ke orang-orang Volkov. Aku tidak membukanya. Aku memilih tidak membukanya."
"Dan malam kebakaran?"
"Umurku empat belas. Aku tidak tahu apa-apa malam itu." Elena akhirnya menoleh. "Aku tahu lima tahun kemudian. Ayahku mabuk di pesta ulang tahun perusahaan, dan dia bilang keluarga Thorne harus pergi supaya keluarga kami bisa duduk di meja. Aku mendengarnya. Lalu aku kembali ke pesta dan tersenyum pada tamu-tamu."
Kabut bergerak pelan di antara tiang-tiang dermaga. Ethan tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama.
"Di River City kau meminta identitas baru," katanya akhirnya. "Kehidupan baru. Aku tidak akan memberikannya."
"Aku tahu."
"Bukan karena aku tidak bisa. Karena kalau kau menghilang dengan nama lain, kesaksianmu tidak ada harganya. Pengacara Volkov akan bilang kau dibeli." Ethan menatap air. "Kau akan tetap bernama Elena Sterling. Kau akan menjawab untuk apa yang kau lakukan. Dan selama kau melakukannya, tidak ada orang bermasker gas yang akan menyentuhmu. Itu yang bisa kujanjikan."
Elena menatapnya lama. Ada sesuatu di wajahnya yang bukan lega dan bukan juga kecewa.
"Itu tawaran terburuk yang pernah kuterima," katanya. "Dan satu-satunya yang tidak berbohong."
Dari dalam gudang, Silas memanggil. Ia sudah menemukan kapal kargo yang berangkat ke selatan lusa, dengan kapten yang tidak suka bertanya.