Pada pekan perjalanan, Davina menyelesaikan tugas dua harinya dan memberitahu pendamping bagian yang sudah diteruskan. Satu pertanyaan menunggu bahan pada pekan berikut, sehingga tidak perlu dijawab dengan dugaan agar ia dapat pergi. Orang yang menggantikan mengetahui di mana catatan berada serta batas kewenangannya. Davina menyimpan perangkat setelah pekerjaan selesai, merasa senang dapat berangkat tanpa menjadikan ketidakhadiran sebagai ujian apakah semua orang akan mencarinya.
Di DM Electronics, Devon melakukan hal serupa melalui timnya. Rendi serta rekan yang bertugas mempunyai bagian jelas dan tidak diminta menunggu pesan pemilik sebelum keputusan yang menjadi tugas mereka. Ada pekerjaan yang belum selesai, dengan waktu serta orang yang benar akan menanganinya. Devon memeriksa sekali sebelum mengakhiri hari, lalu pergi pada jam yang dipilih untuk memenuhi janji lain yang sudah dibuat.
Kamis, ia tetap menjalani konsultasi yang dikonfirmasi sebelum perjalanan. Ia tidak membatalkan karena hubungan sedang terasa menyenangkan atau karena rapat besar sudah selesai. Ada kebiasaan yang masih dikenali ketika lelah serta ingin jawaban cepat. Setelah pertemuan, ia pulang dengan catatan untuk dirinya sendiri, tidak menyiapkan kisah yang akan membuat Davina harus menyatakan bangga sebelum ia merasa usahanya berharga.
Istrinya menyambut dengan pertanyaan sudah makan atau belum. Devon menjawab belum, lalu mendapat tawaran menemani mengembalikan buku kepada Em pada perjalanan membeli sesuatu. Ia menerima. Mereka memberi kabar waktunya lebih dahulu dan singgah singkat, membawa dua buku yang akhirnya dikeluarkan dari tumpukan. Em menerima dengan wajah pura-pura serius, memeriksa sampul seolah sedang menghitung kerugian dari lamanya benda itu hilang.
'Aku hampir mengira buku ini sudah menjadi bagian rumah kalian,' katanya.
'Aku mengembalikannya sebelum kamu harus datang mengambil dengan saksi,' jawab Davina.
Mereka tertawa. Em menanyakan kapan berangkat, lalu memberi beberapa pesan bercanda yang lebih banyak mengenai makanan daripada keadaan laut. Davina mengatakan ia akan mengirim kabar sesudah tiba. Ia tidak meminta sahabat memastikan semua akan terasa mudah. Keduanya sudah melewati percakapan ketika Em sekadar menunggu laporan apakah suami berubah, dan Davina senang dapat datang membawa buku serta cerita yang lebih banyak daripada kecemasannya sendiri.
Devon ikut berbicara sebentar, kemudian mengingatkan mereka masih perlu membeli yang dicatat. Em melepas dengan ucapan selamat menikmati, menyuruh buku berikut tidak langsung dibawa sebelum dua orang itu benar pergi liburan. Davina mengangkat tangan menyerah dan meraih tasnya yang kini terasa lebih ringan.
Di pintu, Em meminta foto makanan bila menemukan sesuatu yang enak. Devon mengatakan tugas memilih camilan sudah menjadi bagiannya, sehingga ia bersedia mempertanggungjawabkan hasil kepada dua orang sekaligus. Davina menatap suami dan bertanya apakah ia yakin ingin memakai kalimat itu sebelum mencoba. Ketiganya tertawa, lalu Em menyuruh mereka pergi sebelum percakapan bertambah panjang dan buku yang sudah dikembalikan malah ikut dibawa kembali.
Davina memeluk sahabatnya, lalu kembali ke mobil dengan keinginan bertemu lagi setelah pulang.
Jumat sore, mereka mulai mengepak yang belum selesai. Devon mengeluarkan pakaian yang dahulu terlalu resmi dan memastikan tidak masuk kembali karena terbiasa membawa cadangan. Davina menghitung seperlunya, meletakkan pakaian renang yang dipilih sendiri serta baju untuk berjalan. Ia menatap sebentar lalu melipat, tidak meminta suami menentukan apakah terlalu berani atau kurang menarik untuk dibawa.
'Kamu sudah selesai?' tanya Devon setelah beberapa menit.
'Hampir. Kamu tidak perlu berdiri seperti petugas keberangkatan.'
'Aku sedang mencari pengisi daya. Bukan memeriksa jumlah bajumu.'
Davina tertawa, menunjukkan benda itu di sisi tas. Devon mengambil dan mengaku mungkin ia akan menyalahkan istrinya jika tidak ditemukan. Ia menyodorkan dengan tatapan yang membuat suaminya langsung mengubah jawaban menjadi terima kasih. Keduanya menutup tas, kemudian memeriksa bahan makanan yang perlu disimpan sebelum pergi dua malam. Tidak ada pekerjaan rumah yang harus menunggu mereka mengambil keputusan besar lagi.
Malamnya Mama menelepon untuk memastikan sudah membawa yang diperlukan. Davina menjawab sambil melihat bungkusan makanan dari pertemuan keluarga. Ia mengatakan sebagian justru terlalu banyak, lalu mendengar tawa ibunya. Papa menyampaikan lewat suara di belakang bahwa mereka tidak perlu membawa urusan rumah sewa ke pantai; agen serta pengurus mempunyai tugas. Putrinya tersenyum, menjawab ia memang tidak memasukkan berkasnya ke tas.
Devon mendapat pesan serupa dari ibu. Ia membalas kabar singkat, menanyakan perjalanan orangtuanya kemudian menyimpan telepon. Kedua keluarga dapat mengetahui mereka pergi tanpa mengatur semua yang akan dilakukan. Davina menikmati bahwa perhatian itu sekarang lebih mudah diterima, karena ia tidak perlu memeriksa apakah setiap pesan menyimpan kewajiban yang belum disebut terang-terangan.
Sebelum tidur, mereka menerima ringkasan bahwa catatan Ratih sesudah acara telah ditanggapi pengelola. Nomor meja pada penataan berikut dibuat lebih terbaca dan jadwal layanan minuman diperbaiki. Penyelenggara menerima tanggapan, pembayaran diselesaikan sesuai kontrak dan tidak ada perkara yang membutuhkan keputusan baru pasangan. Devon menyimpan kabar untuk dibaca tim pada hari kerja. Davina menatapnya, senang sesuatu dapat selesai tanpa perlu dibuat menjadi pertemuan tambahan.
'Besok aku ingin bangun dengan waktu cukup,' katanya. 'Tapi jangan dimulai terlalu pagi hanya karena kamu takut terlambat.'
'Kita sudah memilih jamnya bersama.'
'Aku sedang mengingatkan diriku juga. Aku mungkin akan memeriksa tas lagi.'
Devon tertawa dan memeluknya. Davina membalas, menyandarkan wajah pada bahu yang kini dikenali sebagai tempat ia ingin dekat, tanpa harus memutuskan semua hal ketika berada di sana. Ia mengatakan ia tidak ingin perjalanan terasa seperti upaya membuktikan pernikahan mereka telah berhasil. Ia hanya ingin dua hari bersama suami yang dicintai, dengan waktu untuk diam atau tertawa pada hal yang tidak penting.
'Aku juga ingin itu,' jawab Devon.
Mereka mematikan lampu setelah tas ditempatkan dekat pintu. Davina berbaring sambil memikirkan laut, kemudian tersenyum ketika suaminya kembali bangkit karena lupa menyimpan air minum untuk perjalanan. Ia tidak menganggap kelupaan itu mengancam seluruh rencana. Devon kembali dengan wajah sedikit malu, menerima tawanya dan menarik selimut pada sisi sendiri. Keduanya tidur sebelum malam habis, siap berangkat pada hari yang memang dipilih bersama.