Pada pekan berikutnya, pekerjaan penguatan selesai dan penilai independen memeriksa hasil sebelum bagian ditutup. Davina datang untuk mendengar kesimpulan bersama pihak pemilik, tetap berada pada jalur yang dibuka. Devon melihat kepala kelompok yang dahulu menjelaskan penghentian kini menunjukkan catatan bahan serta foto pemasangan kepada insinyur. Ada rasa lega pada wajahnya ketika pertanyaan yang diajukan dapat dijawab oleh bukti, bukan hanya pernyataan bahwa mereka sudah bekerja keras.
Hasil pemeriksaan diterima untuk penggunaan yang dinilai. Manajer mengirim biaya akhir, perubahan jadwal serta gambar yang diperbarui sebagai syarat pencairan kedua. Pada perbandingan berkas, satu nomor sambungan berbeda dari catatan lapangan. Petugas tidak mengganti diam-diam agar dokumen cepat sesuai. Insinyur mencocokkan catatan serta foto, mengonfirmasi pemasangan sesuai dan membuat keterangan koreksi nomor pada gambar lama. Versi serta alasan perubahan disimpan bersama.
Kamis sore, bahan lengkap dikirim kepada Arman. Jumat, timnya mengonfirmasi pemeriksaan dokumen selesai dan syarat tahap kedua dipenuhi. Dana belum disebut sudah masuk pada hari kabar persetujuan diterima. Keuangan menunggu bukti transfer yang dijadwalkan Senin berikut, sedangkan manajer menyiapkan pesanan sesuai bagian pekerjaan yang telah diterima. Harga serta ketersediaan bahan dikonfirmasi tanpa menjanjikan belanja sebelum uang yang boleh dipakai benar tersedia.
Devon menerima laporan di kantor, lalu menelepon ayahnya. Ia menyampaikan penguatan selesai diverifikasi, biaya bertambah sesuai proyeksi serta kesiapan area memakai jadwal yang digeser. Ayah menanyakan apakah ada cara mengejar minggu yang hilang. Putranya menjawab pekerjaan lain diatur sebaik mungkin, tetapi pemeriksaan tidak akan dipotong dan ia tidak akan menjual tanggal lama sebagai janji baru. Ayah menghela napas, kemudian meminta hasil disampaikan pada bahan yang sama dengan dewan.
'Sudah dikirim,' jawab Devon.
'Baik. Jangan sampai orang lain mendapat cerita berbeda.'
Ia mengakhiri panggilan dengan perasaan yang lebih ringan daripada Selasa ketika area pertama dihentikan. Ayah belum menyukai tambahan waktu, tetapi kali ini tidak menyuruhnya memperoleh jawaban lain dari insinyur. Devon menyimpan kabar tersebut untuk Davina, bukan sebagai permintaan agar istrinya memuji keluarga. Ia hanya ingin menceritakan bahwa satu pembicaraan sulit tidak perlu terus diulangi dalam bentuk yang sama.
Sabtu sore, Em datang ke penthouse untuk minum bersama pada waktu yang telah dipilih. Davina mengatakan kegiatan dibuat singkat, lalu langsung ditertawakan karena sahabatnya dapat memberi kabar bila ingin pulang. Ia mengaku terlalu sibuk memikirkan agar semua nyaman. Devon membawakan minuman dan menerima salam sebelum Em menunjuk buku di meja, menanyakan apakah ia sudah menyelesaikan bacaan yang diperdebatkan.
'Sudah,' jawabnya. 'Aku bahkan punya bagian yang ingin kubela.'
'Bagus. Davina tadi bilang kamu pasti akan mencari alasan.'
Istrinya menutup wajah sebentar, lalu tertawa karena rahasia itu langsung dibuka. Mereka duduk dan mulai dengan buku, beralih pada makanan serta gambar bunga di dekat foto keluarga. Devon menceritakan pembuatnya dengan cara yang membuat Em tertawa, lalu menolak ketika Davina hendak menunjukkan foto dirinya berbaju berdebu di taman. Ia tidak punya foto itu, tetapi wajah suaminya telanjur panik sebelum ia mengaku hanya bercanda.
Em berbicara mengenai beberapa kegiatan yang sudah dapat dilakukan dan satu yang masih ditunda. Tidak ada tuntutan menyebut diri sepenuhnya pulih agar boleh menikmati kunjungan. Davina mendengarkan, kemudian menceritakan kelas yang sudah membuatnya lebih berani bertanya. Ketika menyebut kesalahan hitung, Devon ikut tersenyum. Ia mengetahui bagian yang ingin dibagi istrinya dan tidak menambahkan semua kisah sulit yang pernah dibicarakan berdua.
Pada jeda, Davina pergi mengambil makanan tambahan. Em dan Devon membahas bagian cerita yang semula membuat keduanya sepakat, lalu ternyata berbeda pada alasan. Davina kembali dengan senyum puas karena kubu yang dikhawatirkan tidak bertahan lama. Ia duduk di tengah percakapan dan membela pendapat sendiri, menikmati bahwa suaminya dapat mengenal sahabat tanpa mengambil alih tempat yang dimiliki orang itu dalam hidupnya.
Tokoh dalam buku menerima kembali sahabat yang pernah membocorkan rahasianya, tetapi tidak langsung memberikan tugas yang sama. Devon menganggap pembatasan itu masuk akal. Em merasa cerita terlalu cepat melewati hari ketika keduanya kembali bertemu, seolah mengubah aturan sudah cukup membuat rasa malu hilang. Davina akhirnya mengangguk pada bagian tersebut, meski tetap menyukai akhirnya. Mereka membaca satu halaman lagi untuk memastikan yang sebenarnya terjadi, kemudian tertawa karena kalimat yang diperdebatkan ternyata tidak sama dengan yang diingat masing-masing.
'Kalian terlalu serius,' katanya setelah beberapa menit.
'Kamu yang membawa bukunya,' jawab Em.
Devon tertawa dan mengangkat cangkir. Mereka berhenti berdebat untuk mencoba makanan yang dibawa. Kunjungan berakhir ketika Em ingin pulang, dengan janji saling memberi kabar tanpa tanggal baru dipaksakan. Davina mengantar sampai pintu, memeluk sahabatnya dan mengatakan ia senang datang. Em membalas, lalu mengingatkan buku lain yang dipinjam belum dikembalikan.
Setelah tamu pergi, Devon membantu membereskan meja. Ia mengatakan akhirnya mengerti mengapa percakapan Davina dan Em dapat panjang hanya mengenai satu keputusan tokoh. Istrinya tertawa, menuduh ia sendiri tadi paling sulit berhenti. Suaminya menerima tuduhan itu dan menanyakan kapan dapat membaca buku berikut. Davina menunjuk tumpukan yang tersedia, lalu meminta ia menghabiskan minum sebelum kembali menghilang di antara halaman.
Senin pagi, dana kedua masuk sesuai jumlah yang dikonfirmasi. Keuangan memberi kabar kepada kedua sisi dan manajer menjalankan pesanan berikut pada harga yang masih berlaku. Area yang selesai diperkuat dapat ditata sesuai penggunaan yang sudah diperiksa, sementara pekerjaan lain tetap mempunyai batasnya sendiri. Pencairan tidak digunakan sebagai pernyataan seluruh risiko hilang atau alasan memperluas pekerjaan di luar perjanjian.
Davina menerima ringkasan sebelum berangkat. Ia memperlihatkan kepada Devon, lalu menyimpan perangkat karena mereka hampir terlambat setelah terlalu lama menyiapkan sarapan. Suaminya mengambil tas serta kotak makanan yang sudah dibagi, menanyakan apakah ia dapat bertemu pada jam pulang yang sama. Davina memeriksa jadwal, mengatakan mungkin lebih awal dan akan memberi kabar. Devon mengangguk, mencium pipinya dan membuka pintu. Di lift, Davina hampir mengambil kotak makanan suami yang lebih penuh. Pria itu menahannya sambil tertawa, membuat mereka bertukar kembali sebelum pintu terbuka pada lantai parkir.